[INDONESIA-L] TIGUN - Liciknya Orde Baru

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Mon Jul 16 2001 - 16:55:52 EDT


Date: Mon, 16 Jul 2001 12:50:13 -0500
To: apakabar@radix.net
From: Tigun Wibisana <tigun@scribble.com>
Subject: Liciknya Orde Baru.

Banyak sekali opini yang menggiring jatuhnya Presiden Wahid dan
keberangkatan Wakil Presiden Mega yang akan menggantikannya, yang
diluncurkan oleh kelompok bromocorah yang menamakan dirinya wakil
rakyat.
Namun tidak banyak orang yang menyadari, bahwa skenario ini adalah
sekedar akal-akalan kelompok bromocorah Orde Baru lingkaran Pataq
Waraq Suharto dan militernya yang telah siap kembali naik tahta
mengangkangi rekiblik hong wilaheng Indonesia ini.
Bahkan Megawati-pun tanpa sadar telah dijerumuskan habis-habisan oleh
kelompok ini, sebelum didudukkan di kursi kepresidenan, yang kemudian
nantinya akan dibanting habis-habisan.

Bukan hanya Pak Wahid saja yang dihabiskan saat ini. Tapi sebenarnya
juga mbakyu Megawati. Kedua pemimpin kita ini, saat ini diadu
habis-habisan. Yang berlepotan bukan hanya Pak Wahid. Tapi juga
Megawati. Tanpa Mega sadari, sebenarnya reputasinya telah dihabisi
oleh kelompok ini dengan mengembangkan image tentang bodoh dan tak
adanya pendirian yang tetap dari tokoh Mega ini.
Mega sengaja diombang-ambingkan oleh kelompok kos-kosan Or-De baru
yang di-indekost-kan ke dalam tubuh PDI-P oleh pasukan bodrex Orde
Baru, tanpa Mega sama sekali menyadarinya sedikitpun. Mega telah
terjebak habis.
Sengaja dibuat agar kelihatan tak berpendirian. Persahabatan antara
Mega dan pak Wahid dibuat sedemikian rupa, hingga mereka saling sakit
hati. Mega dibuat agar tidak menjadi Megawati lagi, melainkan hanya
sekedar nyonya Taufik Kiemas.

Nah, kalau sudah demikian, maka kelompok akar rumput pendukung Pak
Wahid dan pendukung Megawati, secara otomatis pasti juga akan saling
cakar-cakaran.
Nama NU, PKB dan PDI-P pun hancur secara tanpa mereka sadari. Lalu
tanpa kita sadari, kelompok bromocorah ini akan kembali
menghembus-hembuskan ke telinga setiap warga negara Indonesia dan
mengatakan;

"Tuh lihat ! Kelompok yang kalian unggul-unggulkan ternyata tak lebih
dari kelompok urakan dan suka berkelahi bikin keributan. Coba lihat
jamannya Golkar dulu. Khan nggak pernah ada ribut-ribut. Semua adem
ayem. Semua dapet kueh. Semua dapet kaos oblong kuning dan hidup
tentrem ayem makan nasi Gol-Kar.
Mana ada dari fraksi Golkar yang mulutnya urakan di DPR saat ini. "

Lalu betulkah Golkar dan militernya sekarang ini hanya diam saja,
sebagai murid yang duduk manis dibangku sekolah ???

Menurut orang Bombay, jawabnya adalah "nehi!!"

Buktinya mana ???

Lihat saja pembangkangan Bimantoro yang dibelakangnya adalah para
jendral TNI jaman Pataq Waraq yang giat menyalakan api kemenyan!

Lihat saja sepak terjang Akbar Tanjung yang menantang-nantang rakyat
yang ingin membubarkan Golkar yang berlumuran darah dan bergelimang
dosa.

Lihat saja Arifin Panigoro, bekas salah satu raja duit yang ikut
mendanai keuangan Golkar dulunya dan sekarang diselinapkan ke dalam
tubuh PDI-P tanpa ada orang PDI-P sendiri yang berani kutak-katik
salah satu bandit pemerkosa ekonomi ini.

Lihat saja Amien Rais pendiri ICMI yang dulu selalu dielus-elus
kelaminnya oleh Pataq Waraq Suharto, yang kini menyamar jadi Bapak
Reformasi karbitan.

Lihat saja, siapa-siapa yang selama ini teriak-teriak agar pak Wahid
turun dari kursi kepresidenan. Apakah mereka dulunya bukan dari
lingkaran Orde Baru ???

Lihat saja, apakah nasib mahasiswa yang membangkang dan ingin
menegakkan hukum bisa lepas dari sergapan tangan Polisi yang masih
menjadi tangannya Orde Baru!!!

Lihat saja cara mati Baharuddin Lopa !!!

Apakah semua yang terbeber di atas masih belum bisa menyadarkan kita
dari kelelapan tidur siang hari kita ini ???

Kawan-kawan seperjuangan !!!
Bangunlah dari tidur siang ini.
Nyalakan api revolusi dalam dadamu.
Mari kita angkat kepalan tangan kita tinggi-tinggi demi tegaknya
hukum di Republik Indonesia ini.
Demi hancurnya berhala Golkar, Orde Baru dan lingkaran militernya
dari bumi Nusantara yang harus kita selamatkan.
Jangan lagi percaya pada orang-orang yang selalu bicara; " Akulah
pendukung reformasi."
Merekalah justru yang sebenarnya adalah serigala yang siap menerkam
kita dari belakang.
Lupakan mimpi tentang reformasi.
Revolusi adalah jawaban bagi Indonesia saat ini.
Dan revolusi tidak harus berdarah-darah.

Kepada Pak Wahid dan Mahkamah Agung.
Kami akan berada dibelakang kalian, jika memang kalian berniat
betul-betul mau menebang Pohon Beringin tempat para iblis berkumpul.
Kami yang berada di luar pagar akan terus mendesak dunia
internasional untuk menyeret Suharto dan lingkarannya ke Mahkamah
Internasional atas segala kejahatan mereka selama 32 tahun lebih.

Merdeka !!!

New York Juli 2001.
G. Wibisana

----- End of forwarded message from Tigun Wibisana -----

---
HOMEPAGE: Mailing List & Database Center - <http://www.indopubs.com>
---