[INDONESIA-VIEWS] JOSHUA - RMS: Pro dan Kontra (3)

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Mon Apr 02 2001 - 12:27:35 EDT


From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: RMS: PRO DAN KONTRA (3)
Date: Mon, 02 Apr 2001 09:33:58

RMS: PRO DAN KONTRA (3)
-----------------------------------------

Salam Sejahtera!

F K M :
Kesalahan Indonesia, menurutnya, adalah tidak pernah melakukan penentuan
pendapat secara bebas untuk menentukan nasib sendiri. "Itu berarti sejak
awal, Indonesia telah melakukan pelanggaran moral, pelanggaran hukum dan
pelanggaran HAM manusia (lihat surat perdana Menteri RIS Muhamad Hatta,
tanggal 28 Juli 1950 kepada pemerintah Nederland dan Surat Muhamad Hatta,
tanggal 28 Juli 1950 kepada UNCI)," jelas Manuputty, sembari menambahkan,
tuduhan separatis RMS merupakan upaya untuk mengklaim bahwa RMS merupakan
masalah dalam negeri.

JOSHUA:
Dengan SANGAT MENYESAL, saya harus mengakui bahwa
FKM “tidak main-main” dengan apa yang mereka katakan se-
bagai KAJIAN-KAJIAN ILMIAH!!! Saya berharap bahwa
yang menyanggah pernyataan FKM juga “tidak main-main” de-
ngan TANGGAPAN mereka, tetapi benar-benar menampilkan
KAJIAN-KAJIAN ILMIAH TANDINGAN!!!

ROBERT TUTUHATUNEWA:
Jika RMS adalah sebuah negara merdeka, sambung Tutuhatunewa, semestinya RMS
dari waktu ke waktu mempertahankan kedaulatan negaranya. "Tapi ternyata RMS
ditumpas habis oleh pemerintah NKRI, dan sejak saat itu RMS menghilang dan
tidak ada lagi dalam NKRI. RMS sendiri kan tidak bisa menunjukkan secara
jelas status wilayahnya? Apakah Dobo, Aru itu merupakan batas wilayah RMS?
Jadi RMS tidak punya batas wilayah yang jelas. Kemudian rakyatnya siapa?
Pemerintahnya barangkali ya. Tapi dua sayarat yang pertama itu, menurut saya
tidak dipenuhi," tegasnya.

JOSHUA:
Saya AMAT BERGEMBIRA, jika benar “RMS sudah ditum-
pas habis dari wilayah NKRI”!!! Dengan demikian, saya akan
punya DASAR KUAT untuk mengatakan bahwa “semua isu
tentang PENEMUAN DOKUMEN, PENGIBARAN BENDE-
RA, dll. hal tentang aktivitas RMS, sebelum adanya FKM, di
Maluku, adalah DUSTA BESAR!!!! Saudara Robert Tutuha-
tunewa akan sangat membantu saya, jika pernyataan saudara itu
bisa DIBUKTIKAN!!! Tetapi, sebelum Bung Robby membuk-
tikannya, mungkin Bung harus pikirkan juga, bagaimana PER-
SEPSI anda tentang ISRAEL, sehingga tidak terjadi “konflik
internal”!!! Keadaan Israel sebelum berdirinya Israel yang se-
karang, “jauh lebih buruk dari RMS”

Sudahkah Bung Robby “membaca Seluruh Dokumen menyang-
kut Proklamasi 25 April 1950?? Ataukah pernah “meneliti Nas-
kah Konvensi Linggarjati, Renville, Roem – Royen dan Meja
Bundar??? Dari mana anda tahu bahwa “RMS tidak bisa me-
nyebutkan batas-batas wilayahnya”??? Jika “batas-batas wila-
yah RMS” tidak disebutkan secara ekspilist di dalam Dokumen
RMS sendiri, mungkinkah hal itu disebutkan secara implisit da-
ri “batas-batas” wilayah RI atau RIS, di dalam hasil Konvensi-
konvensi Internasional tersebut!!?? Coba dasari argumentasi
anda dengan “data hasil penelitian ilmiah” (sejarah?)!!!

ROBERT TUTUHATUNEWA:
Menurut dia, soal adanya pengakuan negara lain atas kemerdekaan sebuah
negara tidak terlalu penting. "Karena syarat ini hanya soal diplomasi. Yang
penting tiga syarat pertama harus dipenuhi dulu, yakni wilayah, rakyat dan
pemerintah.

JOSHUA:
Saya percaya, “kalimat pertama” di atas akan menjadikan Sdr.
R. Rutuhatunewa ini “mahasiswa abadi”, jika dia berkeras mem
pertahankan pendapatnya di dalam “kuliah-kuliah politiknya”!!
Pemimpin Kemerdekaan RI hampir “tersangkut di pohon kela-
pa dan beringin”, ketika RI mendapat “pengakuan politik per-
tama”, karena melompat terlalu tinggi!!! Saya hanya mencoba
sedikit jenaka untuk mengingatkan Sdr. Tutuhatunewa, bahwa
“pengakuan negara lain atas suatu negara itu MAHA penting”!
Bagaimana saudara bisa diesbut “manusia” jika orang lain tak
pernah mengakui anda sebagai manusia???

ROBERT TUTUHATUNEWA:
Dan pada saat itu, yang ada hanya pemerintah RMS, tapi rakyat dan wilayahnya
tidak jelas. Jadi, dimana hakekat kemerdekaan RMS itu yang sebenarnya?" ujar
Tutuhatunewa, bertanya-tanya.

JOSHUA:
Jika Sdr. Tutuhatunewa “malas membaca”, silahkan anda ber-
tanya pada OOM TUTUHATUNEWA di BELANDA sana!!!
Duet kalian (dengan Pak Dullah Soulissa) bisa berkembang
menjadi TRIO, atau kita akan menonton “Tutuhatunewa VS
Tutuhatunewa”!!! Bagaimana Bung Robby??? Dari tadi, sau-
dara Tutuhatunewa “berpendapat” melulu!!! Mana dasarnya??
Ataukah saudara sudah “dewasa” pada tahun 1950, sehingga
saudara berpendapat berdasakan pengalaman sendiri???

ROBERT TUTUHATUNEWA:
Selain itu, kata dia, perjuangan RMS saat itu juga tidak punya landasan
hukum. "Perjuangan RMS saat itu hanya untuk kepentingan politik dari
kelompok-kelompok tertentu, dimana lebih didorong oleh kepentingan politik
dari Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Jadi, menurut saya ini
latar belakang yang paling kuat timbulnya RMS saat itu," ujarnya menengarai.

JOSHUA:
FKM sudah menyatakan bahwa “landasan hukum RMS” adalah
berbagai “Konvensi Internasional, sampai ke MEJA BUNDAR!
Saya YAKIN, pengetahuan Sdr. Tutuhatunewa tentang Konven-
si Meja Bundar, hanya sebatas “belajar Sejarah di sekolah” kan?
Coba anda TELITI isi konvensi-konvensi tersebut, dan katakan
apakah isinya TIDAK DAPAT dijadikan landasan hukum bagi
RMS!!! Selebihnya, argumen Saudara Tutunewa, mulai terde-
ngar seperti ASAL TUDUH!!! Hal ini sangat bertentangan de-
ngan hakekat “ilmuan dan pengamat politik”!!! Tadinya saya
berharap bahwa kita dapat memberikan sekedar “contoh yang
baik”, bagi terselenggaranya suatu diskusi ilmiah tentang RMS!

ROBERT TUTUHATUNEWA:
Tutuhatunewa mengingatkan bahwa Maluku baru akan merdeka kalau kontrak
sosial yang disepakati pada tanggal 17 Agustus 1945 dikhianati lewat
perjuangan-perjuangan untuk mengembalikan Piagam Jakarta.

JOSHUA:
Saya percaya, Bung Robby sedang lupa pada istilah PEMBA-
TASAN MASALAH!!! Berarti saya boleh lupa juga kan? Se-
karang ini, beberapa daerah seperti “Cianjur” sudah mengeluar-
kan maklumat kesepakatan untuk MEMBERLAKUKAN SYA-
RIAT ISLAM di daerah tersebut!!! Dibandingkan sengan “su-
rat FKM”, menurut pendapat saudara, adakah yang “makar” di
sini?? Kalau ada, yang mana???

ROLLY UBRO:
SIWALIMA (29 MARET 2001):
Sementara itu, koordinator Yayasan Lantera Maluku, Drs Rolly Ubro
mengingatkan agar FKM tidak menjadikan akumulasi kekecewaan masyarakat
Maluku terhadap kerusuhan yang berkepanjangn selama dua tahun terakhir
sebagai alasan untuk menuntut Maluku merdeka. Ia menilai isi surat FKM
kepada Presiden merupakan sesuatu yang keliru.

JOSHUA:
Pada dasarnya, “peringatan” Sdr. Rolly Ubro terhadap FKM un-
tuk TIDAK menggunakan “kerusuhan Ambon/Maluku selama 2
tahun lebih” ini sebagai alasan menuntuk kemerdekaan, adalah
HAK- nya! Begitupun, Sdr. Ubro harus mengatakan “mengapa
TIDAK“!!! Jika Sdr. Ubro membaca tulisan-tulisan seperti yg.
ditulis oleh DR. G.J.A. Aditjondro tentang Maluku, maka sau-
dara akan merasakan pentingnya persiapan yang perlu dilakukan
untuk sampai pada kata TIDAK di atas, jika FKM melebarkan
sorotan mereka kepada PERLAKUAN TERHADAP MALUKU,
di dalam masa-masa SETELAH Bung Karno, dan SEBELUM
kerusuhan! Saat ini, apakah “dasar penilaian” saudara untuk
mengatakan bahwa “isi surat FKM itu keliru”???

Coba bandingkan “tiga” pernyataan berturutan di bawah ini!!!

ROLLY UBRO:
"Jika FKM menggunakan cantolan ke RMS, berarti semua masyarakat Maluku
otomatis tidak mendukung hal itu. Menurutnya, kalau berbicara mengenai RMS
belum tentu semua orang Maluku mendukung. "Kalau hal ini ditanyakan kepada
basudara kita di Maluku Tenggara, pasti mereka tidak mendukung RMS.
Begitupun di Utara.

IZZAC TULALESSY:
Sementara itu, sejumlah kalangan malah menyatakan perjuangan FKM sebagai
langkah yang akan sia-sia belaka. Sebab, diyakini mayoritas masyarakat
Maluku akan memilih tetap bergabung dengan NKRI.
[TRS]

F K M :
Kesalahan Indonesia, menurutnya, adalah tidak pernah melakukan penentuan
pendapat secara bebas untuk menentukan nasib sendiri.

JOSHUA:
Saya jadi bertanya, DARI MANA Sdr. Ubro memperoleh data
untuk mendasari pernyataan “semua masyarakat Maluku tidak
mendukung” (FKM)??? Pernyataan tersebut kemudian MELE-
MAH di dalam “BELUM TENTU semua orang Maluku mendu-
kung”!! Lalu terhadap warga Maluku Tenggara, saudara mem-
berikan KEPASTIAN di dalam “pasti mereka tidak mendukung
RMS”!!! Saudara bisa lihat sendiri bahwa “bobot” pernyataan
seperti begini tidak dapat digunakan untuk MENDEBAT FKM!
Pertanyaan yang SAMA untuk Sdr. Tulelessy, “DARI MANA
anda memperoleh data untuk menyatakan bahwa “mayoritas
masyarakat Maluku akan memilih tetap bergabung dengan NK-
RI”??? Di dalam hal ini “pernyataan FKM LEBIH DAPAT
DIPERTANGGUNG JAWABKAN, karena mereka memajukan
FAKTA, sedangkan kedua saudara Ubro dan Tulalessy hanya
punya “pendapat pribadi”!!! Untuk “memperikirakan sesuatu”
saja, orang harus punya “serangkaian data” , apalagi menjatuh-
kan “vonis”!? Kesalahan yang SAMA sudah terjadi, ketika
kita mencoba “memperkirakan” pendapat warga Timor-Timur!!

Coba saya sambung lagi pernyataan Sdr. Ubro di atas, dengan
kelanjutannya!!!

ROLLY UBRO:
"Jika FKM menggunakan cantolan ke RMS, berarti semua masyarakat Maluku
otomatis tidak mendukung hal itu. Menurutnya, kalau berbicara mengenai RMS
belum tentu semua orang Maluku mendukung.

Karena pemerintah melihat bahwa itu merupakan konspirasi dari kelompok FKM
sendiri untuk mengembalikan romantisme masa lalu," tandasnya, dan tindakan
FKM sangat tidak sehat untuk kondisi Maluku saat ini.

JOSHUA:
Saya percaya, Sdr. Ubro akan melihat bahwa kedua paragraf di
atas TIDAK punya hubungan sebab akibat!!! Apa yang dilaku-
kan oleh RMS dulu, dan akibatnya terhadap Maluku, BUKAN
sekedar “romantisme”!!! Pandai-pandailah memilih ungkapan,
sebab “ribuan nyawa yang melayang dan pengungsian besar-be-
saran ke Belanda”, bukanlah sekedar sebuah “romantisme” ma-
sa lalu!!! Apa yang dialami Maluku saat ini, TIDAK terlepas
dari IMBAS masa lalu tersebut!!! Jika Sdr. Ubro “pernah” ber-
bicara dengan “orang tua” kita, maka mereka akan mengatakan
bahwa “Jangankan Maluku Merdeka, ketika Maluku diberikan
otonomi untuk melakukan ‘perdagangan langsung dengan pihak
Internasional’ (dikenal dengan istilah “zaman Barter”), warga
Maluku sudah menganal apa artinya BERKELIMPAHAN itu!!!
Apakah “hidup” Sdr. Ubro sekarang boleh dikatakan “berkelim-
pahan”??? Tentu saya tidak perlu memberikan ‘bukti’ jika sa-
ya katakan bahwa “Maluku sekarang TIDAK SEHAT atau ma-
lah SAKIT PARAH”!! Tetapi jika Sdr. Ubro ingin meyakinkan
FKM, bahwa “tindakan FKM sangat tidak sehat untuk kondisi
Maluku saat ini”, JELASKANLAH apa alasannya!!!

ROLLY UBRO:
Dia tidak sependapat kalau dikatakan bahwa RMS diintervensi oleh Indonesia
karena kekayaan alam Maluku. Menurutnya, sinyalemen itu hanyalah merupakan
interpretasi sepihak saja.

JOSHUA:
Apakah yang sedang dilakukan oleh Sdr. Ubro ini tidak terma-
suk INTERPRETASI PRIBADI yang juga SEPIHAK??? Jika
anda benar dengan pernyataan anda, dapatkah anda berikan ar-
gumentasi yang menyatakan APA SEBABNYA RMS DIIN-
TERVENSI oleh Indonesia??? Jika menurut anda, “karena
RMS melakukan tindakan MAKAR atau gerakan SEPARATIS
terhadap Indonesia, BUKTIKAN pendapat anda!!!

ROLLY UBRO:
Diingatkan, tokoh-tokoh Maluku pun ikut meletakkan dasar negara ini.
"Johanis Latuharhari, Soumokil dan Leimena telah sepakat untuk mengakui
kedaulatan Republik Indonesia, tapi Soumokil pada saat itu juga
mengakumulasi kekecewaannya dengan mendirikan RMS. Dan, saya harapkan agar
masalah ini jangan dibawa-bawa ke generasi kita sekarang, karena berakibat
sangat fatal," ketus Ubro.

JOSHUA:
Bahwasanya TOKOH MALUKU punya andil dalam meletak-
kan dasar Negara Indonesia, TIDAK PERLU DISEBUTKAN
LAGI, dan hal itu TIDAK dapat digunakan untuk MENAKAR
tindakan Dr. Ch. Soumokil!!! DARI MANAKAH Sdr. Ubro
memperoleh data tentang KESEPAKATAN “Latuharhari-Sou-
mokil-Leimena tersebut??? Bisakah Sdr. Ubro tolong jelaskan,
FAKTOR-FAKTOR APA SAJA YANG TERAKUMULASI
DI DALAM KEKECEWAAN DR. SOUMOKIL?? Apa yang
Sdr. Ubro maksudkan dengan istilah “BERKIBAT SANGAT
FATAL” di atas?? Dapatkah Sdr. Ubro melihat bahwa pernya-
taan yang “hanya berupa pernyataan” akan mengundang “perta-
nyaan” yang tidak sedikit???

Salam Sejahtera!
JL.

(ke bagian-4)

----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---