[INDONESIA-VIEWS] JOSHUA - Mendebat Thamrin-PANhasut Ely

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Tue Jun 12 2001 - 16:20:56 EDT


From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: MENDEBAT THAMRIN "PAN-HASUT" ELY
Date: Tue, 12 Jun 2001 12:32:22

MENDEBAT THAMRIN “PAN-HASUT” ELY
-----------------------------------------------------------

Salam sejahtera!

Saudara-saudara sebangsa,
Hanya dengan sepintas mendengar bunyi “Thamrin Ely – PAN –
Republika”, saya sudah bisa menebak “isi beritanya” yang amat
jarang merupakan sesuatu yang ‘lurus’! Si Thamrin-PANhasut–
Ely ini adalah mitra dari “Suaedi Maresabessy”, sebagai pencetus
ide busuk ala “tembok berlin” bagi Maluku, khususnya Ambon,
untuk memisahkan kedua komunitas khususnya Salam dan Sarani!
Setelah menjadi terkenal lewat berbagai “hasutan berbisa” pada
periode awal kerusuhan, ternyata “juru hasut berbakat” ini masih
setia terhadap profesi haramnya ini.

Ketika mendapati kenyataan bahwa rumahnya di wilayah Kristen-
Manggadua, tidak digores oleh warga setempat, dengan mencucur-
kan air mata buaya, si Thamrin “PAN-hasut” Ely ini mengaku ke-
pada warga setempat bahwa “dia terpaksa menandatangani semua
“berita dusta“ dari Al Fatah, karena dia dan keluarganya diancam
akan dibunuh Al Fatah, jika menolak. Ternyata, orang ini adalah
salah satu “biang laknat” di Al Fatah! Mari kita telanjangi “pewa-
ris bakat Amin Rais” ini!!!

SOURCE: REPUBLIKA
Date: 2001-06-08
PAN MALUKU: KRISTEN AMBON DUKUNG RMS
Laporan: Soekirno Soekirno
Ambon--RoL--Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Maluku
menilai, secara politis umat kristen Ambon mendukung keberadaan Front
Kedaulatan Maluku (FKM) yang ingin mendirikan negara Republik Maluku Selatan
(RMS). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW PAN Maluku, Thamrin Elly,
saat menggelar konferensi pers di kantor PAN, Jum'at (08/06/01) sore.

JOSHUA:
Tanpa mempermasalahkan “benar-tidaknya” dukungan terhadap
FKM/RMS, orang “bijak dan lurus hati” akan mengerti bahwa
“tidak ada hubungan antara mendukung FKM/RMS dan memper-
panjang dan atau memperbesar kerusuhan! Sejak FKM berdiri,
sampai saat ini, seekor ayam-pun belum menjadi korban! Yang
terjadi selama ini adalah “kerusuhan biadab” yang menunggang
isu-isu FKM atau RMS dan Agama, walaupun pihak perusuh ini
belum pernah mengalami kerugian apapun karena FKM/RMS!!!
Si kambing yang berkandang di PAN ini tahu persis bahwa FKM
tidak berniat mendirikan RMS, karena RMS itu “sudah berdiri”!!
Junjungannya, si “profesor siluman” itu sendiri tidak becus untuk
membuktikan “ilegalitas RMS”, lalu membiarkan kambing-kam-
bing dungunya mengembik seenak perut untuk mengeruhkan sua-
sana!

SOURCE: REPUBLIKA
Penilaian Thamrin Elly tersebut didasarkan kenyataan di Ambon saat ini.
Menurutnya, sejak FKM mendeklarasikan kemerdekaan RMS pada tanggal 18
Desember 2000 hingga peringatan kemerdekaan RMS yang diikuti dengan
pengibaran bendera RMS pada tanggal 25 April 2001 lalu, tidak ada satupun
tokoh agama dan masyarakat, organisasi, lembaga gereja dan pegawai
pemerintah dari kalangan kristen yang menyatakan menentang keberadaan
FKM/RMS yang dipimpin Alex Manuputty.

JOSHUA:
Untuk mencekal batang leher ular beludak seperti ini, kita tidak
bisa hanya melihat apa yang dikatakannya sekarang, tetapi harus
merekam setiap pernyataannya. Salah satunya yang sempat saya
simpan adalah sebagai berikut:

SOURCE: HARIAN UMUM SIWALIMA
Date: 2001-04-23
6. "Jangan Banyak Komentar Soal Kibar Bendera RMS" Beli Merah Putih Dinilai
sebagai Ekspresi Cinta RI
Ambon, Siwalima - Ketua Fraksi Penegak DPRD Maluku, Thamrin Ely, SH kembali
buka suara. Kali ini, ia mengingatkan agar rumor pengibaran bendera
Republik Maluku Selatan (RMS) pada tanggal 25 April besok, langsung saja
ditanyakan kepada aparat keamanan. Pun, ditandaskan bahwa tidak ada alasan
untuk menaikkan bendera selain merah putih di Maluku. Ya, "Seharusnya anda
(wartawan-Red) tanya kepada pihak keamanan, karena mereka yang berwenang
untuk menangani masalah ini. Ya, jangan banyak komentar, tetapi kalau ada
bendera negara lain yang dikibarkan di negara ini, maka semua anggota
masyarakat punya kewajiban untuk membela negara ini," ungkap Thamrin Ely,
singkat dan tak mau berkomentar panjang lebar soal rumor pengibaran bendera
RMS.

JOSHUA:
Pengibaran bendera RMS adalah salah satu dari agenda FKM!
Coba perhatikan bahwa si penghasut ini “melarang orang” untuk
berkomentar tentang hal itu dan menyerahkannya kepada pihak
keamanan. Sekarang, dia malah menyalahkan orang karena tak
berkomentar, padahal tuduhannya ini sama sekali tidak beralaan!
Komentar yang identik dengan punya si “PAN-hasut” ini, malah
bias didapatkan dari pihak Kristen (tokoh), seperti berikut ini:

SOURCE: HARIAN UMUM SIWALIMA
Date: 2001-05-01
5. Mailoa Minta Jangan Terlalu Polemikkan RMS ; r Tindakan Hukum Kepada FKM
dan LJ Harus Seimbang ; Ambon, Siwalima
Himbauan Penguasa Darurat Sipil Daerah (PDSD) Maluku agar pers di Maluku
tidak memberitakan aktifitas Front Kedaulatan Maluku (FKM) mendapat
tanggapan positif dari Wakil Ketua DPRD Propinsi Maluku, John Mailoa. Dia
pun minta semua kalangan di Maluku agar jangan terlalu mempolemikkan masalah
Republik Maluku Selatan (RMS) yang hangat diperbincangkan sekarang ini.
"Himbauan PDSD itu merupakan solusi terbaik dan kita harus loyal dan taat.
Artinya, kita menghentikan bahasa-bahasa yang mengandung unsur provokatif,
tetapi kalau sepanjang berita itu faktual dan riil, itu tidak masalah dan
harus diberitakan karena masyarakat pun butuh informasi. Saya pun minta agar
masalah RMS ini jangan terlalu kita polemikkan lagi," tandas Mailoa di ruang
kerjanya di Baileo Rakyat Karang Panjang, Senin (30/4).

JOSHUA:
Tujuan si Thamrin-PANhasut-Ely ini memang sama benar dengan
John-Munafik-Mailoa, yaitu memperkecilkan arti perjuangan FKM
tentang “kebenaran RMS” yang tidak terbantahkan. Sementara yg.
satu bertindak untuk “cari muka”, si “kambing PAN” ini menunjuk-
kan kebusukan moralnya untuk menghasut umat yang juga sama
kambingnya dengan dia! John Mailoa malah tidak berhenti sampai
disitu, tetapi melanjutkan komentar “cari muka”nya dengan:

SOURCE: HARIAN UMUM SIWALIMA
Date: 2001-04-22
Mailoa: Tak Perlu Kibarkan Merah Putih

SEMENTARA itu, Wakil Ketua DPRD Maluku John Mailoa meminta masyarakat agar
tidak perlu menaikan bendera merah putih pada tanggal 25 April 2001 nanti.
"Hari itu (25 April-Red) tidak ada hari besar nasional untuk merah putih
dinaikkan. Jangan kita membodohi rakyat kita cuma karena merasa takut yang
berlebihan terhadap RMS," tandasnya. Hal itu disampaikan Mailoa kepada
Siwalima, Sabtu pekan lalu, berkaitan dengan pembelian bendera merah putih
oleh warga masyarakat yang rencananya dinaikkan pada tanggal 25 April agar
tidak kecolongan oleh ulah oknum-oknum yang berusaha memancing situasi
dengan menaikkan bendera Republik Maluku Selatan (RMS) didepan rumah mereka,
juga karena khawatir mendapat perlakuan kasar aparat keamanan. "Itu tidak
perlu," tegas Mailoa.
Lebih jauh, dia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu
terpengaruh dengan rumor pengibara bendera RMS. "Jangan kita dibodohi lagi.
Kalau ada yang coba-coba menaikan, orangnya harus ditangkap dan diproses.
Saya tidak setuju kalau isu ini membuat rakyat ketakutan. Saya yakin
sebagian besar rakyat tetap mencintai NKRI," tandasnya.

JOSHUA:
Anda juga boleh mencatat bahwa komentar “cari muka” ini di-
muat di dalam “media masa (Siwalima)” yang dituduh oleh se-
bagian “kambing beriman” sebagai “media Kristen-RMS”, yang
hanya membela gerakan separatis yang bertujuan memisahkan
diri dari NKRI!!! Siapa yang laknat sebenarnya??? Coba kita
teruskan dengan si PANhasut ini!

SOURCE: REPUBLIKA
Padahal, hingga saat ini, lanjut Thamrin, umat Islam dari semua elemen
dengan tegas menyatakan Muslim Ambon/Maluku menolak keberadaan FKM/RMS
karena organisasi tersebut merupakan gerakan separatis yang ingin memisahkan
diri dari negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kami memandang NKRI
adalah sudah final, sehingga tidak boleh ada lagi wacana yang ingin
mempermasalahkan negara kesatuan ini," kata Thamrin Elly, yang juga ketua
fraksi Pembela Negara Kesatuan (Penegak) DPRD Maluku.

JOSHUA:
Kita akan menguji “lidah ular beludak” dari si PANhasut ini,
dengan menyorot ungkapan “umat Islam dari semua elemen de-
ngan tegas”, dengan anggapan bahwa yang dimaksudkan adalah
“Muslim Maluku” saja!

SOURCE: MASARIKU NETWORK
Date: 2001-05-11
I. GESEKAN DALAM TUBUH KEKUATAN ISLAM MALUKU:
ANCAMAN ATAS REKONSILIASI ?
Semakin kondusifnya kondisi dan stabilitas keamanan di Ambon sebagai salah
satu pusat pergolakan konflik di Maluku ternyata masih menyimpan keraguan
setelah terjadinya gesekan antara 2 kekuatan muslim yakni antara kelompok
garis keras dan kelompok moderat. Kelompok muslim garis keran yang berlokasi
di kawasan Batumerah dan Galunggung (yang juga merupakan basis laskar jihad)
sejauh ini memilih pendekatan konfrontatif terhadap kelompok Kristen di
Ambon. Lain halnya dengan kelompok muslim moderat yang terlihat co-operatif
dalam memelihara situasi damai maupun menjalin kerjasama terbatas dengan
kelompok Kristen. Umumnya kelompok muslim moderat ini adalah warga muslim
Ambon/ maluku. Untuk kawasan pulau Ambon misalnya, kelompok moderat ini
datang dari desa-desa Muslim di jasirah Leihitu sedangkan secara sporadis
terlihat di pulau seram.

JOSHUA:
Jadi, menurut “lidah ular Ely” ini, ““umat Islam dari semua ele-
Men” itu, adalah sebagian “aliran garis keras”, dan tentunya pa-
ra “jahad haram jadah” yg amat gemar mengembik untuk meng-
klaim diri sebagai orang Maluku! Padahal, RMS itu adalah
“milik bersama Salam-Sarani” di Maluku, tetapi yang selalu di-
sangkali oleh “iman laknat” seperti punya si Thamrin Ely itu!!!
Hanya pendusta dan penghianat murahan yang mampu menolak
kenyataan seperti ini:

SOURCE: GEORGE J. ADITJONDRO
Date: 2001-06-07
ORANG-ORANG JAKARTA DI BALIK TRAGEDI MALUKU
Disertasi Richard Chauvel tentang pemberontakan itu (1990) menunjukkan
ketidakbenaran pelesetan 'Republik Maluku Serani', dan bahwa RMS bukan
bertujuan membentuk negara Kristen. Chauvel jelas-jelas membeberkan
bagaimana salah seorang pemimpin RMS yang diperiksa oleh TNI setelah
pemberontakan di Ambon berhasil ditumpas adalah Ibrahim Ohorella. Raja
(kepala desa) Tulehu itu malah menjadi tuan rumah rapat-rapat persiapan
proklamasi RMS, mengerahkan sebagian besar warga desanya untuk menghadiri
proklamasi RMS di alun-alun kota Ambon yang dihadiri sekitar 9000 orang, dan
memasok kebutuhan sagu senilai Rp 25 ribu (waktu itu) untuk makanan para
serdadu Angkatan Perang RMS sebelum Tulehu diduduki oleh TNI.

JOSHUA:
Tentu berbagai “bukti” di atas ini belum mampu mengeringkan
“liur berbisa si Thamrin-PANhasut-Ely”! Kita masih perlu me-
nembak langsung “di antara kedua biji mata ular” yang meliuk-
liuk liar seperti mata iblis. Perhatikan kedua kutipan di bawah
ini!!!

BADAN PEKERJA HARIAN SINODE GEREJA PROTESTAN MALUKU
S E R U A N ; Nomor:259/I/H.2/4/2001
Syaloom,
Kepada seluruh Pelayan Khusus dan Warga Jemaat GPM di mana saja berada :
Keempat : Menyikapi berbagai issue kemungkinan pengibaran bendera "RMS" pada
tanggal 25 April 2001 yang akan datang, maka kami menyerukan agar
saudara-saudara berusaha secara maksimal untuk mencegah setiap upaya
pengibaran bendera tersebut dan menginsyafkan setiap orang bahwa sikap dan
cara seperti itu bertentangan dengan Tata Gereja GPM dan kesepakatan
bergereja yang telah ditetapkan dalam Sidang Sinode ke-34 GPM yang baru
lalu.

SOURCE: CRISIS CENTRE DIOCESE OF AMBOINA
Date: 2001-05-03
2. ATTITUDE OF THE CATHOLIC CHURCH IN RELATION TO THE RMS/FKM Likewise the
Catholic Church – in this case represented by the Diocese of Amboina –
disapproves of any separatist movement or action in the Moluccas. The
Moluccan Protestant Church (GPM) has the same position.

JOSHUA:
Kedua pernyataan di atas sudah diketahui umum, dan malah saya
sudah menyempatkan diri untuk mengomentarinya!!! Jika si “li-
dah ular PANhasut” ini mengaku bahwa “dia belum dengar”, kita
coba hadapkan kenyataan yang berikut ini:

CRISIS CENTRE DIOCESE OF AMBOINA
Ambon, April 9, 2001
2. MUI PRAISES APPEAL BY GPM SYNOD About a fortnight ago the Synod of the
Moluccan Protestant Church (GPM) published and spread an appeal, to be read
in all GPM churches. Up to yesterday (Sunday) this letter was still quoted
and explained by the ministers in their churches. It contained an appeal to
the christians to refrain from any violence, even when provoked by certain
rumours or facts. It also denounced any separatist intentions. Any action
towards disintegration of the Republic of Indonesia would not be tolerated.
According to Siwalima daily, the secretary of the MUI (leading Islam Board),
Mr. Malik Selang, appreciated this appeal as an important step towards
reconciliation.

BERITA HARIAN UMUM SIWALIMA
EDISI: 9 APRIL 2001
Dukung Seruan GPM
Di tempat terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FPIM malah menyambut
gembira seruan menahan diri yang dikeluarkan BPH Sinode GPM yang langsung
mendapat respon dari Pokja MUI Maluku. Bahkan, diharapkan agar seruan itu
ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata. Kepada Siwalima di Waihaong, kemarin,
Ketua DPD FPIM, Usthad Husein Toisutta, SH mengatakan, "Saya melihat seruan
dari BPH Sinode ini untuk menanggapi secara langsung tentang FKM ini,pertama
untuk seruan menahan diri ini, baik sekali terhadap semua komponen dan bukan
saja seruan ditujukan terhadap umat Kristen tetapi itu juga umat
Islam harus waspada terhadap gerakan-gerakan yang tidak bertanggungjawab
seputar FKM ini." Hal ini disampaikan Husein Toisuta saat diminta
komentarnya terhadap seruan BPH Sinode GPM agar umat menahan diri berkaitan
dengan rumor pengibaran bendera RMS pada tanggal 25 April mendatang. Dia
menilai, seruan BPH Sinode itu merupakan sinyal bahwa Sinode GPM telah
melihat sepak terjang FKM seputar isu pengibaran bendera RMS. Dengan
demikian apa yang dilakukan oleh Sinode itu perlu kita responi secara
positif baik masyarakat Kristen maupun Islam." Dia menambahkan, "Pada
dasarnya kami dari pihak Muslim sangat berharap agar seruan ini jangan hanya
seruan belaka tetapi ada baiknya lagi jika Sinode dapat menekan FKM agar
dapat menghentikan gerilya-gerilya politik yang selama ini dijalankan agar
tidak meresahkan masyarakat." Alasannya, jelas dia, Sinode GPM dapat
melakukan penekanan-penekanan terhadap FKM seputar aksi-aksi mereka selama
ini. Dengan begitu, kata dia, ancaman keresahan dalam masyarakat akan pudar.
  "Sehingga jangan himbauan itu hanya sekedar seruan belaka, tetapi perlu
juga ditindaklanjuti," tandasnya. (S11)

JOSHUA:
Dengan kedua berita di atas, maafkan saya kalau saya gunakan
gaya kami di Ambon sini, untuk menyapa “si ular PAN-hasut”
dengan sapaan : “Hei Thamrin, ose memang binatang smerlap!!!”
“Anjing dan babi sudah makan habis empedunya”, sehingga dia
ini hanya ujudnya saja yang mirip manusia!!! Dengarkan kata-
katanya lagi!

SOURCE: REPUBLIKA
Thamrin juga menilai, para dedengkot FKM saat ini merupakan orang-orang yang
frustasi dan bermasalah. Alex Manuputty adalah seorang dokter aborsi.
Pimpinan Yudikatif FKM, Sammy Waileruny, adalah pegawai Depsos yang telah
dipecat. Sementara itu, Hengki Manuhutu (sekretaris), seorang dosen yang
frustasi karena gagal dalam pencalonan sebagai dekan sebuah Fakultas di
Universitas Pattimura (Unpatti). "Semuanya orang-orang yang frustasi,"
katanya.

JOSHUA:
Setahu saja, yang ikut “kompetisi” dekan Fak. Hukum Unpatti,
adalah “Henky Hattu” dan bukan “Henky Manuhuttu”!!! Yang
menentukan “siapa orang itu” sekarang adalah “siapa dia saat ini”,
dan bukan “siapa dia kemarin”! Apakah dr. Paing dan dr. Maricar
yang “menyutikkan obat anjing gila kepada laskar biadab” dan
“membantu proyek ratusan anak haram-Al Fatah” masih tetap jadi
dokter (kecuali Paing yang sudah di neraka)??? Jangankan untuk
tetap di DPRD, menjadi manusia normal saja “kamu sudah tidak
layak”!!! Dalam ujud, memang kamu masih manusia, tetapi di–
balik ujud itu, hanyalah moral ular beludak asuhan iblis laknat!!!
Beberapa kutipan di bawah ini akan lebih “meludahi wajah dusta-
haram kamu” itu, PAN-hasut Ely!!!

Source: CRISIS CENTRE DIOCESE OF AMBOINA
Date: 2001-05-17
Translation of an Interview on May 16, 2001, by Fr. Agus Laritembun with the
R.C.Bishop of Amboina (Moluccas), Monseigneur P.C.Mandagi MSC.
15. You mentioned the "Front Kedaulatan Maluku" as a separatist movement..
What do you mean by that?
* As for me, I do not agree with this FKM (Front of Moluccas Sovereignty)
and with its leader, Dr. Alex Manuputty. In this aspect I put Mr. Manuputty
on one line with Ja'far Umar Thalib. His attitude and actions create
disunion and separation. So he, too, is to be called a separatist, betraying
the nation, betraying the people of the Moluccas who opt for unity and
brotherhood, who want to live in peace. So I agree to the detention and
indictment of Alex Manuputty and his followers. Justice should done,
regardless of one's religion or conviction

SOURCE: AFP
Date: 2001-05-05
Indonesian Catholic church disassociates itself from separatists
JAKARTA, May 3 (AFP) - The Catholic church in Indonesia on Thursday
disassociated itself from a separatist group in the violence-torn Maluku
islands. "The Catholic Church, in this case represented by the Diocese of
Amboina (Ambon), disapproves of any separatist movement or action in the
Moluccas," a press release from the diocese received here said.
"The Moluccan Protestant Church (GPM) has the same position," the release
added, using the alternative spelling for the chain, also known as the Spice
Islands.

SOURCE: HARIAN UMUM SIWALIMA
Date: 2001-04-23
2. RMS Sudah Ditolak dalam Pesan Tobat GPM Thn 1960
Ambon, Siwalima - Polemik soal Republik Maluku Selatan (RMS) semestinya
ditinggalkan Salam-Sarani Maluku, lantaran berbagai tudingan pedas kepada
Gereja Protestan Maluku (GPM) dan umat Kristen adalah keliru besar. GPM
sungguh menyadari keberadaan RMS ditolak seluruh rakyat Maluku. Alhasil, GPM
ikut merespon penolakan seluruh rakyat Maluku melalui pesan tobat tahun
1960. Presiden RMS Dr Soumokil saat berada di Kairatu, ketika itu juga
menerima pesan tobat GPM. Penegasan ini disampaikan Pendeta Dr. Piet
Tanamal, kepada Siwalima, Senin (23/4) di Ambon. "Saya ikut mengantar pesan
tobat GPM ke Kairatu. Intinya bahwa pesan tobat yang diserukan GPM sebagai
ikrar menyahuti masalah-masalah di Maluku. Pokok pertobatan itu sebagai
usaha badan tertinggi gereja sinodal guna mengambil langkah berdiri sebagai
gereja Tuhan yang memberitakan kedamaian, keadilan dan masa depan masyarakat
dan bangsa Indonesia yang ada di Maluku," tandasnya.

JOSHUA:
Masih berbuih jugakah mulut iblismu itu “PANhasut Ely” yang
Jahanam??? Kamu tentu ingat “sanggahan” Drs. Tony Pariela,
MS, Dosen Unpatti, dan Drs. Robert Tutuhatunewa, MS, Dosen
UKIM-Ambon terhadap FKM dan RMS!!! Kedua tokoh ini ber-
agama “Kristen”, hei Kambing laknatulah Ely!!! Ini ada satu la-
gi dari mereka:

SOURCE: HARIAN UMUM SIWALIMA
Date: 2001-04-23
Sementara itu, Sekertaris DPD PDI Perjuangan Maluku, Drs. Bitto S. Temar
menyambut positif pengaktifan kembali pos kamling dan lakunya bendera merah
putih di pasaran. Itu, "Artinya ketika adanya isu mengenai sesuatu yang
berada diluar kerangka NKRI, dan masyarakat mulai ambil langkah antipasi
dengan membeli bendera merah putih sebagai salah satu simbol negara. Itu
merupakan bagian dari ekspresi kecintaan terhadap Indonesia," ungkapnya.

JOSHUA:

SOURCE: REPUBLIKA:
Keberadaan gerakan separatis tersebut, lanjut Thamrin, menjadi perhatian
serius dari partainya. Bahkan dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II PAN
Maluku yang akan digelar pada tanggal 28 – 29 Juli mendatang, pihaknya akan
membuat agenda khusus guna membahas keberadaan FKM/RMS. Selain itu, dalam
Muswil tersebut juga akan ditetapkan rekomendasi partai yang akan
disampaikan terhadap pemerintah, guna mempertahankan NKRI. "Kami tetap
menolak keberadaan gerakan separatis itu," katanya. Dalam konferensi pers
yang dihadiri pengurus PAN Maluku itu, Thamrin juga mengungkapkan, dalam
Muswil II nanti, pihaknya akan menghadirkan Ketua Umum PAN, Amin Rais, AM.
Fatwa dan Dr. Didik Rachbini.

JOSHUA:
Kalian jangan terlalu berlagak besar, sebab hanya karena ilmu
siluman si Amin Rais di dalam men-Drakula-i” politik Indone-
sia, maka kalian yang seperti sekelompok tikus basah pada sa-
at Pemilu, dengan “beberapa persen suara”, lalu bisa malang-
melintang merusuhi negara ini!!! Jangankan si “professor si-
luman hidung bengkok” dan si “Asal Makan-bego-Fatwa” dan
segala macam “Rahbini-Rahsuami”, tetapi kumpulkan semua
kecoak PAN kalian, lalu tantang FKM di dalam hal “Legalitas
RMS di dalam Hukum Internasional”!!! Ini sebuah tantangan,
kalau kalian bukan semacam pria impoten yang memelihara
kumis Jampang untuk menakut-nakuti anak kecil!!! Atau ka-
lian akan bikin semacam “rekomendasi otak kambing - bumbu
PAN”, tanpa ada dasar intelektualitasnya???

SOURCE: REPUBLIKA
Sementara itu, kepada sejumlah wartawan di kediamannya, Alex Manuputty
kembali menegaskan untuk tetap meneruskan keinginannya itu. Dia juga mengaku
tidak gentar menghadapi para hakim di pengadilan. Dia juga kembali
menegaskan kalau pernyataan Gus Dur yang menyatakan Maluku akan merdeka jika
dirinya mundur adalah benar. hel

JOSHUA:
Kalau terhadap Hakim saja dr. Alex Manuputty tidak takut, apa-
tagi terhadap sekelompok “kambing dungu” yang tidak tahu apa
yang mereka embikkan??? Jika kalian tidak punya “bakat bawa-
an sang profesor untuk “berdusta dan menghasut”, saya percaya,
seekor anjing kurap-pun tak akan sudi menyalaki kalian!!!

Salam Sejahtera!
JL.

----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----

---
RETURN TO Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---