[INDONESIA-L] FARIED - Coup d'Etat terhadap Pemerintah

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sun Mar 04 2001 - 12:51:15 EST


From: "Faried Basalamah" <basalamah@hotmail.com>
To: apakabar@saltmine.radix.net
Subject: Re: Coup D'Etat Terhadap Pemerintah
Date: Sun, 04 Mar 2001 19:53:53 +0700

COUP D’ETAT Terhadap Pemerintah

Gus Dur sedang menunaikan ibadah haji dan terjadilah kerusuhan tragedi
Sampit yang menewaskan ratusan orang Madura, kerusuhan etnis yang memilukan
dan terlalu sering terjadi dinegara ini. Pada saat berangkat, Gus Dur sudah
melimpahkan kekuasaan pemerintahan kepada wakil presiden Megawati, jadi
proseduril sudah betul. Dan ini memang merupakan ujian bagi Megawati sebagai
penguasa tertinggi negara ini. Jadi kalau ada himbauan agar Gus Dur
membatalkan ibadah hajinya, ini sih sudah permainan politik dan sangat tidak
betul. Seseorang yang sudah ada niatan menunaikan ibadah haji haruslah
dihormati dan jangan dihalangi , apalagi sebagai pimpinan tertinggi negara
sudah ditunjuk wakil presiden, kenapa tidak mempercayai wakil presiden
menyelesaikan masalah tersebut ? Padahal kalau Gus Dur berada di negara ini
selalu disalah-salahkan dan selalu dicuci maki, dan juga dicari-cari
kesalahan selain difitnah dan diobok-obok untuk dijatuhkan. Kalau memang
yakin bahwa sebentar lagi Gus Dur akan diganti melalui rekayasa, kenapa
presiden berada diluar negeri saja sudah repot banget.

TNI mengadakan pertemuan besarnya yang dihadiri oleh semua jenderal,
termasuk jenderal yang dikategorikan mbalelo dan dicap komunis gaya baru,
ini juga peristiwa bagus dan TNI masih harus menunjukan bahwa TNI tidak
berpolitik, kapan akan keluar dari MPR ? Tugas TNI adalah menjaga keamanan
negara dan menjaga kestabilan negara, jadi tak perlu ada ungkapan “tidak
ada kudeta”, sebab bukan kata-kata yang harus ditunjukan tetapi perbuatan
nyata : menjaga keamanan.

Kepergian presiden diwarnai dengan gelaran pertemuan di Mesjid Al-Ashar yang
dihadiri oleh 6 partai politik berkedok agama, sebenarnya presiden Gus Dur
dikenal sebagai seorang demokrat tulen, pluralis dan humanis. Ia juga
seorang yang paling tidak setuju dengan partai berkedok agama. Agama adalah
urusan antara umat dengan Allah, sedangkan urusan partai adalah urusan
politik. Gelaran Al Ashar patut dicurigai sebagai upaya menjatuhkan presiden
dan memang maksudnya mengganti presiden sehingga Megawati bisa tampil
kekuasaan tertinggi, tentu saja dengan syarat : HARUS MENURUTI KEMAUAN
Porteng atau Pongah ( Poros Tengah ). Apa yang terjadi dengan Gus Dur ialah
presiden yang dulunya didukung oleh Poros Tengah tersebut memang tidak mau
menuruti kemauan Poros Tengah. Jadi tidak mau didikte, sehingga apa yang
diinginkan oleh kelompok Orba dan berbaju Poros Tengah tidak dituruti oleh
Presiden Abdulrachman Wahid. Apa saja yang diinginkan oleh Poros Tengah ?
Tentu saja kekuasaan negara, termasuk kekuasaan permainan uang, KKN dan
perkorupsian yang telah dilakukan dimasa lalu dimana banyak sekali DANA yang
digelapkan : jumlahnya ratusan trilyun Rupiah. Seorang pakar ekonomi politik
mengatakan : “ Bagaimana Bulogate dipermasalahkan tetapi dana KKN Bulog
yang 1,9 Trilyun Rupiah disembunyikan ? “ Selanjutnya dipaparkan : “ Dana
BLBI yang terlalu kasar dalam tingkat perkorupsian dan sudah ada pernyataan
Badan Pengawas Keuangan dan jumlahnya FANTASTIS Rp 150 Trilyun tidak pernah
disinggung oleh DPR.” Dengan demikian apa yang dinamakan Bulogate ternyata
cuma KAMPANYE yang memang dirancang untuk menjatuhkan presiden. Bukan cuma
itu , pakar hukum menyatakan bahwa Bulogate dan Bruneigate menyalahi hukum ,
apalagi kalau dituduhkan sebagai pelanggaran GBHN. Bukankah kita selayaknya
menganut asas Praduga Tak Bersalah, jadi kenapa terhadap presiden
diberlakukan Asas Praduga Bersalah ? Apakah ini tidak kebangetan ? Apakah
kita memang bangsa yang hobinya mempermainkan hukum dan merekayasa serta
menghalalkan segala cara ?

Memang Amien Rais dengan Partai Amanat Nasional bukan orang politik yang
santun, sejak Gus Dur diangkat menjadi presiden, tidak ada ucapannya yang
mendukung, apa yang dilakukan ialah merongrong pemerintahan. Bagaimana
ekonomi akan membaik kalau Ketua MPR selalu bersuara negatip ? Amien memang
dikenal sebagai sangat ambisius dan mungkin saja dikendalikan oleh kekuatan
Orba. Bukankah salah satu koruptor terbesar penyandang dana PAN ialah Fuad
Bawazier yang sangat getol untuk menjatuhkan Gus Dur ? Jadi upaya
menjatuhkan Gus Dur adalah upaya untuk menyelamatkan koruptor-koruptor BLBI
yang 150 Trilyun Rupiah, kemudian dana Bulog yang 1,7 trilyun, dana Taperum
(Akbar Tanjung) yang 280 milyar , kasus korupsi Pertamina, kasus KKN
Cendana, kasus Freeportnya Ginanjar, kasus korupsi Kostrad dan berbagai
kasus korupsi. Salah satu sebab kenapa TNI juga mendukung pansus Bulogate
dan Bruneigate ialah menjatuhkan Gus Dur atau paling tidak menyentuh Gus
agar kasus korupsi dana Kostrad yang dulunya akan dibongkar oleh Letnan
Jenderal Agus WK tidak disentuh lagi. Malah ada yang menuduh Letjen Agus WK
dan Mayjen Saurip Kadi sebagai komunisme gaya baru, kelewatan betul !

Analisa politik :
Apakah dengan gelaran macam-macam tersebut lalu presiden Gus Dur akan
diganti sebelum waktunya ? Belum tentu, sebab pendukung Gus Dur ialah
lapisan paling bawah tetap akan mendukungnya. Apalagi kalau ditengarai
sebagai perbuatan anggauta-anggauta DPR, bisa-bisa DPR-lah yang dilikwidir
oleh rakyat yang tidak merasa diwakili dan jelas sekali bahwa DPR adalah
sarang koruptor dan money politics. Sudah bukan rahasia lagi bahwasanya
banyak anggauta DPR menjadi kaya raya dan kita bisa saksikan PAMERAN MOBIL
MEWAH Senayan, tetapi bukan di Convention Hall : di Balai Sidang DPR. Tengok
saja siapa koboi-koboi yang menunggang mobil-mobil milyaran. Agen Mobil
Jaguar yang harganya milyar rupiah menjadikan anggauta DPR sebagai Target
Market dan memang ada jualan yang laku keras. Demikian juga sejumlah mobil
Range Rover dari Inggris yang orang kaya Amerika saja berpikir dua kali
untuk membelinya. Jangan tanya mobil Mercedes Benz New Eyes, belatakan dan
nggak kehitung. Jadi apa yang disinggung sebagai MONEY POLITICS bukan cuma
karangan, ini kenyataan. Petualang-petualang sudah memasuki DPR : Alvin Lie
petualang yang gemar wanita dan petualang bisnis yang mengalami kebangkrutan
toko Mickey Mouse Semarang beraksi sebagai wakil ketua Pansus. Bagaimana
mungkin orang kotor semacam Alvin menyatakan memiliki idealisme politik ? Ia
menghamili tetangganya dan memaksa istrinya untuk menerima ia beristri 2, ia
bangkrut setelah tidak mampu mengelola toko warisan orang tuanya. Sedangkan
orang tuanya yang berasal dari kelas bawah ( tukang cukur rambut) menjadi
kaya raya dari usaha Hokus Pokus berbentuk penipuan. Tanya saja kalangan
bisnis di Semarang, banyak orang kena getahnya ketipu keluarga Lie.
Sedangkan Amien Rais merupakan petualang politik paling kotor. Ketua MPR
inilah yang selalu kontroversil dan tidak pernah mendukung pemerintah karena
ambisi dan obsesinya untuk menjadi orang nomor satu dinegeri ini. Bagaimana
mungkin ia yang menghalangi terpilihnya Megawati menjadi presiden RI pada
Pemilu 2 tahun lalu dan mencalonkan Gus Dur, kemudian ia berbalik arah
berusaha keras agar Gus Dur diturunkan dan diganti oleh Megawati yang
dulunya dikatakan tak mampu menjadi presiden, diragukan ke-Islam-annya,
wanita tak sesuai untuk jadi pimpinan dan sebagainya. Amien Rais mendirikan
PAN katanya dengan platform kebangsaan, tetapi nyatanya PAN merupakan Partai
Sektarian. Amien dikenal sebagai mantan Ketua Dewan Pakar ICMI, organisasi
berbau Primordial dan Sektarian dan ditengarai sebagai pencetus Tragedi
Berdarah 13 – 15 Mei 1998. Jadi Amien adalah alat Orba dalam melanggengkan
kekuasaan dan ia memang ditugaskan menggantikan Habibie, sayangnya
tersandung dan cuma berbobot 7 % suara pemilih. Apakah orang semacam ini
layak memimpin bangsa ? Banyak pakar menyatakan bahwa andil terbesar
kehancuran ekonomi justru datang dari Ketua MPR yang selalu menggoyang
kedudukan presiden dan ada niatan kekuasaan MPR diatas segala-galanya. Apa
saja yang dilakukan Gus Dur selalu disalahkan, ini tidak betul dan Gus Dur
tidak mungkin memperbaiki perekonomian tanpa menyelesaikan segala masalah
perpolitikan dan masalah demokrasi. Apalagi kalau Ketua DPR tergolong Orba
dan pimpinan Golkar yang kita ketahui sebagai pemegang kekuasaan
pemerintahan selama 32 tahun, dikenal sebagai pemegang kekuasaan dan
pendukung Suharto, rezim yang cacad dan menghancurkan negara.

Apakah Megawati akan menggantikan Gus Dur ? Belum tentu Megawati mau kalau
terjadi sebelum masa berakhirnya jabatan presiden tahun 2004, sebab
menggantikan kedudukan sebelum 2004 sangat rawan . Pertama sebab kerusakan
ekonomi yang sangat parah semasa 2 rezim sebelum Gus Dur menjadi presiden
tak akan bisa diatasi tanpa kerja sama semua golongan. Poros Tengah akan
tetap memainkan kebijakan RUSAK RUSAKAN kalau Megawati tidak mau didikte.
Apalagi isi PDI-P juga penuh dengan petualang politik. Hampir semua partai
dirasuki oleh HMI Connection dan Golkar Connection ( Ginanjar Kids, Cendana
Kids, dan sebagainya ). Dulu orang meyebut Ginanjar Boys , ini sangat tidak
tepat sebab ada Gunaria Kartasasmita (adik Ginanjar) yang rakus juga ,
padahal ia perempuan. Apa yang dilakukan oleh petualang politik tersebut
ialah kebijakan melindungi KKN dan melindungi perkorupsian dimasa Suharto
dan dimasa Habibie. Salah satu tujuannya ialah menyelamatkan Habibie dan Adi
Sasono yang menghabiskan dana negara ini. Bukankah Adi Sasono dengan gang
ICMI-nya telah memakan dana Rp 9 Trilyun Rupiah yang dihabiskan untuk Partai
Daulat Rakyat dengan kedok koperasi ? Ini merupakan kejahatan politik yang
sangat menyengsarakan rakyat kecil : menyulap dana Jaring Pengaman Sosial
dan menyulap dana koperasi. HMI yang dikenal dengan policy PEMBUSUKAN, ialah
memasuki organisasi politik dan mengadakan pembusukan. Golkar juga pebuh
dengan orang-orang HMI aliran ini, demikian juga dengan PDI-P : jadi siapa
yang bisa dipercaya diperpolitikan negeri ini ? Penulis lebih setuju dengan
Abdullah Hehamahua, Ketua Masyumi yang meragukan etikad pertemuan di Mesjid
Al Ashar – Kebayoran Baru . Jadi dikalangan umatpun tidak semuanya setuju
dengan permainan kelompok sektarian , ini bukti bahwa umat Islam menyadari
bahwa Gus Dur mungkin saja benar.

Perlu direnungkan bahwa penggantian Gus Dur sebagai presiden sebelum 2004
sangat rawan dan beaya politiknya sangat besar. Kita wajib mempedulikan
masalah ini. Kalau kelompok Pongah masih menginginkan hancurnya negara belum
tentu rakyat akan setuju. Kelompok akar rumput mayoritas akan berpihak
kepada Gus Dur dan akan mempertahankan kepresidenan Gus Dur sampai 2004,
apakah kelompok Pongah dan petualang-petualang politik akan mampu melawan
rakyat ?

05 Maret 2001

----- End of forwarded message from Faried Basalamah -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---