[REGS] KALSEL - Sungai di Pedalaman Mengering

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Tue Sep 04 2001 - 18:45:58 EDT


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0109/05/daerah/sung19.htm

>Rabu, 5 September 2001
   Sungai di Pedalaman Kalsel Mengering
   Banjarmasin, Kompas
   
   Hujan yang tidak turun sejak sebulan terakhir tidak saja membuat
   sebagian lahan gambut dan kawasan hutan di Kalimantan Selatan (Kalsel)
   terbakar, tetapi juga membuat hampir semua sungai dan anak-anak sungai
   di pedalaman mengering. Akibatnya, sebagian besar penduduk mengeluh
   karena sungai-sungai itulah yang dimanfaatkan sebagai sumber air untuk
   mandi, mencuci, dan kebutuhan hidup lainnya.
   
   Pantauan Kompas sepanjang hari Senin (3/9) menunjukkan, sejumlah
   sungai di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai
   Tengah (HST), dan Hulu Sungai Utara (HSU) mengering. Sejumlah
   perempuan desa terlihat masih saja mencuci dan mandi, tetapi mereka
   harus puas dengan air sungai yang cuma selutut. Itu pun kondisi airnya
   bercampur lumpur dan tanah sehingga berwarna kecoklatan.
   
   Sungai Amandit yang lebarnya 60 meter dan membelah Kota Kandangan
   (HSS), kini juga mengering. Menurut warga setempat, kedalaman sungai
   ini normalnya antara 7-8 meter, namun saat ini tinggal sekitar satu
   meter. Anak-anak setengah baya pada petang hari ramai mandi di sungai
   itu dan bahkan bisa menyeberang. Warna air sungai itu kecoklatan.
   Meski demikian, warga setempat tetap memanfatkannya untuk mandi dan
   cuci. "Air dari mana lagi kalau bukan di sungai ini," kata sejumlah
   warga.
   
   Di Sungai Labuan Amas (HST) dan Sungai Balangan (HSU), beberapa
   gundukan tanah mulai tampak karena airnya mengering. Ratusan jukung
   (perahu kayuh tanpa mesin) yang biasa digunakan warga untuk
   transportasi air terpaksa "parkir" saja di atas gundukan tanah. "Sudah
   sebulan ini kami tak bisa menggunakan jukung karena airnya tidak ada,"
   kata Basran, warga Desa Keramat, Kecamatan Paringin, HSU.
   
   Petani di sejumlah desa di Kecamatan Juai, HSU, lebih tersiksa lagi
   akibat kekeringan ini. Tanaman seperti kacang panjang, jagung, cabai
   rawit, terung, pepaya, labu, dan berbagai jenis sayuran kekeringan dan
   bahkan ada yang sudah mati. (bal)