[L] JOSHUA - Mengapa Harus Berdusta (19)

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Mon Aug 06 2001 - 09:06:52 EDT


From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: MENGAPA HARUS BERDUSTA? (19)
Date: Mon, 06 Aug 2001 10:55:25

MENGAPA HARUS BERDUSTA? (19)
-------------------------------------------------

Salam Sejahtera!

Saudara-saudara sebangsa,
Kali ini kita berurusan dengan “laskar jahad” yang berlagak seba-
gai analis sosio-politik yang cerdas-cendekia! Mereka mencoba
untuk menjadi “pemerhati” nasib Muslim Indonesia, walau mere-
ka tak punya “hati-nurani” untuk itu! Jika punya, tentunya Mus-
lim Maluku “tidak dimakan mereka” pula! Yang mereka damba-
kan sebenarnya adalah “status” dan “kekuasaan”, yang tidak bisa
diwujud-nyatakan, jika tidak dengan cara “menunggangi Agam”!
Mari kita coba lucuti jubah putih penyilau mata tersebut, supaya
kelihatan aslinya!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Musibah Yang Bertumpuk ; Jakarta, Laskarjihad.or.id (03/08/2001)
Seiring dengan turunnya Suharto dari kursi presiden dan suka-citanya bangsa
Indonesia menyam-but reformasi, ada yang luput dari perhatian kaum muslimin
sebagai komponen mayoritas bangsa ini. Hanya sedikit yang menyadari bahwa
bergulirnya reformasi adalah dimulainya upaya peng-hancuran Umat Islam
secara besar-besaran.

JOSHUA:
Pemelintiran fakta dimulai! Seharusnya “angin ke arah Kristen”
bertiup pada “awal sampai tengah zaman rezim Soeharto”, dan
hal ini diakui (baca disunguti) berbagai pihak Muslim sebagai
“masa marginalisasi Muslim”! Mulai dari “pertengahan hingga
akhir rezim Soeharto”, “angin berbalik arah ke Muslim”, karena
Soeharto ingin tetap menanamkan “belalai pengisap nutrisi bumi
dan rakat negara ini” lebih lama, dan salah satu kukunya adalah
Islam! “Angin berubah menjadi badai”, setelah Habibie meng-
ambil alih tongkat estafet pemerintahan, bersama barisan “peng-
hijau”-nya, ICMI! Maluku adalah salah satu korban Soeharto-
Habibie melalui proses “penggundulan dan penghijauan”!!! Dari
bagian awal ini saja, kita hanya punya dua pilihan kategori kepa-
da “laskar jahad”, kalau tidak “dungu”, berarti “penipu”!!!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Kita masih melihat sampai kini bagaimana nasib kaum muslimin di Aceh,
Maluku, Kalimantan, dan Poso. Pembantaian masih terus berlangsung oleh
musuh-musuh Islam meski dibungkus de-ngan kalimat ‘Pertikaian antar etnis’,
‘Gerakan Separatis’, ‘Kecemburuan Sosial’ ataupun per-tengkaran antar anak
muda yang kemudian merembet menjadi pertikaian besar. Apapun nama-nya, yang
menjadi korban terbesar dari semua konflik yang terjadi adalah Umat Islam.
Dan ini tentu bukan merupakan suatu kebetulan. Ada benang merah yang menjadi
penghubung semua konflik di tanah air, bahwa itu semua memang gerakan yang
telah dirancang secara sistematis oleh musuh-musuh Islam.

JOSHUA:
Saya pikir saya pilih kedua kategori tersebut,“penipu yang dungu”!
Karena mungkin berpusat di Yogyakarta, maka semua masalah yg.
disebutkan di atas dicampur seperti “gado-gado dengan kuah yang
kental”, supaya mana daun singkong dan mana daun kangkung, ja-
di susah dibedakan oleh orang awam! Jika Kerusuhan di Maluku
memang benar adalah masalah “separatisme”, berarti “separatisme
Pela-Gandong, Salam-Sarani”! Separatisme di Aceh adalah “sepa
ratisme Muslim”! Benang merah “idiot”apa yang ada di antara ke-
dua persoalan ini, di dalam hubungannya dengan “pelaku penyeng-
sara umat Islam”? Menuduh “RMS-Kristen” sebagai kelompok
separatis penyebab kerusuhan Maluku, malah membuat “benang
merah mereka semakin terlihat lebih idiot”! Gado-gado dusta itu
tercampur demikian pekat, sehingga “Muslim Melayu Sambas” yg.
menyatu dengan “suku Dayak” (Kristen, Islam, Animis dll) untuk
menendang kepongahan suku pendatang Madura, tertutup dari ma-
ta orang awam! Inilah “racun” mematikan dari lidah si ular yang
menyaru dibalik jubah putih tersebut!

Mari kita asumsikan bahwa argumen “laskar idiot” ini benar, dan
Muslim dimana-mana memang “teribat konflik yang menyengsa-
rakan mereka”! Muslim berperkara dengan TNI/Polri di Aceh!
Muslim berperkara dengan suku Dayak dan Muslim Melayu di
Sambas! Muslim berperkara dengan suku Dayak di Sampit! Mus-
lim berperkara dengan penduduk Kristen Poso! Muslim berperka-
ra dengan warga Kristen Maluku! Apa memang settingnya seper-
ti itu, bahwa semua pihak tersebut “berbenang merah” untuk me-
nyusahkan Muslim? Ataukah Muslim memang “biang” perkara,
sehingga bentrok di mana-mana? Inilah akibatnya kalau pendus-
tanya orang dungu!!!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Di sisi lain, usaha untuk memusuhi dan menghancurkan Islam melalui
kristenisasi juga semakin gencar dan berani. Orang seperti Theo Syafei
ataupun Pendeta Suradi telah berani dengan terang-terangan menghina dan
menghujat Islam di muka umum. Meskipun reaksi dari Umat Islam cukup keras,
bahkan Suradi mendapat fatwa mati dari Forum Ulama Indonesia, toh ini tidak
membuat mereka surut. Keadaan ini makin diperparah dengan sikap pemerintah
yang nampaknya tidak memiliki kepedulian sama sekali untuk mengusut kasus
tersebut.

JOSHUA:
Lihatlah si “ular” berbalik arah!!! Sebenarnya yang ingin disam-
paikan itu apa? Di dalam suasana “konflik” di mana Muslim dika-
takan paling menderita, “kristenisasasi“ disusupkan, seakan-akan
“Muslim itu minoritas yang tertindas”, sehingga mereka bisa di-
intimidasi untuk masuk Kristen! Dalam hal “hina-hujat”, cobalah
masuk-keluar toko-toko buku dan lihat, apakah ada “buku Kristen
yang menghujat Islam”, ataukah “berbagai buku Islam yang meng-
hujat iman Kristen” dan “bebas diperjual-belikan”? Pada masa
rezim Soeharto-Habibie saja, sudah “ribuan Gereja” yang dirusak
dan dibakar, tanpa proses hukum sebagaimana mestinya! Jika fo-
rum Ulama bisa dan ‘berhak’ mengeluarkan “fatwa mati” bagi sia-
pa saja, “siapa yang sengsara sebenarnya”, pendusta dungu???

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Kabar terbaru gerakan Kristenisasi di Indonesia sebagaimana dimuat di Harian
Republika edisi 31 Juli 2001, sebanyak 100 orang Minang telah keluar dari
agama Islam dan menjadi Kristen. Mere-ka yang murtad itu, 80 orang menjadi
penginjil dan 20 lainnya menjadi pendeta.

JOSHUA
Adalah sikap yang amat tidak jujur jika dikatakan bahwa di dalam
negara hanya ada “usaha keristenisasi”, sedangkan “usaha islami-
sasi” tidak ada! Selama hal itu berjalan “tanpa ancaman, paksaan,
intimidasi”,atau hal-hal lain yang bertentangan dengan HAM, apa
salahnya? Masalahnya adalah, “Apakah HAM itu meliputi hak
setiap manusia untuk memilih apa yang akan diimaninya ataukah
tidak! Jika “kebebasan memilih” itu dijamin oleh HAM, semen-
tara pemilih melakukannya dengan sukarela, apa lagi yang perlu
diributkan? Lain hanya jika suatu kawasan Kristen seperti Pulau
Kesui yang “disunat karbitkan dengan sebilah silet bekas atau se-
buah piasu dapur secara masal, di bawah ancaman mati”! Ini baru
namanya “tindakan kriminal”! Lagipula, perhitungan 100 = 80
+ 20 di atas sepertinya terlalu dibuat-buat!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Menurut Sekjen Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (FAKTA), Abu Deedat
Syihab, MA, Sumatera Barat dan Jawa Barat merupakan target utama
Kristenisai. Untuk Sumbar, proyek Kristenisasi itu bernama ‘Kristenisasi
Andalas 2000’, dengan target 50% warga Minang Murtad. Sedangkan di Jabar,
proyek itu bernama ‘Yerico 2000’. Demikian berita di Republika.

JOSHUA:
Saya heran, sebab di pihak Kristen, saya belum pernah dengar se-
macam “forum antisipasi kegiatan penyesatan” (fakap), paling ti-
dak yang secara resmi didirikan! Yang saya tahu adalah sejenis
kegitan “bimbingan iman”, agar seseorang tidak mudah goyah!
Jika terjadi juga bahwa seseorang berpaling dari Iman Kristen, yg.
perlu dipertanyakan adalah “Seberapa efektif bimbingan tersebut”,
dan bukan serta-merta menyalahkan orang lain, selain jika hal itu
terjadi di bawah paksaan atau ancaman! Terbanyak kali pula,
walaupun “perindahan iman” itu karena ancaman, kami hanya bi-
sa “bersungut”, dengan harap dan mudah-mudahan sungutan ka-
mi terdengar “di telinga hukum”! Sayangnya, seperti kasus “Ke-
sui, Bacan, dll., sepertinya hukum yang berlaku di negara ini ada-
lah “hukum rimba mayoritas” yang sudah ketinggalan zaman!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Berita yang juga sangat mengejutkan Umat Islam Indonesia adalah rencana
James T. Riyadi, seorang konglomerat keturunan Cina (grup Lippo), yang ingin
mendirikan 1000 sekolah Kristen di desa-desa miskin di seluruh Indonesia.
Tidak bisa disangkal, rencana ini pun tidak lepas dari upaya Kristenisasi di
Indonesia. Dalam Mingguan Jurnal Islam no. 52/26 Juli 2001, rencana grup
Lippo ini menyebar setelah dimuat di Majalah Fortune terbitan Hongkong edisi
9 Juli 2001. Target yang ingin dicapai adalah memurtadkan Umat Islam
sebanyak satu juta dalam setahun. Dan usaha ini sudah mendapat dukungan dari
Pat Robinson, seorang Misionaris dunia.

JOSHUA:
Yang ini hanyalah semacam “niat busuk” untuk mendiskreditkan
warga suku Tionghoa, yang kebetulan Kristen, dan Pengusaha be-
sar! Yang akan mendirikan sekolah harus “mendapatkan izin” dari
Diknas, dan saya percaya, “tidak ada Diknas Lippo”! Jika kemu-
dian Diknas berpendapat bahwa 1000 sekolah itu perlu bagi dunia
pendidikan Nasional! Saya sendiri bersyukur dengan adanya tam-
bahan 1000 sekolah Kristen tersebut, supaya anak-anak Kristen bi-
sa memiliki “guru agama Kristen”, yang “sangat langka pada se-
kolah-sekolah Negeri”! Bagi yang “alergi” atau “takut”, hindari
saja sekolah-sekolah tersebut dan masuk Madrasah! Jika ingin
bersaing secara sehat, bikin lagi tambahan 1000 Madrasah! Sela-
ma di sana tidak ada paksaan atau ancaman, tidak ada tindakan
kriminal yang perlu diributkan! Persaingan yang sehat tidak mela-
wan hukum, tetapi memajukan bangsa!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Usaha kristenisasi yang tidak kalah gencar adalah dengan mengajarkan Islam
di sekolah-sekolah Teologi mereka. Seperti di Institut Teologi Kalimatullah
(ITK) di Jakarta, mata pelajaran agama Islam mendapat porsi yang cukup besar
disamping pelajaran agama Kristen sendiri. Pengantar Qur’an dan Hadits,
Sejarah Umum Islam, Bahasa Arab, Hukum Islam, Wanita dalam Islam, Teo-logi
Islam dan Kristologi dalam Islam merupakan mata kuliah yang diajarkan di
ITK.

JOSHUA:
Hal ini mirip dengan mempertanyakan “Mengapa SMU Kristen
belajar “aljabar” dan bukannya “matematika”, dan kenapa SMU
Islam belajar “matematika” dan bukannya “aljabar”! Tanyakan
si “Abu Deedat Syihab”, mengapa dia harus belajar “Theologia
nya Kristen”? Supaya bisa “mengartikan ayat-ayat Alkitab se-
enak perutnya sendiri, dan menyebarkan buah pikiran piciknya
untuk mendiskreditkan iman Kristen “tanpa sangsi hukum” apa-
pun? Tolong sampaikan buat “laskar kampungan” itu, bahwa
Universitas Islam di Kairo saja menerima mahasiswa Kristen dari
berbagai penjuru dunia untuk belajar tentang Teologi Islam! Jika
keberatan, mintakan saja Pemerintah untuk menyatakan bahwa di
Indonesia, “Segala Ilmu tentang Islam tidak boleh dipelajari oleh
yang bukan Islam”! Dalam sekejap, Pemerintah kita akan men-
jadi “bahan lelucon” dunia Internasional, karena “kekerdilan budi
dan akhlak” dari “laskar kampungan” ini!!!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Selain ITK, sekolah Teologi lain yang juga mempelajari Islam adalah
Apostolus. Bahkan dalam brosurnya, sekolah ini menyebutkan bahwa yang
menjadi pengajar ilmu-ilmu keislaman adalah dosen-dosen dari IAIN Syarif
Hidayatullah Jakarta. Diantaranya adalah Dr. Kautsar Noer, Dr. Amsal
Bachtiar, Edi Kusnadiningrat, MA, Ujang Thalib, MA, dan Muhammad Faruki,
Mag.

JOSHUA:
Kalau di dalam brosur tersebut dituliskan bahwa “Pendeta Joshua
L, yang akan mengajar Teologi Islam”, saya yakin, “laskar bego”
ini akan meraung-raung dengan wajah murka, sambil berjingkrak-
jingkrak dengan pedang di tangan untuk memprotes! Bukankah
wajar kalau “pengajar ilmu-ilmu keIslaman itu adalah Pakar yang
beragama Islam sendiri, “laskar pandir”?? Kalau memang brosur
itu memuat dusta, sudah lama para pakar tersebut mengajukan ban-
tahan mereka! Bisa memahami hal sepele ini atau tidak?

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Supaya Umat Islam menerima kehadiran mereka, simbol-simbol yang berkaitan
dengan Islam banyak mereka gunakan. Seperti adanya mahasiswi yang memakai
jilbab, banyaknya dosen yang memakai kopyah, dan sebagainya. Penggunaan kata
Kalimatullah, berdasarkan laporan FAKTA, juga merupakan usaha untuk diterima
Umat Islam. Nama itu diambil dari salah satu nama Yesus yang sudah dikenal
oleh Umat Islam, demikian laporan tersebut.

JOSHUA:
Mati-matian kalian mengidentikan Kristen dengan Yahudi, walau-
pun Kristen itu berbeda dengan Yahudi! Sebagian kalian meng-
klaim bahwa Kekristenan itu berasal dari “Timur”, dan bukan dari
“Barat”! Tetapi ketika warga Kristen mencoba menonjolkan segi
“ketimuran”, kalian sambut dengan kecurigaan dan protes! Kalau
mereka bersikap “Barat”, kalian kecam juga! Lalu kalian ini sebe-
narnya mau apa? Ketika kami katakan “Yesus Tuhan”, kalian bi-
lang “salah”! Lalu kami gunakan “Yesus Kalimatullah”, kalian
protes lagi! Dasar pandir yang tak punya pendirian, dan hanya
mencari-cari alasan murahan untuk menyembunyikan niat busuk
kalian!!!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Tujuan dari sekolah-sekolah tersebut adalah supaya Umat Islam menjadi ragu
dengan agamanya. Setidaknya, Umat Islam akan menganggap semua agama adalah
sama. Bila langkah ini sudah tercapai, maka langkah Kristenisasi berikutnya
akan lebih mudah. Hal ini disebabkan Umat Islam sudah tidak lagi memiliki
loyalitas (Wala’) terhadap agamanya dan menganggap semua agama benar (hilang
sikap Bara’nya).

JOSHUA:
Saya melihat adanya “Ketakutan yang cukup besar” di dalam se-
mua argumentasi ini! Sepertinya mereka “tidak yakin” dengan
apa yang mereka miliki, sehingga begitu rentan terhadap penga-
ruh cuaca luar! Sudah begitu banyak buku-buku dan selebaran-
selebaran yang “mendiskreditkan iman Kristen”, sudah sedemi-
kian gencarnya “usaha dakwah” dijalankan, tetapi kalian masih
takut juga, hai orang-orang yang mengaku “paling berimankan
Islam”? Mengapa kalian tidak percaya pada teori dan pernyata-
an si “Abu Deedat Syihab”? Bukankah kalian mengaku sebagai
“juru dakwah pembangkit semangat Muslim”? Berdakwalah!!!
Tetapi jika kalian memang hanyalah “penunggang Islam”, tentu
nya dakwah kalian tidak akan berisikan “kebenaran Islam” yang
menyejukkan umat, tetapi mengisi umat dengan “iri, dengki dan
dendam”, yang malah menjerumuskan umat! Jika tidak mampu
lagi, selain menebar dusta dan hasutan, “masuk karantina” saja!!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Nampaknya usaha ini sudah cukup berhasil, terutama di kalangan pemerintah
ataupun para elit politik. Sudah berapa ribu nyawa kaum muslimin melayang
baik di Aceh, Kalimantan, Poso, Maluku, Irian Jaya, Timor-Timur, dan daerah
lainnya, tapi tidak ada usaha yang serius dari para pemimpin negara untuk
mengatasi musibah tersebut. Mereka lebih tertarik mengurusi politik untuk
kepentingan sendiri daripada memikirkan umat.

JOSHUA:
Sekarang, si “ular” meliuk-balik lagi! Namanya juga ular, mana
bisa kita memperkirakan arah jalarnya? Setelah mencoba menipu
umat dengan “tindakan-tindakan Kristen, yang sebenarnya adalah
proyek mereka sendiri”, sekarang Irian Jaya dan Timor-Timur ma-
suk daftar mereka tentang “sengsaranya Muslim”! Padahal Presi-
dium Papua dan Timor Lorosae memiliki “Muslim di dalam daftar
Pimpinan mereka, seperti “Umar Santi” yang memimpin FKM Re-
gional Eropa! Laskar “pendusta” ini mengatakan bahwa elit poli-
tik dan Pemimpin Negara tidak memikirkan umat (Islam),padahal
saya “belum lupa pada wajah Amien Rais dan Hanzah Haz”, yang
merestui kebiadaban mereka di Maluku, di dalam “tabliq akbar”
di Jakarta sana! Tentulah tuduhan ini dialamatkan khusus kepada
Gus Dur, yang notabene adalah seorang Kiyai, dan juga seorang
Pemimpin Umat Islam, NU! Tidakkah terlihat bahwa “laskar
penipu” ini hanyalah semacam gerombolan berakhlak rendah yg.
menyaru di dalam sorban?

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Begitu juga dengan kaum muslimin, rasa solidaritas terhadap
saudara-saudaranya semakin tipis. Penderitaan kaum muslimin di daerah
konflik sudah sedemikian besar, namun sedikit sekali yang telah mau
memberikan bantuannya.

JOSHUA:
Jangan Percaya! Ini hanya semacam hasutan halus yang diarah-
kan kepada Muslim moderat yang tidak terkontaminasi olah “ra-
cun iman” mereka! Ujung-ujungnya pasti “fulus” juga!!! Siapa
yang akan membayar “teroris Afganistan yang dinegerinya sendi-
ri kelaparan”? Ini hanya baru satu contoh!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Umat Islam Indonesia memang sedang menghadapi musibah yang bertumpuk-tumpuk
dan berla-rut. Musibah diatas musibah, mungkin begitu keadaannya. Ekonomi
yang makin mencekik, pe-mimpin yang nggak ‘genah’ (ngajari kesyirikan,
kemaksiatan, egois), rusaknya moral masyarakat dengan tingginya media
pornografi, tingginya tindak kejahatan, hilangnya rasa aman, tidak
berja-lannya hukum, dan berbagai kesulitan hidup lainnnya nampaknya masih
akan menyelimuti Umat Islam Indonesia.

JOSHUA:
Mau tahu “musibah terbesar” yang melanda Indonesia saat ini, se-
lain dari “bangkitnya ORBA”? “Laskar biadab, perusuh dan pen-
jarah ini sendiri”!!! Jangan dengarkan omongan mereka, jika anda
inginkan yang benar! Datang saja ke Maluku dan lihat, “apakah
Muslim Maluku yang katanya dilindungi oleh “laskar jarah” ini,
sedang “berbahagia”, ataukah sedang “meringis dan ketakutan”!!!

DEWAN PIMPINAN PUSAT FORUM KOMUNIKASI AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH
Umat Islam tidak bisa berharap banyak pada pemimpin negara untuk mengatasi
berbagai musibah ini. Kebutuhan penyelesaian berbagai musibah bagi Umat
Islam sudah sangat mendesak, semen-tara pemerintahan yang baru ini akan
terus disibukkan dengan usaha-usaha memperkuat posisi dan kekuasaannya. Bila
stabilitas politik tidak kunjung membaik, bukan tidak mungkin pemerin-tahan
model Gus Dur yang tidak pernah memikirkan rakyatnya akan terulang lagi. Dan
bukan tidak mungkin pula keadaannya justru akan lebih parah. Tidak ada
jaminan bahwa bergantinya pemimpin akan membawa kehidupan yang lebih baik.
Sudah saatnya Umat Islam kembali. Kem-bali kepada agamanya dan
memperjuangkan sendiri nasibnya (berjihad). Bila sudah demikian, Insya Allah
kemulian akan diturunkan Allah. Allahu A’lam. (fat)

JOSHUA:
Ingat! “Kembali kepada kapada agama”, bukan berarti “masuk ke
dalam perangkap iman “laskar jahad” ini”! Mereka tidak lebih da-
ri “gerombolan penunggang Islam”, dengan tujuan akhir “kekua-
san dan fulus”! Sadarlah sebelum “isteri dan anak gadismu” mele-
lehkan liur mereka! Ini adalah pesan dari “basudara Salam” saya
di Maluku juga!!! Mereka “dimakan” juga, dari balik “jubah putih
dan sorban, dengan kedok “juru dakwah!!! Inilah sebagian dari
jawaban atas pertanyaan,

                “Mengapa harus berdusta?”

Salam Sejahtera!
JL.

----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----

---
HOMEPAGE: Lists, Databases, & Links Center - <http://www.indopubs.com>
---