[INDONESIA-VIEWS] JOSHUA - RMS: Pernyataan dan Tanggapan (2)

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Tue Apr 03 2001 - 11:30:19 EDT


From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: RMS : PERNYATAAN DAN TANGGAPAN (2)
Date: Tue, 03 Apr 2001 12:32:21

RMS : PERNYATAAN DAN TANGGAPAN (2)
-------------------------------------------------------------

Salam Sejahtera!

TJAK APITULEY:
Karena itu, mantan anggota MPRS Tjak Apituley mengingatkan agar tuduhan
separatis hendaknya tidak diarahkan kepada FKM. Dia malah mengarahkan
tuduhan itu kepada pemerintah karena dianggap tidak mengeluarkan larangan
kepada FKM. "Mengapa pemerintah membiarkan Semy Waileruny lolos ke luar
negeri untuk mengkampanyekan disintegrasi?" ujar Apituley, bertanya-tanya.
Hal itu disampaikan Apituley menjawab pertanyaan Siwalima di Ambon, kemarin,
berkaitan dengan sepak terjang FKM yang menyurati Presiden dan Dewan
Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengembalikan kedaulatan RMS.

JOSHUA:
Ini yang orang Ambon bilang “MONGO-MONGO” (kebodoh-
bodohan)!! Tidak punya apa-apa untuk dibicarakan, lalu asal
BUKA MULUT!!!

TJAK APITULEY:
Dia juga mempertanyakan, mengapa PDS pusat maupun daerah masih belum
mengambil sikap, sementara gerakan FKM dinilai sudah terlampau jauh. "Ada
apa ini? Pemerintah kayaknya menginginkan disintegrasi Maluku," ujarnya,
menengarai.

JOSHUA:
Kira-kira, SIKAP APA yang harus diambil oleh PDS dan atas
dasar apa, Sdr. Apituley?? Sampai BATAS-BATAS mana sa-
ja, gerakan FKM itu TIDAK disebut TERLAMPAU JAUH?!
Pemerintah TIDAK menginginkan disintegrasi, tetapi ada SE-
SUATU yang terasa BERAT bagi Pemerintah!!! Mungkin saya
akan jelaskan SESUATU itu nanti!!!

TJAK APITULEY:
Apituley sendiri menyatakan setuju jika FKM melakukan gerakan moral untuk
memperjuangkan hak-hak masyarakat Maluku. Ya, "Saya lebih setuju kalau FKM
sebatas gerakan moral sebagai warning bagi pemerintah RI atas penderitaan
yang dialami masyarakat Maluku selama dua tahun dimana belum ada tindakan
nyata pemerintah untuk menyelesaikannya," katanya.

JOSHUA:
Apakah perjuangan MORAL FKM hanya akan meliputi HAK-
HAK Maluku SETELAH KERUSUHAN, ataukah SEBELUM
KERUSUHAN juga??? Apakah gerakan FKM sekarang ini
BUKAN suatu perjuangan MORAL???

TJAK APITULEY:
Lalu? "Kalau FKM minta mengembalikan kedaulatan, kedaulatan mana yang harus
dikembalikan?" tandas Apituley, bersemangat.

JOSHUA:
Ini Bung Tjak pura-pura BODOH atau memang BODOH???
Tadi katanya FKM melakukan KAMPANYE DISINTEGRASI
tetapi TIDAK tahu, mau DISINTEGRASI KE MANA?? Saya
tahu, Sdr. Apituley ingin mengatakan bahwa RMS itu TIDAK
BERDAULAT, tetapi dia TIDAK PUNYA ARGUMENTASI
PENDUKUNG!! Oleh sebab itu Bung Tjak berlagak BODOH
melalui pertanyaan “Kedaulatan yang mana”?? Lahir dan dibe-
sarkan dimana Nyong Tjak???

TJAK APITULEY:
Lebih jauh, ia mempertanyakan sikap pemerintahan Gus Dur yang terkesan diam
terhadap isu-isu disintegrasi Maluku yang terus mencuat di luar negari
belakangan ini. Menurut dia, bila pemerintah tidak melarang FKM maka hal itu
sama saja dengan pemerintah mengijinkan disintegrasi Maluku.

JOSHUA:
Ini TJAK APITULEY atau TJAK TANJUNG, atau AMIN APITULEY??
Apakah PEMERINTAH itu cuma GUS DUR sendiri? Eh Bung, PUNYA
RASA MALU HATI sedikit!!!

TJAK APITULEY:
"Mengapa dulu semasa Soekarno berkuasa, Presiden RMS Soumokil ditangkap,
tapi sekarang di masa pemerintahah Gus Dur malah FKM yang ingin
mengembalikan kedaulatan RMS dibiarkan. Bahkan, sampai Semy Waileruny bisa
lolos keluar negeri untuk mengkampanyekan disintegrasi Maluku," ujarnya,
kesal.

JOSHUA:
Sekarang saya bertanya lagi Bung Tjak!!! Mengapa SOEKARNO harus
MENANGKAP SOUMOKIL??? Jika Bung Tjak memang TAHU alas-
annya, APAKAH ALASAN itu SESUAI DENGAN HUKUM dan KEA-
DILAN, dan HUKUM atau PERATURAN yang MANA???

TJAK APITULEY:
Menurut Apituley, RMS sesungguhnya sudah tidak berkutik lagi sejak Soumokil
ditangkap tahun 1963. "Ini jelas terlihat bahwa ketika gembong RMS itu
ditangkap, perjuangan RMS berangsur-angsur tenggelam selama 50 tahun
terakhir. "Saat itu, Soumokil sendiri tidak pernah mengatakan, 'walaupun
saya mati tapi RMS tetap berjuang terus'. Saya mau tanya, apakah ada bukti
otentik bahwa saat Soumokil ditangkap dirinya berpesan bagi para pengikutnya
bahwa perjuangan RMS tetap jalan terus," ucap tokoh tua yang masih tampak
energik ini.

JOSHUA:
Sebaliknya, saya juga mau bertanya, “ADAKAH BUKTI OTENTIK BAH-
WA DR. SOUMOKIL MELARANG WARGA RMS UNTUK MELAN-
JUTKAN PERJUANGAN??? Kalau TIDAK menyuruh, dan TIDAK me-
larang, mengapa Bung Tjak berpikir bahwa perjuangan RMS HARUS di-
hentikan??? Logika miring model apa ini Bung Tjak? Orang boleh energe-
tik, tetapi harus pakai AKAL SEHAT dan HATI BERSIH!!!

TJAK APITULEY:
Menurut dia, selama 50 tahun terakhir, praktis tidak muncul gerakan
perjuangan kedaulatan RMS. "Lalu kenapa kini gelembung-gelembung RMS muncul
lagi dan pemerintahan Gus Dur diam saja. Kalau seperti ini, bukannya FKM
yang separatis, tapi pemerintah karena pemerintah seakan membiarkan NKRI ini
pecah," tandas Apituley, dengan nada kesal.

JOSHUA:
Sudahlah Sdr. Apituley!!! Jangan biarkan anjing dan babi makan HATI-
PAHIT itu habis, sampai MATI RASA terhadap GUS DUR yang sudah
begitu banyak didera oleh KEMUNAFIKAN dan KEBUSUKAN POLI-
CIKI bangsa ini!!! Anda sebenarnya mau apa Bung Tjak?? Coba saya
tanya, SELAMA MENJADI ANGGOTA MPRS MEWAKILI MALUKU
ALE SUDAH BUAT APA SAJA BAGI MALUKU??? Jangan marah ya
Bung Tjak, tetapi kalau tidak ada, MULAI SEKARANG, belajarlah untuk
TUTUP MULUT, kalau tidak punya apa-apa yang positif buat Maluku!!!

TJAK APITULEY:
Pada kesempatan yang sama, Apituley juga menyatakan sependapat dengan mantan
Bupati Maluku Tengah, Abdullah Soulissa, yang kini memimpin Yayasan Mesjid
Raya Al-Fatah, bahwa pemerintah memang masih kurang memperhatikan
penyelesaian konflik Maluku, sebagaimana dilansir harian ini sebelumnya.
"Selama ini, pemerintah bikin apa buat Maluku? Masih beruntung di jaman
Soekarno, ada tiga proyek mercusuar yang diberikan untuk Maluku, misalnya
FTA Unpatti, Dok Waiyame dan ada pabrik gula di Makariki, walaupun akhirnya
pabrik gula Makariki macet karena tidak dilanjutkan oleh pemerintahan
Soeharto," jelas dia.

JOSHUA:
SEMUA ITU TIDAK TERJADI DI DALAM 2 TAHUN TERAKHIR INI
BUNG TJAK!! SILAHKAN BERBURU KE JAKARTA SANA, PAKAI
ANJING PEMBURU, DAN KATAKAN PADA SAYA, BERAPA MEN-
TERI, JENDERAL DLL. ORANG MALUKU YANG BISA DICIUM SI
ANJING??? Su seng ada LEIMENA dan SIWABESSY lai, dong CU-
KUR katong barsih-barsih!!!

TJAK APITULEY:
Menurut dia, FKM muncul sebagai protes terhadap sikap pemerintah yang
membiarkan kerusuhan di Maluku terus berlangsung hingga menelan waktu cukup
lama dengan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit. Bahkan, ia berpendapat
bahwa perhatian pemerintah terhadap Maluku selama 50 tahun terakhir tidak
sebanding dengan potensi alam Maluku yang begini kaya. "Coba kita lihat,
pemerintah bikin apa untuk Maluku selama 50 tahun? Kan tidak ada. Padahal,
andil Maluku untuk Indonesia cukup besar. Lihat saja, Latuharhary, Alexander
Yakob Patty, AM Sangadji dan lain-lain. Begitu besar andil mereka untuk
NKRI. Tapi apa yang NKRI berikan kepada Maluku hingga membiarkan masyarakat
Maluku menderita seperti begini," keluh Apituley.

JOSHUA:
Perhatian memang SEBANDING dengan KEKAYAAN MALUKU, teta-
pi untuk DIKURAS HABIS, sementara orang Maluku, PELA dan GAN-
DONG , SALAM-SARANI DIHASUT SUPAYA SALING BUNUH!!!
ANJING SALAM dan ANJING SARANI BAKUPUKUL MANDI DA-
RAH, LALU DATANG ANJING LUAR BAWA LARI KATONG PU-
NYA TULANG!!! Pikir panjang baru bicara Bung Tjak, supaya jangan
katong palungku sudara sendiri, untuk dapat “tepuk tangan” penonton!!!

HEINTJE HITALESSY:
Pemerintah Berhak Nilai
Sementara itu, seorang intelektual muda Maluku, Hentje Hitalessy, SSos
berpendapat kontroversi soal manuver-manuver yang dilakukan FKM dalam upaya
mengembalikan kedaulatan RMS hendaknya diserahkan penanganannya kepada
pemerintah. Namun jika apa yang dilakukan FKM dipandang sebagai gerakan
moral, ia memandang perlu untuk diberikan dukungan. "Ya, kalau kita melihat
keberadaan FKM sebagai sebuah dukungan moral terhadap penyelesaian konflik
Maluku, maka sudah selayaknya kita memberikan dukungan moral.

JOSHUA:
TEPAT!!! Biarkan Pemerintah MENILAI dan menetapkan, SEKALI
UNTUK SELAMANYA tentang RMS!!!

HEINTJE HITALESSY:
Tapi kalau kita melihat FKM sebagai sebuah gerakan separatis, ini yang perlu
dipertanyakan. Nah, yang berhak untuk memberikan penilain bahwa FKM itu
merupakan sebuah gerakan separatis, itu siapa? Apa masyarakat ataukah
pemerintah?" ujar Hitalessy, balik bertanya.

JOSHUA:
Jika sudah diserahkan kepada Pemerintah, BIARKAN Pemerintah yang
MENYELESAIKANNYA berdasarkan HUKUM dan KEADILAN !!!

HEINTJE HITALESSY:
Prinsipnya sebagai masyarakat kita menginginkan Maluku ini diberikan sebuah
suasana yang terbaik. Dan ini merupakan harapan kemanusiaan masyarakat
Maluku. Jadi kalau kita mau melihat FKM dari sisi mengembalikan suasana
segar bagi persoalan Maluku ini, maka sudah saatnya kita memberikan
dukungan. Tapi kalau ada yang menilai FKM sebagai sebuah gerakan separatis,
ini yang perlu dibuktikan. Dan pembuktian ini jangan sampai menciptakan
polemik diantara kelompok masyarakat di Maluku.

JOSHUA:
PENYELESAIAN harus meliputi KOMITMEN Pemerintah, bahwa Ma-
luku TIDAK akan DIANAK-TIRIKAN lagi di dalam RUMAHnya sendi-
ri!!!

HEINTJE HITALESSY:
Biarlah penilaian terhadap keberadaan FKM, ini diserahkan kepada pemerintah.
Kalau menurut kacamata pemerintah, yang tentunya berdasarkan hukum positif
di negara ini, bahwa FKM merupakan sebuah gerakan separatis, silakan
pemerintah menentukan sikap. Dan ini sementara ditunggu oleh masyarakat.
Pemerintah sudah saatnya memberikan sebuah kepastian tentang keberadaan FKM.
Supaya jangan terjadi polemik di tengah-tengah masyarakat. Karena hal ini
bisa saja dijadikan isu sentral untuk memperpanjang konflik ini.
Sepanjang belum ada jawaban dari pemerintah tentang keberadaan FKM,
sebaiknya kita sebagai masyarakat kita menunggu jawaban dari pemerintah. Apa
memang FKM itu separatis atau tidak. Jadi saat ini jangan kita berpolemik
tentang keberadaan FKM. Kita serahkan kepada pemerintah, ujar Hitalessy
menyarankan.

JOSHUA:
Banyak-banyak terima kasih Bung Heintje!! Tuhan kiranya melipat-
gandakan KEBIJAKSANAAN dan KEBERANIAN UNTUK BERKA-
TA BENAR anda!!!

HEINTJE HITALESSY:
Meyinggung mengenai pernyataan FKM bahwa RMS sebagai sebuah negara merdeka,
dan memilki syarat sahnya suatu negara, Hitalessy mengatakan, "Dari sisi
hukum siapa yang berani memberikan penilain bahwa pernyataan FKM itu benar,
dan siapa yang berani menyatakan itu tidak benar. Tentunya penilaian ini
dari sisi hukum." "Kita sebagai masyarakat tentunya tidak memiliki
referensi yang jelas, kita tidak mempunyai kajian-kajian hukum yang jelas.
Dan menurut FKM mereka punya referensi tentang keberadaan RMS sebagai sebuah
negara yang merdeka. Kalau kita sebagai masyarakat mau meng-counter
pernyataan FKM, kita berada pada referensi yang mana. Untuk itu, sebaiknya
kita menyerahkan semua kepada pemerintah. Pemerintah yang berhak untuk
menjawab apakah klaim FKM terhadap RMS," papar Hitalessy. (fan/lis)

JOSHUA:
Sekali lagi saya tegaskan, SAYA SUDAH MUAK dengan tuduhan-
tuduhan TURUNAN PEMBERONTAK, TURUNAN PENJUAL NE-
GARA, ANJING BELANDA dan lain-lain seperti itu!!! Saya sudah
katakan, dan akan saya katakan lagi, bahwa BANYAK ORANG yang
AKAN TERSANDUNG, ketika mencoba MENYANGGAH PER-
NYATAAN FKM tentang RMS MELALUI JALUR SEJARAH dan
HUKUM INTERNASIONAL!!! Apapun juga, masalah RMS itu HA-
RUS DIPERJELAS SEKARANG!!! Kalau kami ini memang benar
TURUNAN PEMBERONTAK, katakan kepada kami, APA LAGI
YANG BISA MALUKU DAN ORANG MALUKU KORBANKAN
UNTUK MENYATAKAN BAHWA KAMI SETIA KEPADA NKRI!
Kalau kami memang benar BUKAN TURUNAN PEMBERONTAK,
katakan itu juga di depan umum, supaya KAMI BISA MELUDAHI
MULUT-MULUT yang masih mau mengatai kami seperti itu !!!
Sedikit-sedikit, RMS!!! Mau masuk AKABRI, “kamu RMS?” Mau
jadi Penjabat, “Kamu RMS?” Mau jadi Kepala Sekolah, “Kamu RM-
S?” Padahal, LAUT MALUKU DIKURAS, tanpa bertanya “Ini mi-
lik RMS?”!!! Yang seperti ini SUDAH HARUS DIHENTIKAN!!
DAN SEKARANG!!!

Salam Sejahtera!
JL.

(habis)

----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---