[NEWS] RM - Kasus Pencemaran Nama Baik, Dilaporkan Bimantoro

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Fri Aug 31 2001 - 11:21:03 EDT


X-URL: http://www.rakyatmerdeka.com/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=211

   Friday, August 31 2001
                                      
   Gus Dur Resmi Jadi Tersangka [LINK] [LINK]
   
   Kasus Pencemaran Nama Baik, Dilaporkan Bimantoro
   
   Jakarta, Rakyat Merdeka
   Merasa nama baiknya tercemar, Kapolri Bimantoro melaporkan Gus Dur ke
   Mabes Polri. Pekan depan, saksi-saksi mulai diperiksa. Berani dan
   tegakah Bimantoro (kembali) menghabisi bekas atasannya itu?
   
   Pencemaran nama baik itu berawal dari wawancara khusus Gus Dur dengan
   Majalah Forum Keadilan edisi XX terbitan 20 Agustus 2001. Dalam
   wawancara itu, Gus Dur secara gamblang mengatakan bahwa Bimantoro
   melindungi Tommy.
   
   Dari dulu saya bolak-balik ngingetin Kapolri, "Tangkap Tommy, dong!"
   Tapi, Polri-Polrinya itu melengos kalau ada Tommy lewat di depan
   mereka. Dibiarkan saja. ...Bahwa dia melindungi Tommy, ya itu urusan
   dialah, kata Gus Dur.
   
   Untuk melengkapi bahan penyidikan, pada Selasa (4/9) mendatang Mabes
   Polri akan memanggil empat orang wartawan Forum untuk dimintai
   keterangan. Dalam surat panggilan yang ditandatangani Kombes Rizal Zen
   atas nama Direktur Reserse Pidana Umum selaku penyidik itu antara lain
   menyebutkan bahwa empat wartawan itu akan dimintai keterangannya
   sebagai saksi dalam perkara tindak pidana pencemaran nama baik
   sebagaimana dimaksud dalam pasal 310 KUHP, yang diduga dilakukan oleh
   tersangka Abdul Rachman Wahid alias Gus Dur. (Dalam surat panggilan
   No. Pol:S.Pgl/1167/VIII/2001/Pidum itu memang tertulis Abdul Rachman
   Wahid. Maksudnya Abdurrahman Wahid karena disebutkan pula alias Gus
   Dur).
   
   Pemimpin Redaksi Forum Keadilan, Noorca Massardi ketika dikonfirmasi
   mengakui bahwa pemeriksaan wartawannya berkaitan dengan wawancara
   Forum dengan Gus Dur. Meski pemanggilan itu atas nama masing-masing
   empat wartawan kami, kalau tidak ada halangan kami akan datang
   bersama-sama ke Mabes Polri di Jalan Trunojoyo Kebayoran Baru, Jakarta
   Selatan, kata Noorca, yang juga saudara Adhie Massardi, bekas Jubir
   Presiden Gus Dur ini.
   
   Penasihat hukum bekas presiden Gus Dur, Luhut MP Pangaribuan mengaku
   belum mendengar kabar bahwa Gus Dur dijadikan tersangka. Tetapi,
   sebagai praktisi hukum, dia mengatakan sah-sah saja kalau Bimantoro
   mengadukan persoalan pencemaran nama baik, karena, itu haknya sebagai
   warga negara.
   
   Tapi, yang terjadi itu kan konteks antara atasan dan bawahan pada
   waktu Gus Dur masih menjabat presiden. Ini perlu penjelasan khusus,
   kata Luhut ketika dikonfirmasi tadi malam.
   
   Luhut justru khawatir, nanti malah Gus Dur juga akan melakukan
   pengaduan yang sama terhadap Bimantoro. Karena, saat Gus Dur menjabat
   presiden, Bimantoro tidak mau melaksanakan perintahnya. Bim kan waktu
   itu tidak tunduk terhadap Gus Dur. Jadi, kasus ini perlu ada
   penjelasan tersendiri. Dan sampai saat ini saya belum mendengar kalau
   Gus Dur sudah dijadikan tersangka," papar Luhut. Juru bicara resmi
   Mabes Polri Brigjen Edward Aritonang yang dikonfirmasi tadi malam,
   membenarkan, bahwa atasannya, Jenderal Surojo Bimantoro sudah
   melaporkan Gus Dur ke Korserse Mabes Polri.
   
   Pak Bim memang telah membuat laporan karena merasa nama baiknya
   tercemar dan sebagai pihak terlapor adalah mantan presiden Abdurrahman
   Wahid alias Gus Dur, ujarnya.
   
   Tapi Aritonang mengatakan, adanya laporan yang dibuat Kapolri Jenderal
   Surojo Bimantoro tidak secara otomatis membuat status Gus Dur sebagai
   tersangka.
   
   Saya katakan bahwa Gus Dur sebagai terlapor bukan tersangka. Sebab
   untuk menetapkan status tersangka, harus terlebih dahulu ada
   bukti-bukti permulaan yang cukup, jelasnya.
   
   Aritonang mengatakan karena status Gus Dur masih sebagai terlapor,
   maka penyidik belum berkewajiban untuk memberitahukan perihal laporan
   tersebut. Belum ada pemanggilan terhadap Gus Dur. Kita kan
   mengumpulkan keterangan terlebih dahulu dan kalau nantinya memang
   cukup bukti awal tentunya beliau akan kita panggil sebagai tersangka,
   katanya.
   
   Uniknya, dalam kasus ini, Bimantoro melaporkan kepada instansi yang
   dia pimpin. Ada kekhawatiran, anak buah Bimantoro merasa sungkan dan
   memprioritaskan karena ini perkara bosnya sendiri, menyangkut orang
   nomor satu di jajaran Polri.
   
   Ketika kekhawatiran ini ditanyakan kepada Aritonang, dia meyakinkan
   bahwa Polri akan bertindak profesional. Ini kasus pribadi, bukan
   institusi. Laporan Pak Bimantoro akan ditindaklanjuti seperti laporan
   warga lainnya. Kalau nanti dalam penyidikan ada cukup bukti maka
   penyidik akan memanggil Gus Dur. Tapi kalau tidak terpenuhi unsur
   pencemaran nama baik, ya... kasus ini akan dihentikan, jelas
   Aritonang.(YAL/PN/TRA/IYA)