[L] JOSHUA - Menumpas RMS atau Merampok Maluku?

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Thu Sep 06 2001 - 09:14:14 EDT


From: "Joshua Latupatti" <joshualatu@hotmail.com>
To: apakabar@radix.net
Subject: MENUMPAS RMS ATAU MERAMPOK MALUKU?
Date: Thu, 06 Sep 2001 13:05:28

MENUMPAS RMS ATAU MERAMPOK MALUKU?
-------------------------------------------------------------------

Salam Sejahtera!

Saudara-saudara sebangsa,
Dengan sangat menyesal, saya harus mengatakan bahwa di dunia
ini, Pemerintah Indonesia termasuk di dalam kelompok Pemerin-
tah yang “paling pengecut dan munafik”! Golongan Pemerintah
“bobrok” yang mulutnya mengucapkan ayat-ayat undang-undang,
tetapi kakinya menginjak undang-undang, sementara tangannya
mencekik rakyat dengan undang-undang. Pemerintah “jahat” yg.
bermain di balik kesengsaraan dan kematian rakyat Maluku (dan
Aceh, di dalam konteks yang sama)! Supaya “ketidak-mampuan”
mereka terlindung dari hadapan umum, Pemerintah Indonesia la-
lu mengambil posisi sejajar dengan “laskar jahad” untuk menggu-
nakan RMS dan FKM sebagai selubung!

Jika RMS memang memberontak, mengapa Pemerintah Indone-
sia “jadi bisu” terhadap pertanyaan FKM? Jika RI bukan “peram
pok Maluku”, mengapa Majelis Terhormat yang dipimpin oleh
siluman politik, Amin Rais, mengkerut jika diajak berdebat oleh
FKM? Jika NKRI memang “bersih”, mengapa DPR begitu ke-
takutan berhadapan muka dengan FKM? Jangan lagi “menipu”
rakyat dengan alasan “tidak setuju” dengan FKM, sebab ketidak-
setujuan itu sendiri memerlukan alasan, dan DPR brengsek itu
tidak punya apa-apa! Apa semua ini bukan “pengecut dan mu-
nafik” namanya?

Mari saksikan “cerminan kepengecutan dan kemunafikan” Pe-
merintah NKRI, di Maluku, tepatnya di Waisarisa, Pulau Seram!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-02
Ditangkap, 47 Pendukung FKM; Laporan: Sukirno
Ambon-RoL -- Jajaran Polres Maluku Tengah bersama aparat Batalyon Gabungan
(Yon Gab) TNI menangkap 47 orang anggota Front Kedaulatan Maluku (FKM)
Mereka ditangkap kare-na dinilai telah melakukan kegiatan kampanye guna
menggalang dukungan terhadap gerakan Republik Maluku Selatan (RMS).

JOSHUA:
Tuhan “Maha Adil dan Maha Benar”! Paling tidak, itulah yang
saya rasakan sekarang ini! Teriakan saya tidak sia-sia, sebab me-
dia yang biasanya “menghasut umat”, sekarang terjebak di dalam
kebohongannya sendiri selama ini! Yang rata-rata lebih cerdas
saja sudah terperangkap, apalagi yang berlogika jongkok seperti
“laskar jahad”?

Sebelum saya lupa, “bukankah urusan menghentikan pertemuan
yang katanya mencurigakan seperti ini. adalah urusan Polisi”?
Dalam rangka apa, YonGab harus turun tangan untuk mengurusi
Pertemuan Adat yang “tidak bersenjata”? Tolong catat keaneh-
an ini!

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
Alex Manuputy [AM]: Persoalan upacara adat itu disponsori langsung oleh
tua-tua adat. Itu jauh sebelumnya sudah dibicarakan di TVRI maupun di surat
khabar, akan diadakan suatu rekonsiliasi antara islam dan nasrani,
direncanakan tgl 30. Jadi, prosesnya itu berjalan se-belum tgl 30. Acara
adat itu dimana-mana tidak perlu mendapatkan ijin dan itu diatur dalam
undang-undang. Hanya pemberitahuan. Tapi dengan ikhtikad baik tua-tua adat,
mereka me-mohonkan ijin dan ijin itu diberikan itu diberikan Polsek. Ijin
keluar tgl 28. Jadi, pada tgl 29 malam, surat pembatalan ijin tanpa sebab.
Menurut mereka, acara adat itu ditunggangi oleh FKM, Front Kedaulatan
Maluku.

JOSHUA:
Jika “laskar jahad”, “republika”, dan lain-lain media penyokong
terorisme Internasional, selalu menghiasi bibir mereka dengan
ungkapan “RMS-Kristen” untuk menghasut umat dan untuk me-
nutupi kejahadan mereka melalui “usaha pamer nasionalisme yg.
compang-camping”, “mengapa pertemuan adat Salam-Sarani yg.
merambah jalan ke arah rekonsilisasi, harus dibekukkan dengan
alasan sedang mengkampanyekan RMS”??? Karena RMS ada-
lah “milik Salam-Sarani Maluku”! Peristiwa “penindasan” dan
“kesewenangan” ini, ternyata membawa hikmah tersendiri, kare-
na sementara mulut mereka enggan mengakui, perbuatan mereka
telah menyatakannya! Sekali lagi, “RMS adalah milik Maluku,
Salam-Sarani!!!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-02
''Saat ini mereka kami tahan di Mapolres,'' kata Wakapolres Maluku Tengah
Komisaris M Rivai kepada wartawan, Ahad [02/09/01]. Menurutnya, para
pendukung RMS itu ditangkap saat menggelar rapat rahasia di sebuah rumah di
desa Waisarisa, Kecamatan Kairatu, Maluku Tengah, Kamis [30/08/01].

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
Alex Manuputy [AM]: Persoalan upacara adat itu disponsori langsung oleh
tua-tua adat. Itu jauh sebelumnya sudah dibicarakan di TVRI maupun di surat
khabar, akan diadakan suatu rekonsiliasi antara islam dan nasrani,
direncanakan tgl 30. Jadi, prosesnya itu berjalan se-belum tgl 30.

JOSHUA:
Saya sengaja mengulang sebagian kutipan di atas, untuk menun-
jukkan kepada anda, “betapa munafik dan bego”-nya si M.Rivai
yang “Komisaris Polisi” dan Wakapolres Malteng itu! Ternya-
ta ada juga “tikis-tikus bulu cokelat” yang mengerat kebenaran
di desa-desa terpencil, mumpung tidak ada kucing besar! Saya
sendiri sudah membaca “undangan terbuka” tersebut berulang-
ulang, dan si “tikus cokelat Rivai” yang berlagak intelijen ini
mengatakan “rapat rahasia”! Katakan pada si munafik ini, le-
bih baik “lepas pangkatya, pakai jubah putih, lalu ikut “laskar
jahad” untuk merusuh dan menjarah!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-02
Dua wartawan yang meliput kegiatan tersebut juga ikut diciduk.

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
Wartawan dua ini minta tinggal untuk meliput keadaan. Menurut hemat kami,
tidak ada
pemukulan terhadap wartawan. Ternyata waktu kami lepas berangkat, semua
wartawan itu disiksa sampai kepala bocor-bocor.

JOSHUA:
Tidakkah si “smerlap” Rivai ini sama idiotnya dengan “laskar ja-
had”? Apa artinya “diciduk”, hei Polisi Plastik, jika kedua war-
tawan itu berbicara dan meminta secara terang - terangan untuk
melakukan “tugas” mereka lalu dipukul dan disiksa? Kalian yg.
sudah “salah langkah”, sengaja menuduh kedua wartawan seba-
gai “pendukung RMS”, padahal kalian hanya tidak ingin kebu-
sukan kalian dicium wartawan kan? Dasar turunan Bimantoro!!
Wartawan baru tiba, peliputan belum dilakukan, si “laskar jahad”
idiot lalu ikut-ikutan menuduh mereka sebagai pendukung RMS!
Tidak sampai disitu, “laskar idiot penipu umat” ikut - ikutan latah
untuk berteriak bahwa “Suara Maluku” (Jawa Pos Group) adalah
“milik Kristen”, dan “Siwalima” adalah “milik Gereja Protestan
Maluku”! Dasar manusia-manusia murahan! Hidup dan makan
dari “kebohongan dan perampokan”!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-02
Hanya saja, Tiga Pimpinan FKM yang memprakarsai kegiatan tersebut yakni,
Alex Manuput-ty (pimpinan eksekutif), pimpinan Yudikatif, Semmy Waileruny
dan Sekjen FKM berhasil meloloskan diri dalam penggerebekan itu.

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
[AM]:. Saya kebetulan dengan rombongan tiba jam 11.00 dengan 20 anggota FKM
lainnya ditambah dengan dua wartawan Siwalima dan Suara Maluku. Ternayta
waktu kita tiba, kita dikepung tentara. Dan mereka memundurkan mobil sampai
ke pinggir pantai untuk kita di-angkat dan mau dipukul. Ternyata setelah
ditelusuri, saya ada di dalamnya, ketua FKM. Kita mengadakan bantahan,
mereka tidak mau lagi, mereka suruh kita segera pulang supaya kita tidak
menge-tahui apa yang terjadi beberapa jaum sebelum tibanya kita di sana. Jam
satu, ka-mi kembali. M Rivai membenarkan penangkapan terhadap para anggota
dan pendukung FKM/RMS itu. Mereka ditangkap karena melakukan kegiatan
terselubung dengan berkedok adat Ina Ama Ael Atai Tolu.

JOSHUA:
Lihatlah bagimana Komisaris idiot menggunakan istilah “penggre-
began”, padahal yg digrebeg tinggal di lokasi kejadian dari jam 11.
00 sampai sekitar jam 13.00? Polisi munafik ini mengatakan “me
loloskan diri”, padahal Alex Manuputty dkk. sempat berbantah de-
ngan tentara, tapi disuruh pulang (kembali ke Ambon)! Sama de-
ngan kedua wartawan, Pimpinan FKM dilarang masuk ke lokasi,
karena sesuatu yang “amis” sudah terjadi di sana! Kedua “pelaku
tindakan semberono, bodoh dan sewenang-wenang” itu, berusaha
mencegah kebusukan mereka yang sudah dilakukan beberapa jam
sebelumnya, menjalar ke luar!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-02
Hanya saja, dirinya mengaku belum dapat memberikan keterangan lengkap
seputar penangkapan itu, karena pihaknya saat ini masih melakukan
pemeriksaan terhadap para pendukung RMS itu. ''Tunggu saja hingga
pemeriksaan selesai,'' katanya.

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
[AM]: Kurang lebih sisa delapan di Masohi. Pokoknya sampai babak belur,
pokoknya dipukul di Waisarisa dibawa ke Polsek Kairatu juga dipukul,
kemudian waktu penyeberangan dari Kairatu ke Masohi juga dipukul di sungai
Sala. Jadi, seluruh dokumen-dokumen itu dihancur-leburkan. Mereka mengadakan
pengejaran juga terhadap masyarakat setempat. Pokoknya yang mau menghadiri
acara itu dikejar-kejar. Dan sampai sekarang pun dikejar.

JOSHUA:
Apa anda pikir si “Rivai Tipu” ini akan mampu memberikan “kete-
rangan lengkap” tentang peristiwa “idiotik oknum-oknum bersenja-
ta” tersebut? Bagaimana mungkin Komisaris Tikus Cokelat ini
bisa mendapatkan “hasil pemeriksaan yang optimal dan akurat”,
sedangkan “semua dokumen sudah dihancur-leburkan” oleh para
prajurid goblok tersebut? Dolumen-dokuman itu dihancurkan,
supaya “tikus-tikus cokelat piaraan Bimantoro” ini bisa mencicit-
cicit dari dalam parit tentang RMS, tanpa harus membuktikannya!

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
FRONT KEDAULATAN MALUKU DITUDUH DALANGI
41 orang sudah dibebaskan dari tahanan polisi di Masohi, Pulau Seram,
sementara delapan lainnya masih ditahan. Mereka ditahan karena terus
menghadiri pertemuan adat, sementara sudah keluar surat pembatalan ijin
mengadakan upacara adat. Upacara adat itu konon dibatal-kan karena
keterlibatan politis, Front Kedaulatan Maluku, FKM.

JOSHUA:
Coba bayangkan, 47 orang lebih ditangkap, disiksa, dan kata si Ko-
misaris Plastik, diperiksa, sementara dokumennya dihancurkan, lalu
41 orang kemudian dibebaskan! Petani yang paling dungu sekali-
pun, tidak akan mencabuti semua yang tumbuh di sawah, hanya ka-
rena ‘beberapa ilalang’ yang ada di antara deretan padinya! Ini ber-
arti, Pertemuan Adat itu sendiri tidak harus dibubarkan dengan sik-
saan, hanya karena ada beberapa oreng yang ingin mengemukakan
masalah RMS di dalamnya! Hanya “polisi buta” yang memukul
dan menembak serampangan, karena ada seorang maling di antara
kerumunan orang!

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
Penguasa Darurat Sipil (PDS) Maluku, Gubernur Saleh Latuconsina kepada
wartawan di-ruang kerjanya Sabtu mengatakan, jauh hari sebelum digelarnya
kegiatan tersebut pihaknya telah menangkap gejala yang tidak beres dibalik
kegiatan adat itu. ''Saya telah memerintahkan Pemda setempat untuk
mengantisipasi kegiatan itu,'' katanya. Dan pada tanggal 27 Agustus,
lanjut Gubernur, seluruh unsur Muspika dan pemerintah desa menggelar rapat
bersama. Dalam rapat itu diputuskan untuk membatalkan kegiatan itu, karena
pihak kepolisian dan TNI dari unsur 731 Kabaresi dan Yon Gab mencium gelagat
yang tidak beres dibalik kegiatan itu.jun

JOSHUA:
Hah! Gubernur bencong bermata kelap-kelip ikut berjahad di sini!
Apakah “tanggal 27” itu dapat disebut “jauh hari”? Mengapa “ja-
uh hari” sudah menangkap gejala yang tidak beres, tetapi pada tgl.
28/8, “izin itu dikeluarkan” juga? Mengapa pada “tanggal 27”, di-
adakan “Rapat Muspika”, sedangkan “izin tetap keluar” pada tang-
gal 28/8? Setiap rapat resmi punya “catatan” atau “notulen”, yg.
mungkin bisa diselidiki untuk menguji pernyataan si bencong ini!!
Jika “rapat Muspika” atau “rapat muslihat” itu memang benar ada,
mengapa “tua-tua adat yang bersangkutan tidak diikut-sertakan”?
Hei Saleh! Kamu bergelar Doktor dan saya “PS” (putus sekolah),
tetapi di dalam hal “meremuk kepala ular”, saya jauh lebih pintar
dari kamu! Ini bukan karena saya, tapi karena “Sang Kebenaran”
yang menyertai saya!

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03
[AM]: Tidak alasan. Berdasarkan tim investigasi yang baru pulang tadi dari
Waisarisa, Polsek sendiri tidak mampu memberikan pembelaan terhadap polisi.
  Yang salahnya menurut polisi tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap
masyarakat adat itu. Itu salah menurut polisi. Tapi mereka sendiri tidak
mampu berbuat sesuatu karena tentara sudah dengan kekerasan dengan sangat.

JOSHUA:
Jangan percaya pada “Polsek Plastik” itu! Hayati pernyataan-per-
nyataan si Komisaris Plastik, M.Rivai, dan lihat bahwa Polisi ikut
terlibat di dalamnya, dan bukan tidak bisa berbuat apa-apa! Rivai
munafik dan pengecut ini ingin “membuang dosa” kepada TNI!!!

SOURCE: RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP; DATE: 2001-09-03 [AM]: Menurut yang
kami wawancara di pinggir pantai, menurut perintah atasan, itu saja. Kita
akan gugat di pengadilan, kalau bisa sampai di tingkat internasional.

JOSHUA:
Saya pikir, si “atasan” ini harus diungkapkan juga! Hal ini berhu-
bungan dengan “indoktrinasi liar” yang sering diberikan kepada
satuan TNI/Polri yang akan dikirim ke Maluku, bahwa “tugas me-
reka adalah untuk menumpas pemberontakan RMS-Kristen!” Cari
dan telanjangi “aktor atasan” yang mendalangi kejadian idiot ini!

ABC 4/09/01 9:41:21
Pihak Polri kabarnya menahan 47 aktivis di Maluku
Kantor berita AFP melaporkan bahwa Fron Kedaulatan Maluku didirikan bulan
Desember lalu di Ambon untuk mendesak didirikannya Republik Maluku Selatan
yang merdeka.
Bulan Juni lalu FKM mengadakan upacara pengibaran bendera separatis di
Ambon, dalam mana Manuputty ditahan, tapi dibebaskan beberapa hari kemudian.

JOSHUA:
Tolong sampaikan kepada AFP, “kalau tidak tahu apa-apa, lebih
terhormat untuk tutup mulut, daripada ikut memamerkan kebo-
dohan dan memperkeruh suasana! RMS sudah berdiri dan SAH!
RMS bukan separatis, tetapi “korban perampokan RI”! Tidak
setuju? Buktikan yang sebaliknya!!!

AGENCE FRANCE-PRESSE
Monday September 3, 2001
JAKARTA, Sept 3 (AFP) – Indonesian police in the eastern province of Maluku
have arrested 47 suspected supporters of a pro-independence movement, a
report said Monday.
Later that month Maluku Governor Saleh Latuconsina banned all reporting and
coverage of the group's activities.

JOSHUA:
Benar! Gubernur Jahad ini memang telah melarang kegiatan
reportasi tentang FKM, dan dia tidak melarang “siaran provoka
si dari Radio-iblis, SPMM”! Dia menunjukan kejantanannya
pada Pertemuan Adat Salam-Sarani, tetapi “merestui MUBES Is-
lam-Maluku”, yang akhirnya memutar-balikkan sejarah dan fakta
tentang Maluku, untuk “menjual Pulau Seram kepada Kerakusan
Jakarta” yang menunggang “laskar jahad” dan para habib “teroris
internasional” mereka!!! Itulah si “sontong” Saleh Latuconsina!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-03
Aparat Sita Senjata FKM; Laporan: Sukirno
Ambon-RoL -- Pangdam XVI Pattimura Brigjen Mustopo menyatakan, aparat
keamanan gabungan telah menyita persenjataan dan dokumen milik FKM. Sekitar
47 orang anggota FKM juga telah diciduk. Usai mengikuti rapat Darurat
Sipil Maluku di kantor Gubernur Maluku, Senin (03/09/01) siang, Pangdam XVI
menjelaskan bahwa persenjataan dan doku-men milik kelompok terlarang di
Maluku itu disita sewaktu aparat keamanan membubarkan kegiatan Front
Kedaulatan Maluku di Waisarisa, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Maluku Tengah,
di Pulau Seram, Kamis lalu.

JOSHUA:
Masih ingat pertanyaan saya di atas, “Dalam rangka apa, YonGab
harus turun tangan untuk mengurusi Pertemuan Adat yang
“tidak bersenjata”? Untuk “menghalalkan” campur-tangan
TNI, “Mustopo harus melibatkan senjata di dalam tindakan
idiot tersebut”! Walaupun begitu, hal ini tetap “amis”, kare-
na si Polisi Plastik, Komisaris M.Rivai, yang berapi-api, tak
sempat menyinggung masalah “senjata sitaan” ini! Tidak ta-
hu, lupa, atau memang “tidak ada”, Rivai? Coba selidiki ju-
ga, apakah “dokumen sitaan” tersebut memang ada, tanggal
berapa dokumen itu dibuat, dan di mana! Jangan-jangan
Mustopo meraup bakul sampah dari tahun lalu, lalu menye-
butnya sebagai dokumen sitaan!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-03
Menurut Pangdam, barang bukti milik FKM dan seluruh tersangka itu kini masih
tersimpan di Polres Maluku Tengah untuk barang bukti. Pnggerebekan dilakukan
setelah larangan yang dikeluarkan aparat keamanan tidak diindahkan oleh FKM.

JOSHUA:
Nah! Mustopo mengakui bahwa “senjata dan dokumen sitaan”
itu ada di tangan Rivai, tetapi Rivai tidak pernah menyinggung-
nya selama ini! Coba tanyakan Rivai, “Kapan anda menerima
paket terakhir dari Mustopo?” Apakah senjata dan peluru-peluru
tersebut bertuliskan “FKM” dan bukan “PINDAD”?

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-03
Sedangkan Kapolda Maluku, Brigjen Edi Darnadi di tempat yang sama
menegaskan, kalau pihaknya saat in masih terus melanjutkan pemeriksaan dan
penyeledikan terhadap 47 orang pendukung FKM yang ditahan di Polres Maluku
Tengah. Edi tidak bersedia memberikan keterangan sejauh mana temuan dari
pemeriksaan itu. ''Kita terus lanjutkan pemeriksaan.''

JOSHUA:
Mengapa Edi Darnadi hanya menyinggung “pemeriksaan”, tan-
pa menyebut “temuan berupa bukti – dokumen dan senjata”?
Makin lama makin berbelit dan makin barbau amis saja kan?

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-03
Sementara itu, pihak Pendam XVI Pattimura mengungkapkan, persenjataan yang
disita adalah 4 pucuk senjata api laras panjang dan pendek beserta puluhan
aminisi ukuran 5,56 mm dan colt. ''Amunisi itu biasa digunakan untuk senjata
organik F 16 dan FNC,''kata Pelaksana Ke-pala Pendam Pattimura, Mayor CAJ
Herry Suhardi, kepada Republika. Adapun dokumen yang ditemukan di lokasi
kegiatan FKM, lanjut Herry, berupa brosur-brosur yang berisi program-program
FKM, foto-foto kegiatan FKM serta dokumen-dokumen penting lainnya.

JOSHUA:
Jika saya memperkirakan “peserta” Pertemuan Adat tersebut se-
kitar 60 orang, anda tidak keberatan kan? Apa yang akan dila-
kukan ke-60 orang itu dengan 4 pucuk senjata laras panjang dan
laras pendek? Mengkudeta Polsek atau Polda Maluku, atau Ko-
dam Pattimura dan menjarah gudang senjatanya? Sementara itu,
kemungkinan penyerangan bersenjata ke salah satu desa adat, ju-
ga tidak ada, sebab yang berkumpul itu Salam-Sarani! Lalu apa
yang ingin dibuktikan dengan”4 pucuk senjata plus amunisi” ter
sebut, Mustopo? Tidak ada!!! Sweeping senjata di salah satu
desa malah akan menghasilkan lebih banyak senjata, dan amu-
nisi, serta granat dan bom, kan Mustopo? Ke-4 pucuk senjata
organik itu hanyalah semacam “pengesahan” bagi campur tangan
TNI di dalam urusan Polisi kan, Mustopo!

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-03
''Belum ada laporan resmi isi dari dokumen penting itu. Dimungkinkan
dokumentasi tersebut berupa struktur organisasi atau anggaran dasar dari
FKM. Disita juga saat itu beberapa peralatan komunikasi/radio HT,'' tambah
Herry.

JOSHUA:
Lihat ini Mustopo! Setelah si “badut” Herry Suhardi berkoar-
koar tentang “penyelidikan terhadap dokumen penting yang kata-
nya milik FKM itu, ternyata kemungkinannya hanya berupa lem-
baran AD dan Struktur Organisasi FKM”! Apa yang akan kalian
buktikan dengan “pembungkus kacang” itu, Mustopo? Tukang
becak dan pedagang ikan di Ambon sini juga punya kertas yang
kalian sebut sebagai “dokumen penting” itu! Pimpinan FKM
sendiri sedang lalu-lalang di bawah hidungmu, sementara kamu
sibuk membaca nama-nama mereka!?? Apa kalian pikir orang
Maluku ini idiot seperti kalian?

SOURCE: REPUBLIKA; DATE: 2001-09-03
Menurut Herry, hingga Senin, aparat keamanan dari unsur Polres Malteng,
Polsek Kairatu, Yonif 731 Kabaresi dan Satgas Zipur 8 terus melakukan
penyisiran di wilayah Waisarisa. Dari berbagai temuan itu jun

JOSHUA:
Hei “badut hijau”! Sweeping di bawah kolong ranjang saya juga
akan menghasilkan senjata! “Buat jage-jage”, kata Rano Karno!
Terhadep siape? Ye, terhadep “lasker jahed” yang suke meruseh
dan menjareh! Berhentilah melawak, “Herry Koko”! Kalau su-
dah “bikin dosa”, jangan cari dosa baru untuk menghalalkan do-
sa yang tadi! Jangan kalian “manfaatkan YonGab” untuk menja-
lankan kejahadan kalian, sebab kami orang Maluku, bukan seje-
nis “laskar jahad” yang dungu tapi beracun!

AGENCE FRANCE-PRESSE
Monday September 3, 2001
Sukarno's daughter, Preident Megawati Sukarnoputri, has said she will not
tolerate any attempts at secession. bs/sm/cl AFP

JOSHUA:
Hei Megawati! Mengapa kamu menugaskan “penjahad” untuk
mengamankan Maluku? Bukankah keadaan Maluku sekarang
adalah karena “dosa Bapakmu” juga? Apakah kamu sengaja
menjadi “Pilatus perempuan”, dan mencuci tangan dengan ha-
rapan boleh “bersih dari darah orang yang tidak bersalah”?
Darah orang Maluku akan menuntut Bapakmu dan turunannya,
sampai ke akhirat sana, karena “Maluku bukan pemberontak”!!!
Camkan itu, Megawati!

Saya tidak perduli, apakah Maluku harus berdiri sendiri atau ti-
dak, sebab Tuhanlah yang menentukan kapan orang Maluku su-
dah siap untuk itu! RMS boleh menjadi sejarah yang hanya bi-
sa dikenang oleh Maluku, tetapi Maluku harus tetap berdiri ka-
rena kebenaran! Kehormatan dan kedaulatan Maluku harus di-
kembalikan! Bangsa Alif Ur harus berdiri sama tinggi dan du-
duk sama rendah di dalam hukum dan undang-undang, dan seja
jar dengan siapapun di dalam hak dan kewajiban! Maluku harus
merdeka dari intimidasi dan pemerasan yang bertopeng kepen-
tingan nasional! Sejarah bengkok tentang RMS harus dilurus-
kan dan buku-buku sejarah munafik harus diganti! Jika tidak,
NKRI akan tetap menjadi “perampok Maluku”, selamanya!

Salam Sejahtera!
JL.

----- End of forwarded message from Joshua Latupatti -----