[NEWS] DUTA - Imigran Gelap Masuk Indonesia

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Tue Aug 28 2001 - 16:03:42 EDT


X-URL: http://www.koranduta.com/detail.php?id=818

                               29 August 2001
                                      
   Imigran Gelap Masuk Indonesia
   *70 Bertahan di Batam, 22 di Pekanbaru
   Indonesia kian kebanjiran orang asing. Padahal kini TNI tengah sibuk
   memerangi teroris yang datang dari luar.
   
   Batam, DM Baru-baru ini, ratusan orang asing terdampar di Situbondo.
   54 orang raib ketika berada di pengungsian. Kini 70 orang imigran asal
   Afganistan tetahan dikarantina imigrasi Sekupang, Batam. Sementara 22
   orang asal Irak terdampar di Pekanbaru. Tentang kelanjutan keberadaan
   70 orang imigran ilegal asal Afganistan di Batam, pihak imigrasi Batam
   mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada UNHCR. Namun salah satu badan
   dalam organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi
   masalah pengungsi itu hingga kini belum memberikan jawaban mengenai
   kelanjutan atas nasib imigran itu. Padahal sebelumnya lembaga tersebut
   telah melakukan pemeriksaan, demikian pengakuan sejumlah imigran
   ilegal dan pejabat Kantor Imigrasi Batam yang ditemui pada Selasa
   (28/6). Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor
   Imigrasi Batam, Wachdiyat membenarkan keterangan itu. "Ayah saya sudah
   berada di Australia, kami belum mengetahui kapan kami bisa bertemu
   dengan ayah di sana (Australia-red)," ujar seorang gadis usia 15 tahun
   yang merupakan salah seorang keluarga imigran ilegal asal Afganistan.
   Para imigran ilegal itu sebagian besar berasal dari Afganistan.
   Sisanya merupakan wrga negara Pakistan yang berdekatan dengan
   perbatasan Afganistan. Sesaat setelah terdampar di Batam mreka telah
   diperiksa sejumlah petugas UNHCR dengan melakukan wawancara dan
   memeriksa kondisi kesehatan. Wawancara yang dilakukan delegasi UNHCR
   itu dilakukan untuk menetapkan klasifikasi mereka yang masuk dalam
   kategori pengungsi dan pelarian. Para imigran gelap yang memasuki
   wilayah Riau dengan menggunakan kapal Malaysia itu tidak semuanya
   masuk melalui pelabuhan laut di Batam tapi banyak di antara mereka
   yang ditangkap petugas Imigrasi dari Bagan, Dumai dan Tanjung Balai
   Karimun. Untuk mengatasi rasa jenuh dan stres di kalangan imigran itu,
   imigrasi Batam memberi kebebasan setiap hari selama beberapa jam
   kepada imigran itu untuk menikmati udara segar kota Batam termasuk
   berbelanja dengan mendapat pengawalan petugas Imigrasi. Sementara itu
   di Pekanbaru, sebanyak 22 orang imigran gelap dari negara Irak
   terdampar di Pekanbaru dan berhasil diamankan pihak Imigrasi bekerja
   sama dengan Poltabes Pekanbaru pada Sabtu (25/8) lalu. Dari pengakuan
   para imigran tersebut, tujuan mereka sebenarnya adalah ke Australia
   untuk mencari kehidupan yang lebih layak, karena di negaranya saat ini
   terjadi perang. Kepala Imigrasi Pekanbaru Sukoharyadi Basuki di
   Pekanbaru, Selasa (28/8) menyatakan, ke-22 imigran gelap itu ditangkap
   pihaknya bersama Poltabes Pekanbaru pada Sabtu tengah malam lalu dan
   tidak satupun dari 22 imigran tersebut memiliki dokumen resmi, seperti
   visa, pasport atau identitas lainnya. "Mereka kita tangkap saat berada
   di salah satu agen bus yang membawa mereka dari Medan, Sumatera
   Utara," ungkap Suko. Menurut pengakuan mereka, masih menurut
   Sukoharyadi, sebelum terdampar di Pekanbaru, mereka terlebih dahulu
   mengarungi lautan, dan sampai di pelabuhan Belawan, Medan.
   "Selanjutnya mereka diteruskan ke Pekanbaru dengan sebuah bus," kata
   Sukoharyadi. Saat ini para imigran yang terdiri atas enam orang
   perempuan dan empat anak kecil serta 12 orang lelaki dewasa ini berada
   di karantina imigrasi Pekanbaru. Menurut Sukoharyadi lagi, pihaknya
   sudah menghubungi sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang khusus
   menangani pengungsi ini, yakni International of Migration (IOM) yang
   selanjutnya dari LSM ini kiranya dapat memberikan informasi ke badan
   PBB yang khusus menangani masalah pengungsi. Salah seorang imigran
   tersebut, Ahmad Khaled yang ditemui wartawan mengemukakan, tujuan
   mereka adalah negara Australia, dan mereka tidak akan mau kembali lagi
   ke negaranya, sebelum perang usai. ma