[INDONESIA-VIEWS] JOSHUA - RMS: Pro dan Kontra (4)

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Mon Apr 02 2001 - 12:28:33 EDT


From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: RMS: PRO DAN KONTRA (4)
Date: Mon, 02 Apr 2001 09:37:38

RMS: PRO DAN KONTRA (4)
-----------------------------------------

Salam Sejahtera!

ROLLY UBRO:
Menurutnya, kalau berbicara mengenai RMS belum tentu semua orang Maluku
mendukung. "Kalau hal ini ditanyakan kepada basudara kita di Maluku
Tenggara, pasti mereka tidak mendukung RMS. Begitupun di Utara. Oleh karena
itu, jangan sampai satu-dua orang yang ada di FKM lalu mengklaim diri atas
nama masyarakat Maluku dan berupaya memperjuangkan kembali RMS. Saya
khaeatir akan terjadi pertumpahan darah di masyarakat," ucap Uvro. (lis/ana)

JOSHUA:
Jika dikatakan bahwa “belum tentu semua”, saya pikir FKM ti-
dak keberatan, sebab Sdr. Ubro berbicara tentang “kualitas”,
yang tidak perlu terlalu dirisaukan pembuktiannya! Di dalam
“satu keluarga” saja, belum tentu semua anggotanya sependa-
pat tentang sesuatu hal kan? Tetapi, Timor Lorosae sudah buk-
tikan bahwa “belum tentu semua” itu TIDAK penting!!! Apa-
kah FKM “keliru” mengatas-namakan warga Maluku, BIAR-
LAH ditentukan oleh “warga Maluku” sendiri!! Dalam hal ini,
saya tidak mengatakan bahwa Sdr. Ubro keliru dengan perkira-
an, tetapi saya hanya ingin meminimalkan perbantahan yang ti-
dak perlu saja!

Pernyataan Sdr. Ubro tentang “PASTI mereka (Malra dan Mal-
ut) TIDAK mendukung”, agak sukar diterima, sebab “kepasti-
annya” tidak punya dasar apa-apa!!! Sudah pernahkan Sdr.
Ubro “mengumpulkan pendapat umum (Malra & Malut) tetang
hal ini? Atau kalau boleh saya bertanya, “atas nama siapakah
saudara berbicara dengan menggunakan kata PASTI di atas???”
Apakah Maluku Utara yang saudara singgung, beruhubungan
dengan “sejarah RMS” (dulu), ataukah “Maluku Utara yang ki-
ta kenal sekarang”?? Jika yang saudara rujuki adalah “sejarah
RMS”, atau “Maluku Utara yang dulu”, dapatkah saudara jelas
kan “MENGAPA namanya Republik Maluku Selatan (RMS),
dan bukan Republik Maluku” (RM)?? Agak melantur? Dari
komentar saya ini, mungkin Sdr.Ubro akan melihat bahwa kita
punya “kuatir yang sama”, tetapi “kuatir saya” memiliki penje-
lasan!!! Saudara ingin menjelaskannya juga?

F K M :
FKM, kata mereka, berkeinginan agar masalah moral, masalah hukum serta
ajaran agama yang dianut di Indonesia dijunjung tinggi oleh pemerintah
termasuk TNI-Polri serta seluruh masyarakat Indonesia. "Inti dari seluruh
ajaran moral, ajaran hukum dan ajaran agama adalah kebenaran dan keadilan
untuk keselamatan," katanya dan memohon agar Presiden mengakui RMS adalah
sah sebagai suatu negara yang berdaulat, dan juga memohon kedaulatan RMS
dikembalikan.

JOSHUA:
Sampai di sini, saya masih melihat sebuah PERMOHONAN,
dengan kemungkinan DITERIMA atau DITOLAK!!! Saya
berharap, apapun bentuk kemungkinannya, semoga itu tetap
berada di dalam kerangka “moral hukum – kebenaran dan kea-
dilan”!!

F K M :
"Kami harapkan pula agar Bapak Presiden tidak memandang dari soal menerima
atau menolak RMS atau alasan lainnya, tetapi soal apakah benar ataukah salah
RMS itu. Apabila Bapak Presiden tidak memberikan penjelasan, atau telah
memberikan penjelasan namun penjelasan itu kurang berkenan, maka kiranya
kami tidak dipersalahkan untuk menuntut Indonesia untuk mengakui dan
mengembalikan kedaulatan RMS, sehingga apa yang kami lakukan itu patut
dipandang sebagai suatu perjuangan kebenaran sebagaimana yang diakui oleh
ajaran moral, ajaran hukum, ajaran agama yang dianut di Indonesia," kata
Manuputty.

JOSHUA:
Di sini, ternyata bahwa “jawaban Pemerintah” mengandung kon-
sekwensi!! Rasanya terlalu terburu-buru, jika saya katakan bah-
wa FKM sedang MENGANCAM Pemerintah RI, sebab yang di-
tunggu FKM bukanlah semacam vonis YA atau TIDAK, tetapi
PENJELASAN!! Kalau saya tidak keliru, FKM seperti sedang
“tidak menutup diri” dari kemungkinan diajak BERDISKUSI,
BERDEBAT, atau bentuk-bentuk lain dari DIALOG! Saya me-
angkap isyarat yang sama, ketika FKM mencoba bertemu muka
dengan DPR! Sayangnya, DPR menunjukkan sikap pengecut,
dengan “menghindar dari KFM sambil menggumankan berbagai
alasan yang tidak jelas!!! Seperti yang sudah saya katakan da-
hulu, sekarang semuanya terserah pada Pemerintah kita, “apakah
PR ini akan kita selesaikan bersama di dalam RUMAH, ataukah
membiarkan FKM sendiri mencari ‘tutor dan solusinya” di LU-
AR RUMAH!!! Bagaimana?

APAKAH KITA BISA MENGHARAPKAN AKAN ADANYA
SEMACAM DIALOG???

F K M :
Diharapkan pula agar perjuangan mereka itu tidak dipandang sebagai upaya
untuk melawan pemerintah Indoensia. "Namun harus dipandang sebagai
perjuangan melawan ketidak adilan dan ketidakbenaran yang selama ini
didengungkan oleh Indonesia. Perjuangan kami dengan cara-cara yang benar
untuk menegakkan yang benar walaupun hal itu menyangkut pengembalian
kedaulatan Republik Maluku Selatan (yang benar), maka kami mohon kepada
Bapak Presiden agar mendukung perjuangan kami itu, karena negara adalah alat
bagi perjuangan kebenaran," tandasnya.

JOSHUA:
Saya merasa, permintaan FKM ini adalah “permintaan yang cu-
kup sulit”, bagi kondisi Negara saat ini, di mana LOGIKA tidak
terlalu banyak berperan!!! Orang cenderung mengambil jalan
pintas untuk “mengklasifikasikan” sesuatu yang mereka “tidak
sukai”, sebaik apapun sesuatu tersebut!!! “Tidak setuju” sering
berarti “menentang”, dan tidak ada istilah “netral”!!! “Mencari
keadilan” sering dikategorikan sebagai “melawan”!! “Memper-
tanyakan” sebuah kebijaksanaan Nasional sering dicap sebagai
“tidak nasionalis”, atau yang lebih buruk lagi, “penghianat”!!!
Salah bicara, “makar”, salah langkah, “separatis”!!! Saya tidak
menyesalkan tindakan FKM, dalam hal “timing”, tetapi saya se-
salkan “SITUASI NEGARA YANG MORAT-MARIT” seka-
rang ini!!! Presiden mungkin tidak menganggap Surat FKM itu
sebagai “upaya melawan Pemerintah”, tetapi DPR, MPR, OR-
MAS, ORPOL dan Politisi mungkin akan “berpendapat lain”!!
Sebegitu besarnya harapan saya terhadap sebuah DIALOG, ma-
sih lebih besar kuatir saya, bahwa FKM terpaksa harus menye-
lesaikan PR ini di “luar rumah”!!! Itu di tingkat Nasional! Ba-
gaimana di tingkat Daerah???

From: BURUNGPOMBO@a...
Date: Wed Mar 28, 2001 1:31am
Subject: TNI & POLRI ( JIHAD JAWA ), HANCURKAN MALUKU

Pada tanggal 25 April 2001, akan terjadi suatu gerakan yang dijalankan oleh
segenap anak Bangsa Maluku ( Sarani dan Salam ) , akan mengibarkan bendera
empat warna sebagai ungkapan perasaan dari segala apa yang ditimpa
penderitaan selama dua tahun lebih ini, oleh Pemerintah dan TNI( Jihad JAWA)
di atas tanah tumpah darah kami Maluku Tercinta.

JOSHUA:
Pertama, sekali lagi saya jelaskan bahwa “saya TIDAK setuju”
dengan SUBJECT di atas!!! Menggeneralisasikan TNI/POLRI
dan JAWA adalah tindakan yang TIDAK bijaksana!!! Orang
akan memperoleh kesan bahwa “tuduhan dusta laskar laknat”
tentang “Kristen Ambon anti Jawa”, itu ada benarnya, padahal
itu TIDAK BENAR!!! Perjuangan kita untuk “mengangkat se-
mua fakta tentang kerusuhan Ambon/Maluku, akan terhambat!!
Lebih parah lagi, FKM akan mendapat “tambahan musuh” yg.
tidak perlu! Biarlah saya MOHON MAAF pada TNI/POLRI
dan orang JAWA, atas ucapan saudara saya ini!!!

Berikutnya, saya ingin memohon dengan HORMAT, namun
SANGAT, sedapat-dapatnya, URUNGKANLAH rencana pe-
ngibaran Bendera RMS di Maluku, 25 April 2001 mendatang!!
Kami masih berjalan terseok-seok karena “luka yang belum bi-
sa sembuh”, dan kami betul-betul ‘lelah dan kenyang’ dengan
kerusuhan ini!!! Izinkah kami untuk mengecap udara damai
ini barang sejenak, lepas dari rasa was-was, curiga, tegang dan
takut! Relakan kami untuk sejenak menikmati hidup, tanpa
harus meneteskan air mata untuk ‘korban dan korban’ yang se-
dianya bisa kita hindari!!! Sebenar-benarnya alasan dibalik
pengibaran bendera tersebut, di dalam kondisi Darurat Sipil se-
perti ini, tindakan itu akan dianggap “salah”, dan “nekad” pas-
ti memakan korban!!! Posisi kami sebagai “yang terhasut” di
dalam kerusuhan ini akan segera “didusta-balikkan” menjadi
“yang menghasut”!!! Selain itu, FKM tidak akan mendapat-
kan dukungan yang berarti, karena “kelelahan lahir - bathin”
yang masih meliputi warga Maluku, sementara Pela dan Gan-
dong masih belum seperti dulu lagi!!! Kengganan untuk ber-
hadapan lagi dengan “konflik baru”, dapat membangkitkan ra-
sa tidak senang terhadap FKM, atau malah menentang FKM!!
Warga Maluku akan bisa saling tuding sebagai “pengacau”
dan “pengecut”, lalu “saling pukul” karena terbawa emosi!!!
Sedapat-dapatnya, pilihlah modul perjuangan yang tidak me-
makan korban! Tolonglah pertimbangkan lagi!!?

Bisakah basudara yang menentang Pengibaran Bendera RMS,
HANYA menggunakan BUJUKAN kepada basudara yang se-
tuju??? Apapun juga, “katong masih basudara” kan???

BRIGJEN I MADE YASA:
SOURCE MANDIRI ONLINE
Date 2001-03-27
Pangdam: TNI Siap Tangani Isu RMS
March. 27, 2001 18:51:44 WIB
Reporter/Penulis: Izaac Tullalesy

AMBON, Mandiri - Pangdam XVI Pattimura Brigjen I Made Yasa menegaskan, TNI
siap membantu pihak Polri menangani gerakan separatis Republik Maluku
Selatan (RMS). Sebab, wacana RMS adalah perbuatan makar terhadap negara RI.
Pernyataan Pangdam menanggapi sinyalemen pengibaran bendera RMS pada 25
April 2001 mendatang. Isu ini bahkan ramai dibahas masyarakat di Maluku.

JOSHUA:
Jika Pangdam XVI Pattimura, mengkasifikasikan “rencana pe-
ngibaran Bendera RMS, 25 April 2001 mendatang, sebagai sua-
tu “rencana makar”, saya TIDAK bisa membantahnya di dalam
kerangkan NKRI “sekarang ini”!!! Tetapi jika Pangdam me-
ngatakan bahwa “wacana RMS adalah perbuatan makar terha-
dap negara RI”, 5I tahun yang lalu, saya harus katakan bahwa
“ucapan tersebut hanya didasarkan pada ‘Buku Sejarah Indone-
sia’, karangan orang “bukan Maluku”, yang dipelajari di seko-
lah-sekolah!!!

BRIGJEN I MADE YASA:
"Masalah pengibaran bendera RMS merupakan tugas dan tanggung jawab pihak
kepolisian untuk melakukan upaya-upaya antisipasi, tetapi pihak TNI pun
tidak tinggal diam dan akan selalu membantu langkah pihak kepolisian," ujar
Pangdam Made Yasa di Makodam XVI Pattimura, Selasa (27/3).

JOSHUA:
Saya berharap bahwa “upaya-upaya antisipasi” itu tidak hanya
berupa “penyebaran intelijen” dan “penyiapan pasukan anti ma-
kar”, tetapi juga melibatkan “usaha-usaha pencegahan”!!! Usa-
ha pencegahan ini dapat dilakukan melalui PENDEKATAN
atau DIALOG dengan pihak FKM!!! Situasi yang digambar-
kan sebagai “ramai diperbincangkan masyarakat”, juga dapat
digunakan di dalam usaha pencegahan, misalnya dengan meli-
batkan masyarakat di dalam DIALOG tersebut!!! Masalahnya
adalah, “Apakah Polda Maluku “sudah atau bersedia” melaku-
kan hal itu??! Jika belum atau tidak, apa yang bisa dilakukan
Pangdam untuk menginisiasi DIALOG tersebut???

BRIGJEN I MADE YASA:
Menurut Pangdam, bagaimanapun rencana pengibaran bendera dan sebagainya yang
menjurus pada tindakan makar sudah ada upaya-upaya dan aturan main dari
pihak Kepolsian untuk menangani masalah ini, dan kalau itu menyalahi aturan
main, berarti pihak Kepolisian akan bertindak sesuai dengan prosedur yang
berlaku.

JOSHUA:
Saya sedikit dibingungkan dengan istilah “aturan main” di sini!
Jika ‘aturan main’ itu punya Polisi, yang “menyalahi aturan ma-
in” itu siapa??? Sejujurnya, saya kuatir melihat “sikap” Kapol-
da Maluku, Brigjen Firman Gani!! Saya kuatir, yang dimaksud-
kan dengan “antisipasi” hanyalah berupa kegiatan “intip dan si-
kat”!!! Bagaimanapun juga, “mencegah itu jauh lebih baik da-
ri mengobati”!!! Tetapi saya belum melihat tindakan seperti yg.
saya lakukan terhadap FKM (minta pembatalan rencana terse-
but) di atas, baik oleh Polda Maluku, maupun oleh Kodam XVI
Pattimura!!! Ataukah, saya harus bertanya kepada PDSD-Malu
ku???

SOURCE MANDIRI ONLINE
"Hal yang sama juga terjadi saat pengibaran bendera di Papua dan Polisi yang
sangat berperan aktif untuk meredamnya, oleh sebab itu jika ada kekurangan
maka pihak TNI tetap mendukung dan siap siaga," jelasnya..

JOSHUA:
Saya berharap, semoga TIDAk terjadi “kembaran Kasus Waija-
ya II” terhadap warga Ambon/Maluku, yang pasti akan lebih ba
nyak Kristen-nya, 25 Apri mendatang!!! Jika tindakan represif
memang harus diambil oleh Polda/Kodam, saya berharap agar
PIHAK SIPIL yang menentang FKM, TIDAK dijadikan pendu-
kung tindakan Aparat!!! Sebesar apapun “kadar nasionallitas”
seseorang, keterlibatan “pihak sipil” harus DITOLAK!! Seba-
liknya, tindakan “antisipatif” PDSD-Maluku terhadap kemung-
kinan Pengibaran Bendera RMS tersebut, harus meliputi usaha-
usaha PENCEGAHAN terhadap “konflik internal warga Malu-
ku, pro vs. kontra” RMS!!!

SOURCE MANDIRI ONLINE
Made Yasa menjelaskan ada kegiatan yang pihaknya bisa turun langsung, dan
ada kegiatan yang tidak boleh turun langung. "Apakah hal itu (isu RMS,red)
oleh masyarakat dikatakan makar atau tidak, tetapi yang paling penting kita
harus tahu proses dan tata cara masyarakat menyelesaikan masalah dengan baik
dan benar," katanya.

JOSHUA:
Maaf, saya benar-benar tersesat di sini!!!

SOURCE MANDIRI ONLINE
Jangan sampai, lanjut Pangdam dikembangkan di Maluku suatu kegiatan kelompok
tertentu untuk menghakimi, menindak dan menyelesaikan masalah orang lain.

JOSHUA:
Saya percaya, “ucapan Pangdam” ini seharusnya diarahkan ke
“laskar gabungan alloh-iblis” itu!!! Jika FKM masuk kategori
“orang lain”, maka “lasgab alib” itu LEBIH orang lain lagi!!!!!
Atau, jangan-jangan si Izaac ini yang salah mengetik??? Masa-
kan bahasa untuk hal segenting ini, bisa kocar-kacir begini ???
Baiklah saya berhenti sampai di sini saja dulu, dengan menitip
pesan saya kepada PDSD-Maluku, sebagai berikut!!!

“Seberapa besarnya kesalahan atau makar FKM atau RMS di
dalam pengibaran bendera RMS, seandainya hal itu terjadi ju-
ga, saya berharap agar PDSD-Maluku bersikap sedikit lebih bi-
jaksana, sebab MAU ATAU TIDAK MAU, TINDAKAN PD-
SD-Maluku DAPAT MEMPERLAMBAT ATAU MEMPER-
CEPAT PEMBAHASAN MASALAH RMS PADA MAHKA-
MAH INTERNASIONAL”!!! Sudah terlalu banyak DARAH
mengalir sia-sia di dalam Negara ini, dan WAJAH kita amat
BURUK di dalam pandangan orang sedunia!!! Silahkan ber-
pendapat apapun terhadap saya, tetapi saya sudah mengata-
kannya!!!

Salam Sejahtera!
JL.

(selesai)

----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---