[INDONESIA-L] PEMERHATI BANGSA - Surat kepada Ogeb Auhsoj dan S. Baldi

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Thu May 24 2001 - 11:42:50 EDT


From: Pemerhati Bangsa
To: "Apakabar" <apakabar@radix.net>
Subject: Surat kepada bung Ogeb Auhsoj dan S. Baldi
Date: Thu, 24 May 2001

Bung Ogeb yth,

Sebelumnya mohon maaf jika tulisan saya sebelumnya demikian ofensif terhadap
anda, dan tidak aneh dan sudah resiko saya pun sedang menuai makian dari
anda. Let's call it even, ok?
Sebenarnya juga adalah hak anda menamakan anda sendiri (whatever the name
will be) di milis ini, seperti saya menamakan saya sendiri sbg Pemerhati
Bangsa.
Saya terobsesi turut menulis di milis Apakabar tercinta ini sewaktu banyak
melihat adanya ketimpangan politik di negeri ini. Politik kotor tak
berkesudahan, bahkan agama telah dipakai sbg tunggangan menuju kekuasaan dan
keserakahan jabatan dsb. Ya, saya boleh bermata sipit, tapi mudah2an saya
tidak berpandangan sempit utk tetap dapat mencintai negara dan bangsa ini.
Satu hal yg saya sarankan kpd anda, janganlah terjebak kpd sikap sinis thd
etnis tertentu jika awal diskusi permasalahan bukan berasal dari situ. Saya
pikir sikap beberapa netterspun sebelumnya juga persis seperti anda. Dari
diskusi agama, entah karena kesal atau kehabisan kata, merembet ke hal2 yg
berbau SARA. Tolong ini agar dapat dihindari. BUkan suatu kebiasaan yg baik
bila kita ujung2nya melakukan serangan berbau kesempitan etnis. We are not
going anywhere then.
Pemerhati Bangsa boleh bersalah, boleh berada di awang2 (tidak membumi) tapi
itulah saya seorang manusia biasa yg juga biasa melakukan kesalahan. Jangan
kesalahan saya (dari tulisan saya) lantas ditimpakan ke seluruh etnis yg
sama dgn saya. This ain't fair. Yg saya tahu, saya akan terus menulis di
mana dan di waktu yg saya bisa, utk memperjuangkan suatu kebenaran menurut
versi saya, yg tentunya tidak akan semua orang yg menerima atau setuju dgn
versi saya ini. Manusia boleh berbeda, utk itulah kita berjuang menyamakan
visi kemanusiaan. Itulah keindahan hidup di mana kita2 yg hidup di dalamnya
terdiri dari suku dan bangsa yg demikian kaya ragamnya. Dan kita harus
menerima keragaman itu termasuk keragaman beragama.
Dan tolong jangan menghakimi pikiran saya thd NKRI hanya berdasarkan satu
dua potong kalimat saja. Ini juga tidak adil. Saya sudah menulis bhw di hati
kecil saya (seperti sebagian besar massa PDIP dan orang2 yg cinta bangsa ini
seperti anda) saya berharap Indonesia tetap dapat mempertahankan
persatuannya (saya kan ngga perlu berpuisi ria utk menunjukkan cinta saya
kpd negara ini, iya kan). Timor Timur boleh lepas, yg lain jangan sampai
terlepas lagi. Tapi sayapun berpendapat (boleh khan berpendapat) bhw melihat
carut marutnya, morat moritnya, demikian besarnya korban teman2 kita di
Ambon baik Salam maupun Sarani (sampai sekarang), kita seharusnya mendoakan
mereka dan berharap suatu solusi yg terbaik buat mereka. Solusi dari yg
manis sampai yg terpahit, bahkan sampai Maluku merdekapun, jika itu dapat
menyelesaikan permasalahan mereka, kenapa tidak? Anda boleh dan berhak
membenci RMS, GAM, OPM dsb, tapi apakah hanya dgn membenci dapat
meyelesaikan masalah? Anda bersikap demikian berapi2 thd bung Joshua. Saya
takut (maaf ini adalah persepsi pribadi saya) bhw andapun setali tiga uang
dgn mereka2 yg memakai alasan RMS yg ujung2nya sebenarnya utk menggusur
orang2 kristen di Ambon sana. RMS adalah alasan yg dipakai Islam
fundamentalis utk menciptakan holy war nya thd umat kristen yg mereka kerap
sebut dgn umat kafir. Dan maaf kalau saya boleh bilang, apakah anda2 ini
telah berbuat yg sama thd GAM, misalnya? Sudah samakah sikap anda thd bung
Josh dgn FKM atau RMS yg anda terapkan thd GAM yg juga ingin memisahkan diri
dari Indonesia? Kalau belum sama, anda telah bersikap kurang adil thd bung
Josh dan perjuangannya. Anda juga sudah tidak adil thd orang Ambon muslim di
sana yg belum tentu senang dgn kehadiran laskar jahad di sana. Mohon
direnungkan sendiri.
Mengenai ketidak senangan anda jika saya mengatakan surat terbuka FKM telah
menampar muka Pemerintah kita, itu adalah hak anda. Suka atau tidak suka thd
FKM, yg saya bisa baca dari surat tsb adalah suatu openness dari suatu sikap
yg jauh dari sikap pura2. Pemerintah kalau memang tidak seperti yg
dituliskan dalam surat tsb harusnya menjawab juga dgn surat terbuka kepada
rakyat Indonesia. Tolong diadulah kebenarannya. Tapi kalau mengambil sikap
diam dan berlagak bego, berarti memang Pemerintah sekarang ini juga telah
menipu rakyat negara ini, negara saya dan anda juga (maaf, biar sipit, saya
tidak ragu mengakui ini adalah negara milik saya juga).
Mengenai kasus Bosnia (by the way, saya cukup flattered dgn banyak
diperhatikannya tulisan saya -- thanks), saya sudah nyatakan bhw kejadian yg
terjadi di luar Indonesia (yg sesungguhnya terjadi) banyak yg bias yg sampai
ke negara ini. Maklum, media massa di Indonesia ini dikuasai jaringan ICMI
yg demikian kuatnya (jaman Suharto dan Habibie). Pelan2 sekarang baru mulai
dibereskan Gus Dur (ingat kan Parni Hadi--bos Republika, the king of
provocateurs-- telah dicopot dari Lembaga Berita ANTARA digantikan sang
humanis Moh.'kang' Sobari). Sebelumnya, berita2 yg masuk ke negeri ini
demikian bias dan one sided dan cenderung sektarian membela kepentingan
tertentu. Termasuk Palestina. Kita sering disuguhi berita2 dan foto2 anak2
dan wanita PAlestina yg luka tertembak tentara Israel. Isi berita tentu
dapat ditebak membentuk opini kekejaman Israel. Dan bangsa ini menjadi
begitu agitated nya sehingga mereka tidak memakai nalar lagi pokoke
hancurkan Israel, hujat si setan besar dsb.
Kepentingan dan agenda AS di masalah Bosnia (kalau kita lihat dari sumber
media lain) tentunya dapat terdeteksi. Dan ini sudah dituai mereka dgn tetap
dihujatnya mereka dalam kasus PAlestina walaupun sudah berperan banyak
membantu rakyat Bosnia maupun membantu Kuwait dari cengkeraman tangan Irak.
Sangat politis, menurut saya utk turut men-judge kasus Bosnia. Jika memang
terjadi ethnic cleansing seperti yg dituduhkan selama ini, tentu itu kita
harus kecam dan condemn dgn keras. tapi itu sekali lagi, other nation's
domestic affair (we can never know what was happening then) dimana kita
lebih baik menjaga kenetralan kita. Saya tidak pernah mengatakan saya
percaya 100% tulisan si Branimir Milasevic (?), input dari beliau hanya
merupakan salah satu masukan sebagai check and balance mengenai masalah
Bosnia, terlepas dari pihak agama mana yg teraniaya. Namun seperti tulisan
saya sebelumnya, jika permintaan maaf saya mewakili rakyat Serbia yg telah
menganiaya rakyat BOsnia muslim dapat membantu menghapus kebencian anda,
please accept my sincere apology.
Utk closingnya, apakah saya stay as Pemerhati Bangsa atau Bangsat, itu hak
anda menilai. You have every damn rights to judge. Harapan saya, semoga
tulisan ini dapat merupakan rekonsiliasi atau penutup gap cara pikir di
antara kita.
Salam damai dalam Tuhan YME yg pengasih dari Pemerhati Bangsa.

Bung S. Baldi yth,

Terima kasih saya anda terus stay cool menanggapi tulisan2 saya yg most of
the time 'menyerempet' Islam dan praktek beragamanya. Saya cuma ingin
clarify, 'Tulis apa yg anda ingin tulis dan buat apa yg anda ingin buat'
tentunya berdasarkan suatu attitude atau itikad yg baik. Memang kalau kita
out of control menulis seenak udelnya kita, tentunya itu akan menyulitkan
kita sendiri berargumentasi bhw maksud kita adalah baik adanya. Ngga maulah
menuai badai, iya kan.
Bukan tidak mau akur, tapi benar2 kita tulus menulis utk wacana dan diskusi
saja. One thing for sure saya sangat mengamini tulisan bung Guru Pungga, bhw
Islam cenderung terlalu defensif dan kelihatannya takut (atau malu2) utk
diajak diskusi secara terbuka. Analoginya ttg pembantu RT kita yg bebas
berbicara dgn orang lain sangat mewakili semangat tsb. Saya berharap teman2
muslim dapat mengerti semangat ini. Kita mau diskusi terbuka adalah jauh
lebih baik daripada kita terus memendam suspicion kita yg akan kita bawa
terus sampai mati. Dan akhirnya hanya mengakibatkan kebencian turun temurun
berupa bom waktu yg dapat kita lihat dimanifestasikan dalam siklus waktu
tertentu, misalnya kerusuhan Mei 1998.
Kerusuhan Mei 1998 banyak merubah saya. Ini dimulai dari imbauan teman2 saya
yg mengajak saya aktif di TGPF dan LSM-LSM yg ikut menyelidiki kerusuhan
terbesar di dunia tsb (Guiness book record?). Walaupun saya akhirnya hanya
mendukung secara moril (tidak aktif di lapangan), tetapi usaha2 luhur yg
dilakukan teman2 saya (baik suku Chinese ataupun non chinese)telah turut
mendorong saya utk berbuat sesuatu yg dapat berguna bagi bangsa ini (utk
suku chinese maupun suku lainnya).
Saran saya utk bung S.Baldi, tolong jangan besar2kan perbedaan pribumi dan
non pribumi (sejarah bangsa demikian complex utk di-claim suku tertentu sbg
suku asli di Indonesia -- menurut saya), dan jangan dibesar2kan perbedaan
saling meng-claim iman yg benar dari versi agama masing2. (mohon maaf kalau
dalam diskusi output suatu praktek agama kadang2 dapat menyerempet ke
masalah iman). No, itu bukan substansi diskusi yg kita ingini. Jangan salah
paham kita ingin membuat Islam looks embarassed, namun yg patut kita
telanjangi adalah orang2 baik itu Islam ataupun kristen yg menunggangi agama
tersebut.
Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit pencerahan atas maksud dan
tujuan saya menulis.
Tuhan memberkati anda, bung S.Baldi.

PEMERHATI BANGSA

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---