[NEWS] DUTA - RI-Australia Masih Ribut Soal Imigran Gelap

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sat Sep 01 2001 - 14:23:07 EDT


X-URL: http://www.koranduta.com/detail.php?id=1015

                              1 September 2001
                                      
   RI-Australia Masih Ribut Soal Imigran Gelap
   
   Jakarta, DM Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer bersama
   dengan Menteri Imigrasi Phillip Ruddock dijadwalkan berangkat ke
   Jakarta pekan depan guna membahas langkah strategis mengatasi masalah
   imigran ilegal. "Saya akan berangkat ke Jakarta pekan depan bersama
   Menteri Imigrasi Phillip Ruddock guna membahas masalah itu," kata
   Downer kepada wartawan di Adelaide, Jumat (31/8) petang. Menurut
   Downer, pihaknya akan mengadakan pembicaraan dengan sejumlah pejabat
   dan instansi terkait dalam upaya membentuk kerangka kerjasama yang
   lebih bersifat strategis untuk mengatasi masalah imigran gelap dan
   penyelundupan orang. Downer tidak sepakat dengan Pemimpin Partai
   Oposisi Kim Beazly yang mendesak agar Pemerintah Australia menekan
   Indonesia untuk bertanggungjawab atas penumpang kapal "Tampa". "Saya
   kira melakukan konfrontasi dengan Indonesia akan kontraproduktif.
   Tapi, Tuan Kim mendorong kita untuk konfrontasi dengan Indonesia,"
   katanya. Downer menegaskan, dengan cara konfrontasi seperti itu,
   hubungan Austalia-Indonesia yang baru saja mulai pulih, akan kembali
   mengalami ketegangan. "Akibat sikap itu, hubungan kedua negara akan
   rusak sehingga akan sulit untuk memulihkannya lagi," katanya.
   Sementara itu, Ketua Komisi I DPR-RI Yasril Ananta Baharuddin dalam
   wawancara dengan ABC mengatakan, sikap Australia yang terus mendesak
   Indonesia untuk mengambil tanggungjawab masalah kapal Tampa itu dapat
   berdampak negatif terhadap hubungan kedua negara. "Jika pernyataan PM
   Howard seperti itu, akan menimbulkan reaksi keras dari rakyat
   Indonesia," kata Yasril. Yasril membantah jika Indonesia tidak
   melakukan apa-apa atau sedikit berbuat untuk mencegah arus imigran
   ilegal ke Australia. "Itu tidak benar, jika ada asumsi seperti itu,
   kita sudah menyadari hal itu," katanya. Ia menegaskan bahwa Indonesia
   tidak menutup mata dan memberikan izin kepada imigran gelap untuk
   menyeberang ke Australia. Mereka bahkan telah terbentuk dalam jaringan
   internasional, katanya. Menteri Pertahanan Matori Abdul DJalil menilai
   pemerintah Australia tidak adil jika memaksakan 434 imigran gelap yang
   sebagian besar asal Afganistan dan berada di kapal Tampa berbendera
   Norwegia, harus masuk ke wilayah Indonesia. Hal itu dikatakannya
   sebelum mengikuti rakor terbatas bidang Polkam di gedung utama
   Sekretris Negara, Jumat(31/8) seperti dikutip mandiri. Menurutnya,
   dari konteks kemanusiaan, Australia seharusnya menerima mereka,
   mengingat keberadaan para imigran itu dekat dengan wilayah Australia,
   yaitu di Pulau Christmas. "Saya pikir kalau kita bicara kemanusiaan
   dan merujuk tempat, justru Australi yang mengambil langkah, karena
   dekat dengan keberadaan imigran gelap itu," kata Matori. Pemerintah
   Indonesia, lanjut Matori, hanya bisa menghimbau agar kedua negara
   sama-sama melakukan pendekatan kemanusiaan dalam menangani imigran
   gelap tersebut. Matori mengaku tidak mengerti maksud dan tujuan
   keinginan Australia agar Indonesia menerima para imigran tersebut.
   Sementara, menanggapi kunjungan Presiden Megawati ke Aceh, Matori
   menegaskan dalam kunjungan nanti Presiden Megawati tidak akan
   melakukan dialog atau perundingan degan pihak GAM, tetapi hanya akan
   melakukan pertemuan dengan masyarakat setempat dan alim ulama.
   "Kedatangan presiden tidak untuk melakukan perundingan. Ini perlu saya
   luruskan agar tidak salah persepsi," katanya. anr