[INDONESIA-L] ARJUNA - Sandiwara-sandiwara Politik

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Wed Feb 28 2001 - 14:30:39 EST


Date: 28 Feb 2001 00:58:52 MST
From: arjuna jejaka <arjuna.jejaka@usa.net>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: sandiwara

SANDIWARA-SANDIWARA POLITIK

Pentas negara sarat dengan pemain sandiwara, dan ramai bermain dalam sinetron:
Cakrawala, Halo Indonesia, Liputan 6 dan Seputar Indonesia.
1. Ada cerita satu babak, yang aktingnya sangat meyakinkan, dimana K.H. Noor
Iskandar meminta maaf kepada Dr. Amin Rais atas ceramhnya yang menyudutkan
Amin Rais. Dan dengan yakinnya, Amin Rais menyatakan menerima maaf tersebut.
2. Prof. Dr. Jimmly Ashdg, yang begitu getolnya sebagai seorang pakar
tatanegara. Yang sulit dibedakan komentar keilmuan dan pemain politik.
3. Ulama-ulama NU yang berdatangan ke Ketua MPR dan DPR, sementara dikalangan
NU sendiri tidak mengenal para ulama tersebut.
4. Drs. AM. Fatwa yang menentang “kebringasan” masa NU, seolah-olah masa yang
ada di gedung DPR/MPR pada saat pengumuman pansus buloggate/bruneigate,
bukanlah mereka yang mengundang.
5. Prof. Din Syamsudin begitu yakinnya menyitir omongan Megawati bahwa
Megawati tidak mendukung Gus-Dur Jadi Presiden, karena PDIP mendukung Megawati
jadi Presiden”. Wah, kok Dr. Din menjadi pi ar nya Mega, ini gimana ?

Itu dulu daftar sandiwara, masih banyak lagi daftar yang panjang. Tetapi yang
penting kita Rakyat, jangan lagi dibodoh-bodohin. Jadi seperti kasus
ajinomoto, pada mulanya kami berpikir, wah ini ajinomoto salah besar; tetapi
setelah mengkritisi bahwa dalam MUI ada Din Syamsudin, pupuslah pikiran buruk
terhadap ajinomoto. Pada mulanya membaca berita ttg statement politik
muhammadiyah kepada Wapres, pikiran kita tentu ada konsolidasi yang baik,
apalagi performance ketua muhammdiyah dipercaya oleh berbagai kalangan, tetapi
setelah mencermati lebih lanjut didalam rombongan ada Din Syamsudin, lagi-lagi
pupuslah harapan baik itu.
Ada lagi, bincang-bincang khusus di TPI tanggal 26 februari 2001 ttg generasi
muda dalam menyikapi kepemimpinan nasional. Sudah bagus setting yang tampil
ada Ketua KNPI, Pemuda NU, tapi yang bikin mengganggu itu Eggi Sujana; untuk
apa dia ada disitu. Khan masyarakat juga udah tahu kapasitasnya seperti apa ?
Tapi bagus juga seorang Eggy ada di forum itu, kenapa ? Apa karena kepleset
omong atau tidak, ada dalam statementnya bahwa “PKB harus bermain cerdas dan
gunakan logika”. Statement ini untuk menangkis statement yang mengatakan bahwa
“upaya pansus DPR menjungkirbalikan fakta”. Jadi maksud Eggy walau fakta
dijungkirbalik nggak apa-apa asal logika benar, karena itu juga katanya pake
juga cara itu, kalau mau bermain. Wah, payah, logika tidak hanya logika, tapi
juga moral dan nurani. Kemana bangsa ini akan di bawa, kalau aktor-aktor
politik begitu.

Cara supaya bangsa ini tidak terjerat dalam sandiwara ? Semua aktor politik,
mundur dari pentas. Tampilkan pemain baru, biar masih muda asal berkarakter.
Dan masuk dalam peradaban baru dengan mengedepankan Hukum sebagai Panglima.
Hukum yang lama di hapus, dan bangun paradigma hukum yang baru.
Memang pikiran ini mundur, katimbang tidak ada kemajuan apa-apa, hanya bentrok
politik melulu; dan akhirnya, kita dilewati oleh negara Vietnam.

----- End of forwarded message from arjuna jejaka -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---