[L] Kabinet Gotong Royong

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Fri Aug 10 2001 - 16:53:01 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0108/10/nasional/kabi06.htm

>Jumat, 10 Agustus 2001
   
                           KABINET GOTONG ROYONG
                                      
   Menteri Koordinator
   
   rat Menko Bidang Polkam
   
   Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949
   
   Pendidikan:
   - Akademi: Akabri 1973
   - S2: Master Management Webster University Missouri, AS
   
   Pekerjaan Terakhir:
   - Anggota DPR Fraksi Utusan Golongan 1999-2004
   - Menteri Koordinator Politik, Sosial, dan Keamanan (26 Agustus 2000-1
   Juni 2001)
   
   SAYA akan segera menormalkan kehidupan politik. Ke depan kita harus
   bangun kembali komunikasi dan relasi yang baik dan profesional di
   antara lembaga politik. Prioritas lain yang akan dilakukan adalah
   penegakan hukum dan penegakan kembali keamanan, ketenteraman, dan
   ketertiban, dengan melakukan perang terhadap kejahatan dan melakukan
   kampanye nasional untuk melawan kejahatan.
   
   Saya prioritaskan tiga aksi melawan kejahatan, yakni aksi mengatasi
   pengeboman, memberantas aksi teror, dan mengatasi kejahatan pembunuhan
   politik seperti yang menimpa hakim agung Syafiuddin Kartasasmita, dan
   ketiga, memerangi perampokan serta kejahatan jalanan.
   
   Selain itu ada tiga hal penting lainnya yang harus ditangani secara
   serius. Pertama, mencegah keretakan karena konflik komunal seperti
   yang terjadi di Poso dan Ambon. Kedua, memerangi kejahatan narkoba
   yang merusak generasi muda, dan ketiga, memerangi aksi-aksi
   destruktif.
   
                                    ***
                                      
   jpe Menko Bidang Perekonomian
   
   Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Rangkasbitung, Banten, 25 November 1939
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Ekonomi UI, 1964
   - S2: Master of Finance Administration, University of California,
   Berkeley, AS, 1966
   - S3: Doktor bidang Political Science
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk AS sejak 1998
   
   Saya ingin bergerak cepat pada strategi penciptaan lapangan kerja.
   Sungguh-sungguh, saya risau tiga tahun terbengkalai sehingga banyak
   rakyat Indonesia tidak melihat pekerjaan yang layak selama tiga tahun.
   Dia memberi contoh salah satu strategi itu adalah membangkitkan usaha
   swasta terutama yang bersifat padat karya.
   
   Saya juga ingin mempertimbangkan jenis pajak. Jangan sampai (pajak)
   membebani perusahaan yang justru menciptakan lapangan kerja, seperti
   mebel dan kerajinan tangan. Perbaikan ekonomi tidak mungkin dilakukan
   tanpa adanya investasi. Saya ingin proyek konstruksi jalan laut,
   prasarana udara mulai kita laksanakan kembali. Kalau tidak, kita tidak
   siap masuk AFTA yang sudah diambang pintu.
   
   Selama tiga tahun lebih, saya aktif ikut dalam tim negosiasi dengan
   IMF. Meskipun sesekali ada ketertundaan dalam melakukan kesepakatan
   dengan IMF, saya harapkan pemerintah dapat dengan cepat menyetujui
   langkah yang dapat diambil bersama dengan IMF. Saya harus kerja untuk
   itu.
   
                                    ***
                                      
   ags Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat
   
   Jusuf Kalla
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Watampone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan (1967)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kabinet Abdurrahman Wahid (29
   Oktober 1999-24 April 2000)
   
   Tujuan kita berbangsa dan bernegara ialah kesejahteraan rakyat
   (kesra). Akan tetapi, janganlah selalu memaknakan kesra itu dalam
   konteks bencana; gempa bumi, longsor, banjir dan gelombang
   pengungsian. Kesra yang saya maksudkan, jauh lebih luas dari itu,
   yakni membangun cita-cita berbangsa yang bermuara kepada kesejahteraan
   rakyat secara menyeluruh.
   
   Saya juga menekankan masalah kebersihan aparat, di lingkungan kerja
   Menteri Koordinator Kesra. Aparat yang korup, mengomersialkan jabatan,
   KKN, atau melakukan tindak kejahatan lainnya, tidak akan saya tolerir.
   Saya pun akan mengajak aparat menciptakan suasana kondusif, misalnya
   dengan meningkatkan solidaritas pada golongan ekonomi lemah.
   Solidaritas itu, misalnya, bisa berupa mengurangi kebutuhan sekunder
   dan tersier.
   
   Sangat tidak bijak mendorong aparat terjebak dalam kebutuhan selera
   tinggi. Pokoknya, tingkat luxuries harus dikurangi, agar ada semacam
   solidaritas bangsa. Bagi kalangan berkemampuan ekonomi tinggi dan
   mempunyai uang lebih, silakan menikmati hidup ekstra nyaman. Akan
   tetapi, mungkin ada baiknya tidak terlampau ditonjol-tonjolkan agar
   tidak menampakkan perbedaan mencolok. Kini terdapat hampir 40 juta
   penganggur. Di jalan-jalan raya di banyak kota, tampak sangat banyak
   pengemis, gelandangan, anak-anak telantar, anak-anak yatim dan
   sebagainya.
                        ____________________________
   
   Menteri Yang Memimpin Departemen
   
   ags Menteri Dalam Negeri
   
   Letjen TNI (Purn) Hari Sabarno
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Solo, Jateng 12 Agustus 1944
   
   Pendidikan:
   - Akademi: AMN 1967
   - S1: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 1994
   - S2: Magister Manajemen 1998
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR (1999-2004) Fraksi TNI/Polri
   
   SAYA sebagai pribadi dan salah satu unsur pimpinan majelis, mendengar
   pengumuman tadi sedikit merenung. Tetapi karena itu satu amanah, satu
   permintaan dari negara melalui presiden, saya sebagai individu yang
   berlatar belakang militer tidak pernah menawar sesuatu perintah atau
   tugas, sebab tugas dan perintahan itu adalah kehormatan. Tadi malam
   pukul 01.00 ditelepon Ibu Presiden, saya menyatakan ini satu
   kehormatan, amanah dari Allah SWT. Bahwa menjadi menteri itu tidak
   untuk enak-enakkan, tetapi mengemban tugas berat dan mulya.
   
   Pengalaman saya di Majelis di bawah pimpinan Ketua tentu menjadi modal
   yang sangat berharga di dalam saya masuk ke dunia eksekutif. Karena
   saya dari legislatif saya paham bagaimana harus berhadapan dengan
   legislatif. Waktu jadi Ketua Komisi II saya bertanya kepada Mendagri,
   tentu nanti saya yang akan ditanya oleh Ketua Komisi II.
   
   Soal visi ke depan, tantangan ke depan adalah adanya gejala
   disintegrasi melalui gerakan yang halus sampai terbuka. Harus kita
   pelajari kedalamannya apakah murni kepingin merdeka sendiri atau hanya
   sebagai satu move karena rasa keadilan politik, ekonomi, kesejahteraan
   yang kurang diperhatikan.
   
                                    ***
                                      
   bur Menteri Luar Negeri
   
   Hassan Wirayuda
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Tangerang, Banten, 9 Juli 1948
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Hukum UI 1971
   - S2: Harvard School of Law, Cambridge, Massachussetts, AS 1985
   - S3: Doctor of Juridical Science in International Law, Virginia
   School of Law Charlottesville, Virginia, AS 1987
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Dirjen Politik Departemen Luar Negeri
   
   Saya akan memberikan prioritas pada masalah politik luar negeri sesuai
   dengan yang telah digariskan GBHN dan kebijakan yang telah digariskan
   Presiden pada para anggota kabinetnya. Yaitu, melaksanakan politik
   bebas aktif, terutama dalam upaya memulihkan citra dan kepercayaan
   dunia luar kepada Indonesia.
   
   Saya terutama akan berusaha memagari disintegrasi dan tentu saja
   membantu pemulihan ekonomi. Untuk mengupayakan itu, antara lain akan
   dilakukan dengan mengecilkan dukungan dan bantuan internasional kepada
   kelompok separatis, mengecilkan dukungan internasional bagi usaha
   kemerdekaan salah satu wilayah RI, serta mempersempit ruang gerak
   kelompok separatis.
   
                                    ***
                                      
   ags Menteri Pertahanan
   
   Matori Abdul Djalil
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Semarang, Jawa Tengah, 11 Juli 1942
   
   Pendidikan:
   Fakultas Ekonomi sampai tingkat III Universitas Kristen Satya Wacana,
   Salatiga (1968)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Wakil Ketua MPR RI (1999-2004) dari Fraksi Kebangkitan Bangsa
   
   Program prioritas utama yang ingin menjadi fokus perhatian saya adalah
   menjaga integritas wilayah Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Terutama
   mempertahankan Indonesia dari bahaya disintegrasi.
   
   Saya juga ingin membina hubungan baik dengan TNI, karena akhir-akhir
   ini dikesankan seolah-olah telah terjadi dikotomi sipil-militer. Saya
   ingin menjembatani itu, hingga kecurigaan sipil terhadap institusi
   militer bisa mencair untuk kemudian bisa bekerja sama dengan baik
   dalam rangka menyukseskan agenda reformasi. Sekaligus ingin membentuk
   agar TNI bisa profesional dan berwibawa dalam tugasnya.
   
   TNI adalah sebuah institusi luar biasa. Dalam perang kemerdekaan,
   misalnya, mereka telah bersama rakyat berjuang merebut kemerdekaan.
   Yang terakhir sebagai contoh yang paling konkret, misalnya, dalam
   pertentangan elite-sipil yang berkepanjangan selama dua tahun ini
   saja-kalau tentara ingin mengambil momentum mengambil roda
   pemerintahan dengan cara kekuatan militer, ya itu gampang saja
   dilakukan-tapi itu kan tidak? Yang mereka lakukan adalah
   langkah-langkah terukur hingga proses demokrasi tidak terganggu,
   melainkan terbantu oleh peranan TNI yang terukur itu.
   
                                    ***
                                      
   rat Menteri Kehakiman dan HAM
   
   Yusril Ihza Mahendra
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Belitung, Sumatera Selatan, 5 Februari 1956
   
   Pendidikan:
   - S1: Jurusan Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UI 1983 Jurusan
   Filsafat Fakultas Sastra UI 1982
   - S2: Graduate School of Humanities and Social Science, University of
   The Punjab, India (1984)
   - S3: Institute of Post Graduate Studies, Universiti Sains Malaysia
   1993
   
   Pekerjaan Terakhir:
   
   - Ketua Umum Partai Bulan Bintang
   - Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (26 Agustus 2000-7 Februari
   2001)
   
   Hal yang perlu diprioritaskan penanganannya di Depkeh dan HAM adalah
   pembinaan pemasyarakatan. Jumlah narapidana saat ini meningkat pesat.
   Di sisi lain, tidak ada peningkatan yang memadai terhadap jumlah
   personel, fasilitas, serta prasarana pemasyarakatan.
   
   Pembenahan pemasyarakatan ini merupakan tugas yang terberat.
   Belakangan sering terjadi kerusuhan di penjara, misalnya di Lembaga
   Pemasyarakatan (LP) Cipinang. Karena itu, pembenahan pemasyarakatan
   tidak boleh ditunda lagi.
   
   Prioritas lain adalah menyelesaikan proses peralihan pembinaan hakim
   sepenuhnya ke tangan Mahkamah Agung (MA). Sesuai amanat Undang-undang
   (UU) Nomor 35 Tahun 1999, pengalihan pembinaan hakim sepenuhnya ke MA
   itu harus selesai tahun 2002. Untuk bidang lain, seperti
   perundang-undangan, administrasi hukum, dan imigrasi, masih akan
   membicarakannya lagi dengan Dirjen. Namun, persoalan itu tidak seberat
   persoalan pemasyarakatan.
   
                                    ***
                                      
   dnu Menteri Keuangan
   
   Boediono
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Blitar, Jawa Timur, 25 Februari 1943
   
   Pendidikan:
   - S1: Bachelor of Economics (Hons.), University of Western Australia
   (1967)
   - S2: Master of Economics, Monash University, Melbourne, Australia
   (1972)
   - S3: Doktor Ekonomi Bisnis Wharton School University of Pennsylvania,
   AS 1979
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Dosen Fakultas Ekonomi UGM
   
   Saya belum dapat mengatakan secara detail program kerja saya karena
   masih harus melakukan koordinasi dengan tim ekonomi. Namun demikian,
   saya akan menekankan perlunya perbaikan di bidang fiskal yaitu memberi
   perhatian kepada masalah kurs, suku bunga dan pertumbuhan ekonomi.
   
   Program jangka pendek yang harus dilakukan adalah menyelesaikan Letter
   of Intent yang telah disepakati sebelumnya serta mempersiapkan
   pertemuan Paris Club September mendatang. Paris Club ini merupakan
   salah satu pertemuan penting karena menyangkut anggaran 2002.
   
   Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan masalah hukum harus
   diselesaikan dengan kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia.
   Diharapkan pertemuan reguler antara tim ekonomi dapat dilakukan
   sehingga dapat melancarkan visi dan koordinasi.
   
                                    ***
                                      
   rat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
   
   Purnomo Yusgiantoro
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Semarang, Jawa Tengah, 16 Juni 1951
   
   Pendidikan:
   - S1: Institut Teknologi Bandung (ITB) 1974
   - S2: Fakultas Pertambangan University of Colorado, AS, 1986
   -S2: Ilmu Ekonomi University of Colorado, AS 1988
   - S3: Doktor ekonomi sumber daya alam University of Colorado, AS 1988
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (26 Agustus 2000-23 Juli 2001)
   
   Ada lima program yang menjadi prioritas saya. Kelima program itu
   adalah pertama, mempercepat pemulihan ekonomi terutama ekonomi makro;
   kedua, melakukan restrukturisasi sektor. Hal itu sangat perlu
   dilakukan mengingat makin tidak terbendungnya arus keterbukaan.
   
   Berkaitan dengan restrukturisasi sektor itu, saya kini tengah
   mempersiapkan lima rancangan undang-undang (RUU), yakni RUU Minyak dan
   Gas (Migas), RUU Listrik, RUU Pertambangan, RUU Energi, dan RUU Panas
   Bumi. Kelima RUU itu diharapkan selesai pada tahun 2004 sehingga akan
   bisa menjadi dasar bagi kebijakan di masa mendatang.
   
   Ketiga, melakukan restrukturisasi BUMN terutama yang ada di bawah
   Kementerian Energi dan sumber Daya Mineral. Misalnya, Pertamina dan
   PLN. Tujuan restrukturisasi BUMN itu adalah agar BUMN-BUMN tersebut
   bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
   
   Keempat, menangani kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) secara lebih
   tuntas dengan tujuan untuk menciptakan pemerintahan yang baik dan
   bersih. Program kelima Purnomo adalah mendorong terwujudnya otonomi
   daerah.
   
   Itulah obsesi saya selama ini dan yang akan saya laksanakan.
   
                                    ***
                                      
   ed Menteri Perindustrian dan Perdagangan
   
   Rini Mariani Soewandi
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Maryland, AS, 9 Juni 1958
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Ekonomi Wellesly College, Massachussetts, AS 1981
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Presiden Komisaris PT Semesta Citra Motorindo
   
   Yang paling utama dan paling krusial di bidang perindustrian dan
   perdagangan saat ini adalah menurunnya angka ekspor. Padahal kita tahu
   ekspor itu merupakan andalan kita untuk memperoleh devisa dan terkait
   dengan kegiatan dunia usaha yang berkaitan dengan gairah ekonomi dan
   lapangan kerja.
   
   Penurunan ekspor ini bisa dilihat dari dua sisi yakni persoalan di
   dalam negeri dan juga perekonomian dunia. Kita tahu bahwa perekonomian
   dunia mengalami kelesuan dan itu terjadi di negara-negara tujuan
   ekspor kita. Tetapi kita juga harus berani melihat apa yang terjadi
   pada kita sendiri.
   
   Saya akan mencoba memperbaiki tatanan industri dan perdagangan. Kalau
   penurunan ekspor itu terjadi karena persoalan bea masuk atau aturan
   yang tidak mendukung, tentunya kita harus memperbaikinya agar tidak
   terjadi hambatan dalam kegiatan ekspor.
   
   Satu hal lagi yang akan saya coba terapkan di Departemen Perindustrian
   dan Perdagangan serta di dunia industri dan perdagangan adalah good
   corporate governance. Saya akan berusaha membuat peraturan dan aturan
   main yang setransparan mungkin agar semua bisa melihat dan tidak ada
   seorang pun yang harus merasa dirugikan.
   
                                    ***
                                      
   Menteri Pertanian
   
   jpe Bungaran Saragih
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Pematang Siantar, Sumatera Utara, 17 April 1945
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Pertanian IPB bidang Sosial Ekonomi 1971
   - S2: North Carolina State University, AS 1977
   - S3: Doktor bidang Ekonomi North Carolina State University, AS 1980
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Pertanian (26 Agustus 2000-23 Juli 2001)
   
   Kita sudah merumuskan visi dan misi serta program dan kebijakan. Terus
   terang sejak sebelas bulan yang lalu kita curahkan tenaga dan pikiran
   untuk merumuskan itu. Oleh karena itu sekarang masanya untuk
   implementasi.
   
   Kita bersyukur ada kontinuitas dan konsistensi apa yang yang sudah
   kita pikirkan hingga sampai 2004. Sejak sebelas bulan yang lalu kita
   melakukan tiga hal, pertama kita "memadamkan kebakaran" yaitu
   persoalan yang mendesak kalau tidak akan berdampak jelek, kedua
   meletakkan fondasi untuk bisa melakukan pekerjaan yang lain, ketiga
   adalah belajar terus dan berbuat lebih baik.
   
   "Memadamkan kebakaran" itu maksudnya bagaimana kita mengamankan
   distribusi dan penyediaan pangan. Kita berusaha supaya harga tidak
   bergejolak. Kita melakukan itu dengan memanfaatkan mekanisme pasar dan
   mengatur supaya produksi, distribusi, dan konsumsi berjalan satu sama
   lain sehingga tidak ada gejolak harga yang mencemaskan.
   
   "Kebakaran" yang lain adalah soal harga dasar gabah. Kita berhasil
   memelihara harga dasar dan membuat harga pasar tidak jauh berbeda
   dengan harga pasar.
   
                                    ***
                                      
   rat Menteri Kehutanan
   
   Mohamad Prakosa
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Yogyakarta 4 Maret 1960
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Kehutanan UGM 1982
   
   - S2: MSc. in Forest Economics, University of Tennessee, Knoxville, AS
   1989
   - S3: Ph.D in Resource Economics and Policy, University California
   Berkeley, AS 1994
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Pertanian (29 Oktober 1999-26 Agustus 2000)
   
                                    ***
                                      
   rat Menteri Perhubungan
   
   Jenderal TNI (Purn.) Agum Gumelar
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Tasikmalaya, Jawa Barat, 1 Desember 1945
   
   Pendidikan:
   Akademi AMN 1968
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial dan Keamanan
   
   (1 Juni 2001-23 Juli 2001)
   
   Saya tidak kecewa karena artinya saya akan kembali melayani masyarakat
   dalam bidang transportasi dan hal itu merupakan amanah masyarakat
   dalam bidang transportasi yang harus dilaksanakan dengan baik.
   
   Saya akan melaksanakan tugas ini dengan senang hati, serta tanggung
   jawab yang penuh. Saya akan berusaha memperbaiki apa yang sudah
   dilakukan selama menjadi menhub. Saya tetap seorang prajurit dan harus
   siap ditempatkan di mana saja.
   
                                    ***
                                      
   arb Menteri Kelautan dan Perikanan
   
   Rokhmin Dahuri
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Cirebon, Jawa Barat, 16 November 1958
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Perikanan IPB 1982
   - S2: Program Pengelolaan Sumber daya Alam dan Lingkungan, IPB 1986
   - S3: Doktor bidang Ilmu Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah
   Pesisir dan Lautan, School for Resources and Environmental Studies
   Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Kanada
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Kelautan dan Perikanan (1 Juni 2001-23 Juli 2001)
   
   SAYA berharap untuk bisa membawa Departemen Kelautan dan Perikanan
   menyumbang devisa kepada negara dan memberi lapangan pekerjaan kepada
   masyarakat. Sekarang ini devisa yang bisa diberikan baru sekitar 1,76
   milyar dollar AS per tahun. Padahal Thailand saja mampu menyumbang 5,4
   milyar dollar AS dari sektor ini. Target saya, pada tahun 2004 sektor
   kelautan dan perikanan bisa menyumbangkan devisa sampai 10 juta dollar
   AS.
   
   Untuk itu saya menyiapkan empat program. Pertama, program pertumbuhan
   ekonomi kelautan dan perikanan dalam rangka meningkatkan devisa. Ada
   lima hal yang akan mendapat penekanan yakni: a) Pengembangan budidaya
   perikanan laut, payau, dan air tawar, b) Penertiban penangkapan ikan
   oleh kapal asing, c) Mendorong tumbuhnya industri penanganan pasca
   panen, d) Pendayagunaan pulau-pulau kecil, e) Pemanfaatan benda-benda
   purbakala di dalam laut.
   
   Program kedua adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,
   nelayan, dan petani ikan. Ketiga, pelestarian ekosistem laut,
   pulau-pulau kecil, dan perairan. Serta program keempat, meningkatkan
   wawasan dan etos budaya kerja bahari dari bangsa ini.
   
                                    ***
                                      
   dok JJ Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
   
   Jacob Nuwa Wea
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Flores, Nusa Tenggara Timur, 14 April 1944
   
   Pendidikan:
   Akademi: Akademi Ilmu Perburuhan Jakarta 1978
   
   Pekerjaan terakhir:
   Anggota DPR RI (1999-2004) Fraksi PDIP
   
   Ada tiga hal yang ingin saya capai, yakni meningkatkan kesejahteraan
   pekerja dan keluarganya; menegakkan supremasi hukum (dengan
   memperjuangkan dua Rancangan Undang-undang/RUU yaitu RUU Pembinaan dan
   Perlindungan Ketenagakerjaan serta RUU Penyelelesaian Perselisihan
   Industrial); dan menciptakan iklim damai, kesetaraan, dan kemitraan
   antara pengusaha dan pekerja.
   
   Oleh karena itu, saya mengimbau kepada para pekerja dan serikat
   pekerja janganlah mudah mogok kerja atau unjuk rasa. Sebaliknya,
   pengusaha harus jujur dan terbuka kepada pekerja mengenai untung rugi
   perusahaan.
   
   Menyinggung persoalan transmigran yang mengungsi, saya merencanakan
   memulangkan mereka ke daerah asal. Sebaiknya mereka kembali ke daerah
   semula (lokasi transmigrasi-Red), untuk itu saya sudah menghubungi
   Menhan dan Panglima TNI. Masalah utama yang mereka hadapi adalah
   masalah keamanan. Agar mereka dapat kembali, harus dibicarakan dengan
   Pemda dan masyarakat setempat dalam jangka waktu tertentu supaya para
   pengungsi tidak terkatung-katung nasibnya.
   
                                    ***
                                      
   asa Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah
   
   Soenarno
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Purwodadi, Jawa Tengah, 19 Mei 1942
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Teknik UGM 1967
   - S2: Amerika Serikat (1985)
   - S3: Fakultas Ekonomi IKIP Malang (1989)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Direktur Jenderal Sumberdaya Air, Departemen Permukiman dan Prasarana
   Wilayah
   
   Saya belum bisa menyampaikan banyak hal seputar tugas ini, sebab
   pelantikan baru akan dilangsungkan besok. Tetapi, satu hal yang mesti
   segera dikerjakan, adalah perbaikan sarana jalan yang hampir di
   seluruh Indonesia saat ini dalam kondisi rusak.
   
   Prasarana jalan yang mesti dibenahi, adalah jalan di kawasan Sumatera,
   baik lintas Barat, Timur, dan Tengah, jalan kawasan Pantai Utara
   Jateng, serta jalan di Indonesia Timur, terutama Irian Jaya. Persoalan
   pengairan pun harus mendapat perhatian penuh, terlebih akhir-akhir ini
   kekeringan mulai mencuat.
   
   (Saat Presiden Megawati Soekarnoputri mengumumkan susunan Kabinet
   Gotong Royong, Soenarno yang diangkat sebagai Menteri Permukiman dan
   Prasarana Wilayah (Menkimpraswil) tengah berada di Solo (Jawa Tengah)
   mempersiapkan pernikahan anak keduanya. Dia mengakui, dihubungi
   Presiden dan diminta menjadi Menkimpraswil menggantikan Erna Witoelar
   pada hari Rabu malam, sekitar pukul 20.00 WIB).
   
                                    ***
                                      
   rat Menteri Kesehatan
   
   Achmad Suyudi
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Bondowoso, Jawa Timur, 11 April 1941
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Kedokteran UI 1972
   - S2: School of Health Services Management, The University of New
   South Wales, Sydney, Australia
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Kesehatan (29 Oktober 1999-23 Juli 2001)
   
   Masalah yang mendesak untuk dilakukan adalah meningkatkan akses
   penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, karena mereka tidak
   mempunyai kemampuan untuk membiayai sendiri.
   
   Anggaran pemerintah untuk kesehatan seharusnya difokuskan untuk
   membiayai pelayanan kesehatan bagi orang miskin dan pelayanan
   kesehatan masyarakat yang bersifat public goods seperti pemberantasan
   penyakit menular, imunisasi dan sebagainya.
   
   Orang yang mampu seharusnya membiayai sendiri pelayanan kesehatannya.
   Tidak seperti saat ini, mereka masih menikmati subsidi pemerintah,
   misalnya lewat biaya operasional rumah sakit, subsidi obat dan
   sebagainya.
   
   Saat ini pemerintah cq Depkes sedang mengembangkan sistem pembiayaan
   kesehatan berupa Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM) dan
   berupaya agar Rancangan Undang-undang JPKM segera diterima dan dibahas
   DPR.
   
   Membayar pelayanan kesehatan dengan sistem out of pocket sudah tidak
   bisa dipertahankan lagi, sudah kuno. Kalau orang harus dioperasi
   jantung, biayanya Rp 60 juta, bisa habis seluruh hartanya. Harus ada
   sistem di mana masyarakat menabung bersama untuk biaya kesehatan,
   setidaknya untuk pelayanan kesehatan dasar. Yang sehat membantu yang
   sakit, yang muda membantu yang tua.
   
                                    ***
                                      
   arb Menteri Pendidikan Nasional
   
   Abdul Malik Fadjar
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Yogyakarta, 22 Februari 1939
   
   Pendidikan:
   - S1: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Malang, 1972
   - S2: University of Florida, AS 1981
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan
   
   (23 Mei 1998-29 Oktober 1999)
   
   (Saat Presiden Megawati Soekarnoputri mengumumkan menteri dalam
   Kabinet Gotong Royong, Malik Fadjar sedang mengajar dalam kelas di
   IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berita terpilihnya menjadi Menteri
   Pendidikan Nasional ia dengar dari radio).
   
   Masalah paling mendesak adalah bagaimana segera mewujudkan pendidikan
   yang lebih memanusiawikan orang. Pendekatannya lebih humanislah, yaitu
   ada keseimbangan antara head (rasio), heart (perasaan) dan hand,
   tetapi semuanya harus saling bersinergi, melibatkan keseluruhan unsur
   tidak jalan sendiri-sendiri.
   
   Sekarang, pendekatan yang digunakan dalam dunia pendidikan kita masih
   lebih birokratik, monopolisme sehingga menyesakkan dada. Belum
   menumbuhkan suasana demokratis dan memberikan kebebasan hak asasi
   manusia. Nanti akan dicari cara bagaimana untuk mewujudkan keinginan
   tersebut.
   
                                    ***
                                      
   aic Menteri Sosial
   
   Bachtiar Chamsyah
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Sigli, Aceh, 31 Desember 1945
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area 1997
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR (1999-2004) Fraksi PPP
   
   Saya merasa tugas ini berat, tetapi mulia. Artinya, tugas ini adalah
   tugas melaksanakan amanat UUD, tugas kemanusiaan, dan tidak ada
   profitnya. Oleh karena itu, saya membayangkan yang akan saya lakukan:
   pertama, departemen harus dibangun kembali setelah dibubarkan oleh
   pemerintah terdahulu. Soal caranya, saya harus berkoordinasi dan
   bekerja sama dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN).
   Kedua, menyelesaikan masalah-masalah menyangkut pengungsi yang hidup
   di barak-barak atau tenda-tenda. Kehidupan mereka kan tidak pasti dan
   suram. Ketiga, masalah yang menyangkut bencana-bencana alam yang
   menimpa rakyat. Keempat, persoalan yang muncul akibat krisis seperti
   anak yang pendidikannya terputus dan anak jalanan.
   
   Ini benar-benar kerja berat. Apalagi saya menyadari bahwa Anggaran
   Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang defisit. Artinya, saya
   menghadapi tantangan.
   
   Gambaran penyelesaian yang akan saya laksanakan adalah, menjelaskan
   kepada berbagai pihak, yaitu orang-orang yang dapat dikatakan
   kelebihan harta, bahwa ini adalah masalah bangsa. Ini adalah masalah
   kita. Ajak mereka dan kalangan LSM untuk menanggulanginya. Apabila
   semua potensi di dalam masyarakat diajak, kerja berat akan menjadi
   ringan.
   
                                    ***
                                      
   dok PB NU Menteri Agama
   
   Said Agil Husin Al Munawar
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Palembang, Sumatera Selatan, 26 Januari 1954
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Syariah Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia 1979
   - S2: Fakultas Syariah Universitas Ummul Qura Makkah, Saudi Arabia
   1983
   - S3: Fakultas Syariah Universitas Ummul Qura Makkah, Saudi Arabia
   1987
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Direktur Program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta
                        ____________________________
   
   Menteri Negara Yang Tidak Memimpin Departemen
   
   rat Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata
   
   I Gde Ardhika
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Singaraja, Bali 15 Februari 1955
   
   Pendidikan:
   Akademi Perhotelan Nasional Bandung 1967
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (26 Agustus 2000-23 Juli 2001)
   
   Pariwisata kita sudah mempunyai rencana strategis sebagai penjabaran
   dari Program Pembangunan Nasional (Propenas). Rencana itu sudah kita
   bahas dengan daerah hingga sudah jadi acuan rencana kerja 2002.
   Program pokok dan rencana kegiatan sudah bisa mengikuti dengan rencana
   itu. Pada dasarnya tidak ada perubahan.
   
   Wisatawan mancanegara merupakan tolok ukur keberhasilan pariwisata,
   termasuk di dalamnya pengeluaran rata-rata per hari mereka.
   Perbandingan arus wisatawan bulan Januari hingga Mei tahun ini
   dibanding tahun lalu sudah naik enam persen dari tiga pintu masuk.
   
   Soal travel ban dalam arti pelarangan tidak ada, yang adanya hanya
   imbauan. Itu hanya terbatas untuk daerah yang ada gangguan keamanan
   seperti Aceh, Kalbar, dan Maluku. Harapan saya dalam tahun ini bisa
   digunakan untuk titik balik sektor pariwisata. Istilah kami dari arah
   normalisasi ke arah ekspansi. Saat ini tengah menuju normalisasi. Arah
   ekspansi diharapkan pada tahun 2002 dan 2003.
   
                                    ***
                                      
   aic Menteri Negara Riset dan Teknologi
   
   Hatta Radjasa
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953
   
   Pendidikan:
   - Fakultas Perminyakan ITB 1973- 1980
   - Studi Pembangunan ITB (sejak 1998)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR RI (1999-2004) Fraksi Reformasi
   
   Hal utama yang akan saya lakukan adalah melaksanakan transformasi agar
   riset dan teknologi dapat lebih terpola dan komprehensif sehingga
   langsung menyentuh perekonomian rakyat. Jadi, tidak hanya melakukan
   percobaan-percobaan dalam skala riset, tetapi dalam skala laborat yang
   bisa langsung diserap dan dimanfaatkan. Selama ini kan ristek identik
   dengan pesawat terbang, enggak benar itu. Masih ada hal-hal lain yang
   dapat digarap, yang lebih bermanfaat bagi masyarakat dan tidak
   memboroskan energi.
   
   Saya rasa, ada ratusan tenaga andal di bidang teknologi yang hingga
   saat ini kapasitasnya baru dimanfaatkan dua puluh persen. Harus ada
   terobosan-terobosan yang mereka lakukan, misalnya mengubah batu bara
   menjadi minyak.
   
   Oleh karena itu, saya ingin memaksimalkan kemampuan tenaga-tenaga ahli
   tersebut dengan menjalin komunikasi intensif dengan kalangan industri.
   Sebenarnya, LEN (Lembaga Elektronika Nasional-salah satu badan di
   bawah Menristek) sudah mampu menciptakan produk yang tidak kalah
   dengan produk impor. Namun, dalam hal pajak, justru produk impor yang
   lebih banyak mendapat kemudahan. Untuk itu saya akan berusaha
   memperjuangkannya.
   
                                    ***
                                      
   ags Menteri Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah
   
   Alimarwan Hanan
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Uludanau, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 12 Maret 1947
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, Palembang (1984)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Sekjen DPP PPP (1998-2003)
   
   Saya belum bisa berbicara apa-apa. Saya akan mempelajari dulu
   permasalahan-permasalahan di kementerian ini. Untuk seminggu ke depan,
   saya akan menjadi "murid" yang baik dengan mendengarkan penjelasan
   dari deputi-deputi.
   
   Apa yang baik yang telah dilakukan Pak Zarkasih Noer akan kita
   teruskan. Yang masih kurang akan kita tambah. Yang bengkok akan kita
   luruskan. Setelah kita identifikasikan, barulah saya dapat melakukan
   apa yang semestinya.
   
   Secara khusus, saya juga berjanji akan memberi perhatian terhadap
   pengelolaan, penggunaan serta pengawasan dana kompensasi yang
   ditujukan kepada koperasi dan sektor UKM. Kita betul-betul akan
   melaksanakan agar dana kompensasi itu dapat sampai ke rakyat berhak.
   Jika sasarannya tercapai, itu bukan hanya memadai, akan tetapi program
   itu juga dapat disebut berhasil.
   
                                    ***
                                      
   arb Menteri Negara Lingkungan Hidup
   
   Nabiel Makarim
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Solo, Jawa Tengah, November 1945
   
   Pendidikan:
   - S1: Teknik Kimia di Swinburne College of Technology, Australia
   - S2: Master of Science in Management, International Business, MIT
   Sloan School of Management (1983-1986)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran di Bapedal
   
   Hal yang mendesak untuk ditangani adalah masalah kehutanan. Untuk itu
   saya akan bekerja sama dengan Menteri Kehutanan. Pencurian kayu dan
   penebangan liar serta penyebab kebakaran hutan. Itu tidak bisa lagi
   diatasi lewat hukum, mengingat ada keterbatasan peraturan hukum untuk
   menjangkau pelakunya. Perlu pendekatan baru yang akan didiskusikan
   bersama.
   
   Saya melihat perlunya mempersiapkan Pemerintah Daerah Tingkat II dalam
   mengelola lingkungan. Selain itu masyarakat yang sudah sadar terhadap
   masalah lingkungan perlu diberdayakan agar bisa mempengaruhi sikap
   politisi. Misalnya, tidak memilih politisi yang tidak peduli
   lingkungan.
   
                                    ***
                                      
   ags Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
   
   Sri Redjeki Sumaryoto
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Solo, Jawa Tengah, 10 Oktober 1950
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Hukum UI 1973
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR (1999-2004) Fraksi Partai Golkar
   
   Saya tidak akan sia-siakan kepercayaan yang telah diberikan kepada
   saya dan tentunya apa yang kita dengar bersama tugas ke depan begitu
   berat di mana kita akan melanjutkan tugas reformasi yang sampai saat
   ini bisa dirasakan. Saya akan melanjutkan apa yang sudah diprogramkan
   menteri terdahulu yang tentunya positif bagi kepentingan bangsa.
   
   Saya tidak akan bermuluk-muluk, saya akan pelajari dahulu fokus dari
   program, disesuaikan dengan kondisi wanita Indonesia.
   
                                    ***
                                      
   jpe Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
   
   Feisal Tamin
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Dompu, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, 15 Juni 1941
   
   Pendidikan:
   Fakultas Sosial, Ekonomi dan Politik Universitas Nasional Jakarta
   (1967)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Ketua Umum Pengurus Pusat Korps Pegawai Negeri Republik Indonesia
   (Korpri) Hasil Munas V sejak 17 Februari 1999
   
   Bidang aparatur negara strategis sekali karena manajemen pemerintahan
   tergantung bagaimana aparaturnya juga. Saya tahu persis dengan
   pengalaman pemerintahan yang cukup lama di Depdagri, soal tugas itu
   biasanya pada sidang kabinet pertama. Di situ saja, beliau memberikan
   pokok-pokok dan saya tentu menerjemahkan. Kalau beliau bicara dua
   kalimat, saya bisa bicara dua lembar, dan nanti staf saya dua buku.
   
   Di Kantor PAN saya tentu harus mempelajari dulu bagaimana kondisi dan
   keadaan yang dihadapi oleh Menneg PAN, tetapi dari pemantauan saya
   selama ini saat ini aparatur negara dinilai "amburadul". Artinya
   terjadi keadaan di mana ketentuan peraturan perundangan tidak
   konsisten dilaksanakan, khususnya di dalam menerapkan peraturan di
   bidang kepegawaian.
   
   Waktu pemerintahan Gus Dur saya pernah berteriak bahwa jangan sampai
   terjadi politisasi birokrasi. Ini salah satu masalah yang saya kira
   nanti kalau ingin pemerintahan ini bagus, maka dibagi benarlah posisi
   tataran politik dan tataran birokrasi. Kedua, bagaimana
   profesionalitas aparatur negara dapat ditingkatkan dan direformasi
   pemikiran-pemikiran profesionalitas itu.
   
                                    ***
                                      
   ryi Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
   
   Manuel Kaisiepo
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Biak, Irian Jaya, 25 Desember 1953
   
   Pendidikan:
   S1: Jurusan Hubungan Internasional FISIP UGM (1973-1975), FISIP
   Universitas Nasional Jakarta (1977-1979)
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Menteri Muda Urusan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia
   
   (26 Agustus 2000-23 Juli 2001)
   
   Sewaktu diangkat sebagai Menteri Muda Urusan Percepatan Pembangunan
   Kawasan Timur Indonesia (PPKTI) - kini Menteri Negara Percepatan
   Pembangunan KTI - Manuel Kaisiepo mengaku, percepatan pembangunan KTI
   bukan cuma untuk mengangkat keterbelakangan masyarakat dan wilayah,
   tetapi juga untuk kepentingan kestabilan Indonesia dan sekaligus
   mendukung pembangunan kawasan barat Indonesia.
   
   Kaisiepo mempunyai tiga garis kebijakan percepatan pembangunan KTI.
   Pertama, untuk memperkecil disparitas pembangunan sekaligus mengejar
   ketertinggalan pembangunan antarkawasan. Kedua, untuk memperkecil
   ketidakadilan sosial ekonomi yang memiliki implikasi politik, dan
   ketiga, percepatan pembangunan KTI senantiasa bernuansa peningkatan
   persatuan dan kesatuan bangsa.
   
   Dia pun mengakui, dibutuhkan dana sangat besar dalam bentuk investasi
   asing agar bisa melakukan aktivitas pembangunan fasilitas prasarana
   umum di KTI. Pembangunan prasarana umum, seperti jalan raya, jembatan,
   sistem transportasi dan komunikasi sangat dibutuhkan masyarakat agar
   bisa mengembangkan dinamika perekonomian lokal.
   
                                    ***
                                      
   rat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
   
   Kwik Kian Gie
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Juwana, Jawa Tengah,
   
   11 Januari 1935
   
   Pendidikan:
   S1: Nederlandsche Economische Hogeschool Rotterdam, Belanda 1963
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR RI (1999-2004) Fraksi PDI-P
   
   Saya belum mempunyai gambaran mengenai apa yang perlu dikerjakan.
   Untuk mempunyai gambaran itu, perlu berdiskusi (brainstorming) dengan
   pejabat lama maupun tim ekonomi dalam beberapa hari. Sejak dulu,
   fungsinya menyelesaikan anggaran pembangunan.
   
   Enggak bisa saya katakan dulu. Saya belum tahu. Jangan sampai dikira
   mengarang, padahal, sudah dikerjakan.
   
   Saya juga belum mengetahui bagaimana Bappenas mau diarahkan. Banyak
   hal yang harus dikerjakan Bappenas. Misalnya, Bappenas telah
   menghasilkan Undang-Undang (UU) No 25/2000 tentang Program Pembangunan
   Nasional (Propenas).
   
                                    ***
                                      
   ags Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
   
   Laksamana Sukardi
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Jakarta, 1 Oktober 1956
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Teknik, Institut Teknologi Bandung 1979
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR (1999-2004) dari Fraksi PDIP
   
   Untuk memanfaatkan BUMN diperlukan waktu. "Buah"nya baru bisa dipetik
   dua tahun. Privatisasi BUMN yang dilakukan bukan untuk menutup defisit
   anggaran saja. Akan tetapi, juga sekaligus untuk meningkatkan manfaat
   BUMN, yaitu pendapatan bagi negara dan manajemennya. Kita menginginkan
   ditingkatkannya profesionalisme. Selain dapat meningkatkan capital in
   flow, juga harus meningkatkan transparansi.
   
   Selama dua tahun ini kepercayaan pasar terhadap Indonesia sampai ke
   titik nadir. Jadi, meskipun BUMN-nya bagus, namun tidak ada yang mau
   membeli. Jadi, ini sangat ironis. Ibaratnya kita menjual barang bagus,
   namun tidak bakal laku. Kita jual diamond di hutan belantara. Siapa
   yang mau beli diamond di situ. Dengan susunan kabinet, mudah-mudahan
   sentimen pasar itu mulai pulih kembali sehingga asas manfaat itu bisa
   dikedepankan.
   
   Kita harus bisa memilih BUMN mana yang siap dan mendapat minat besar
   dari investor di luar negeri. Saya kira kita bisa memilih. Misalnya di
   bidang telekomunikasi, seperti Telkomsel. Itu sudah siap dijual.
   Telkomsel juga memerlukan capital expenditure atau penambahan modal.
   Di bidang telekomunikasi perkembangannya terlalu cepat, sehingga
   teknologinya menjadi kadaluwarsa cepat sekali. Kita baru investasi dan
   beli barang modal di bidang telekomunikasi, tetapi enam bulan barang
   itu sudah kadaluwarsa. Ini memerlukan kegiatan penambahan modal yang
   terus-menerus.
   
                                    ***
                                      
   ags Menteri Negara Komunikasi dan Informasi
   
   Syamsul Mu'arif
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Kandangan, Kalimantan Selatan, 8 Desember 1948
   
   Pendidikan:
   S1: Fakultas Syariah IAIN Antasari, Banjarmasin 1970
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Anggota DPR RI (1999-2004) Fraksi Partai Golkar
   
   Saya akan menitikberatkan pekerjaan pada pemerataan informasi,
   khususnya bagi masyarakat pedesaan. Hal ini karena informasi sudah
   menjadi komoditi yang dibutuhkan seluruh manusia.
   
   Saya pikir semangat pasar bebas telah menyeret informasi pada
   konglomerasi. Padahal, demokrasi mengisyaratkan pemerataan di segala
   hal termasuk informasi.
   
   Untuk itu, saya akan mengupayakan program kemitraan dengan program
   subsidi silang bidang media. Masyarakat mempunyai potensi untuk itu.
   Contoh kemitraannya sama seperti koran masuk desa dulu. Hanya
   subsidinya silangnya dari swasta, bukan dari pemerintah lagi.
   
   Kementerian saya tidak sama seperti Departemen Penerangan dulu.
   Wewenangnya tidak sampai menegur atau membreidel media massa karena
   semuanya diserahkan ke mekanisme hukum.
   
   Kementerian komunikasi dan informasi juga akan menjembatani proses
   penyampaian pesan internal pemerintah yang sejak bubarnya Deppen
   melahirkan perbedaan persepsi. Contohnya otonomi daerah. Antara pusat
   dan tiap daerah terdapat persepsi yang berbeda mengenai masalah ini.
   Inilah yang menjadi tantangan saya nantinya.
                        ____________________________
   
   PEJABAT BERKEDUDUKAN SETINGKAT MENTERI
   
   rat Sekretaris Negara/Sekretaris Kabinet
   
   Bambang Kesowo
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Sragen, Jawa Tengah, 27 Maret 1945
   
   Pendidikan:
   - S1: Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (1968)
   - S2: Ilmu Hukum dan Perundangan, Harvard Law School, AS 1983
   
   Pekerjaan Terakhir:
   
   Sekretaris Wakil Presiden 1999-2001
   
                                    ***
                                      
   rat Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara
   
   Letjen TNI (purn) AM Hendropriyono
   
   Tempat/Tgl lahir:
   Yogyakarta, 7 Mei 1945
   
   Pendidikan:
   - Akademi: AMN 1967
   - S1: Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara Sekolah Tinggi Hukum
   Militer 1994
   - S2: MBA dari University of the City of Manila, Filipina 1994
   
   Pekerjaan Terakhir:
   Komisaris Utama PT Kia Mobil Indonesia
   
   "Penunjukan saya ini, sama dengan mengembalikan saya ke 'habitat' saya
   yang lama yakni dunia intelijen. Saya akan menyelesaikan tugas
   sebaik-baiknya dan membenahi dunia intelijen kita agar dihasilkan data
   intelijen yang lebih baik," ujar Hendropriyono kepada Antara di
   Jakarta, kemarin.
   
   Hendro merasa kepercayaan yang diberikan kepadanya karena Presiden
   Megawati Soekarnoputeri mengerti betul sejarah kariernya di dunia
   intelijen. "Saya berharap masyarakat mendukung susunan kabinet
   sekarang sehingga tercipta stabilitas politik yang kemudian juga
   menciptkaan keamanan, ketertiban dan kestabilan," ujar Hendro. (Tim
   Kompas)

---
The site now carries 10 lists!  REGIONS is quite popular.  It carries
news from provinces outside Jakarta.  You may post to REGIONS just as
you post to the other lists.  Send ascii postings without attachments
to the site moderator at apakabar@radix.net.  Visit REGIONS today!
HOMEPAGE: Lists, Databases, & Links Center - <http://www.indopubs.com>
---