[L] DUTA - Gus Dur Beber Kelakuan Taufik Kiemas

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Tue Aug 28 2001 - 15:34:21 EDT


Gus Dur Beber Kelakuan Taufik Kiemas

Mondar-madirnya suami Mega, Taufik Kiemas ke Amerika Serikat – menjelang
jatuhnya Gus Dur dari kursi presiden – diduga membawa misi besar
menjatuhkan presiden dengan lobi duit. Karena itu, Gus Dur tetap menolak
bertemu dengan Mega, termasuk menolak rayuan Taufik agar menerima
istrinya. Kini Gus Dur membeber kelakuan Taufik. Meski itu sah, tapi
bangkrut secara moral.

Jakarta, DM
Masih banyak fakta yang belum terungkap dari balik kejatuhan KH
Abdurrahman Wahid dari kursi presiden. Meski diakui konspirasi parlemen
begitu kuat, tapi ada juga konspirasi internasional yang melibatkan
orang dekat Mega dan militer. Mantan Menhan Mahfudz sudah dengan tegas
menyebut TNI berada dibelakang lengsernya Gus Dur. Dan, kini satu kartu
lagi dibuka. Kali ini tidak main-main, Gus Dur menyebut suami Megawati,
Taufik Kiemas, telah memberikan dana politik sebesar 4 juta US dolar
kepada mantan Ketua Senat Amerika Robert J Dole (Bob Dole) untuk melobi
Presiden Goerge Walker Bush agar mendukung kenaikan Megawati.
Realitas politik adanya sebuah konspirasi dibalik kenaikan Megawati
itu, memang harus dibongkar. Sejumlah motif binis negara barat terutama
Amerika untuk menyelamatkan asetnya diduga kuat melatarbelakangi kenaikan
Mega yang mudah disetir orang lain itu. Sudah lama Barat dan IMF merasa
tidak nyaman dengan Gus Dur yang hendak membangun poros kekuatan Asia
dengan basis tiga negara besar, yaitu India, Cina dan Indonesia. Oleh
karena itu, Singapura dan Amerika serta negara barat merasa terancam.
Bersamaan dengan berlangsungnya krisis politik nasional, diduga Taufik
Kiemas memanfaatkan celah ini untuk menaikkan istrinya. Ia melakukan
safari bersama Tjahyo Kumolo dan rombongan politisi PDIP ke Amerika,
Singapura dan Malaysia sebulan sebelum kejatuhan Gus Dur. Di Amerika
itulah Kiemas diduga melakukan transaksi politik dengan sejumlah politisi
Amerika, termasuk Dole.
Kasus ini terbuka ketika Gus Dur menyingkap satu persatu tabir dibalik
kejatuhannya dalam sebuah acara pelantikan Pengurus Besar Himpunan
Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) di Taman
Ismail Marzuki, Selasa (28/8) siang kemarin.
Menurut Gus Dur, dana politik itu diberikan sendiri oleh Taufik Kiemas
kepada politisi dari Partai Republik ini agar perjalanan Megawati menuju
RI I tidak terhambat Amerika. Namun hingga kini belum diketahui dari
mana asal dana sebesar itu. Yang jelas, dalam politik tidak ada yang
gratis dan Kiemas telah menginvestasikan jutaan dolar untuk mendukung
kenaikan istrinya.
Hasilnya, pelaksanaan SI MPR berjalan dengan lancar atas dukungan TNI dan
Polri yang terlibat dalam kontrak politik. Sesuai rencana, Mega menjadi
Presiden. Tidak lama kemudian Dubes Amerika menjadi tamu pertama Megawati
Taufik Kiemas di Istana Merdeka, dan sejumlah perpanjangan kontrak usaha
ditandatangani.
Kerjasama militer juga direvisi. Bahkan Amerika berani menarik sebuah
dokumen negara yang sudah dipublikasikan yang isinya menyinggung
keterlibatan dinas inteljen Amerika (CIA) dalam penggulingan bapaknya
(Megawati). Tindakan
Amerika ini dinilai aneh karena sudah menjadi tradisi membuka kepada
publik dokumen National Scurity setelah berumur 30 tahun.
Dana yang disuntikkan Taufik ternyata berpengaruh. Politisi penerima
dana poliitik yang dituju oleh Taufik itu adalah mantan calon presiden
Amerika dari partai Republik. Ia adalah sekutu Presiden Amerika Bush Junior.
“Bob Dole itu calon (presiden) dari Partai Republik, makanya suaranya
didengar oleh Presiden George W Bush Junior,” kata Gus Dur. Dole
sama-sama dari Partai Republik dan menjadi teman seperjuangan orang tua
Bush Junior, sang presiden yang militeristik itu.
Lebih lanjut Gus Dur menyatakan bahwa tidak heran bila pemerintah Amerika
yang semula mendukung Gus Dur kemudian mendukung pelaksanaan SI MPR.
“Amerika tadinya mendukung saya. Pihak-pihak yang menginginkan SI
membayar seorang lobies yang dibayarkan Taufik Kiemas sebesar US$ 4 juta.”
Tukang lobi yang dimaksud Gus Dur adalah Dole. Di Amerika, lanjut Gus
Dur, biasanya seorang pelobi dibayar sekitar 100 ribu US dolar, sedang
Dole menerima 4 juta US dolar. “Bob Dole itu sekarang tinggal
ongkang-ongkang kaki, gede itu empat juta dollar Amerika,” tambah Gus Dur.
Dole, mantan pemimpin Senat dari Partai Republik, pernah ikut dalam bursa
pencalonan Presiden Amerika pada kampanye pemilihan Presiden tahun 1996.
Ia, merupakan bakal calon presiden Partai Republik keempat yang mundur
dari arena persaingan, dengan alasan dirinya kalah jauh dari Gubernur
Texas George W. Bush - bakal calon terkuat partai itu - dalam hal
pengumpulan dana.
Sementara itu, masih menyangkut konspirasi Internasional dibelakang
kejatuhannya, Gus Dur juga menyinggung Dubes belanda yang kabarnya
memasok jutaan dolar ke Indonesia untuk memperkuat posisi rupiah pada
awal pemerintahan Mega.
Ini semua dianggap Gus Dur sebagai konspirasi untuk menjatuhkan dirinya
yang tidak mau kompromi dengan Orba dan pengusaha nakal. Sementara
negara-negara tersebut masih berurusan dengan bisnis Orba yang sudah
menancap puluhan tahun.
Dengan para koruptor Orba itulah sejumlah transaksi bisnis pertambangan,
dan industri berat lainnya dulu ditandatangani secara KKN.
Gus Dur juga menyesalkan tindakan sejumlah Dubes yang tidak mengindahkan
etika diplomasi pada masa awal transisi yang belum menentu paska SI MPR lalu.
“Sampai matipun saya tidak mau bertemu. Mestinya mereka bertanya dulu
kepada saya tentang posisi MPR, dan saya akan menjelaskan. Terserah
bagaimana mereka memilih. Tetapi tanpa itu, pada hari pertama mereka
datang ke rumah Mega untuk memberi selamat,” tegas mantan ketua PBNU itu.
Enam Dubes di Jakarta tersebut diantaranya adalah Dubes Amerika, Inggris,
Australia, Palestina, dan Belanda.
Keterangan spontan Gus Dur di atas menarik perhatian. Tidak lama setelah
acara, wartawan langsung mengejar Gus Dur untuk mempertegas
penyataannya. Namun Gus Dur yang hendak berangkat ke Madiun untuk
menghadiri sebuah acara ini langsung meninggalkan tempat.
Sebelum memasuki mobilnya Gus Dur sempat berhenti sebentar dan
mengatakan. Cucu pendiri NU ini menjawab pertanyaan wartawaan sekitar
tindakan Kiemas dan dukungan Dubes ke Mega itu adalah sah. “Secara hukum
itu sah tapi secara moral itu bangkrut,” kata Gus Dur sambil bergegas
masuk ke mobil mercy tiger warna hitamnya. (ma)

----- End of forwarded message from Sefdin Bahks -----