[REGS] ACEH - FPDRA: Amankan MW, Aparat Penuhi Seluruh Kota Banda Aceh

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Tue Sep 11 2001 - 09:54:26 EDT


Amankan Megawati,Aparat Penuhi Seluruh Kota Banda
Aceh.
Reporter:Surep Hidatatullah

FPDRA.com, Pengamanan kedatangan Megawati Soekarno
Putri, Presiden RI ke Aceh, Sabtu (8/9/2001) dilakukan
super ketat. Konsentrasi pasukan TNI/Polri terlihat
sejak dari Bandara Iskandar Muda dan sepanjang jalan
menuju pusat kota Banda Aceh serta rute-rute yang akan
dilalui oleh Presiden.

Dari pantauan FPDRA.com di lapangan, sesaat setibanya
megawati di Banda Aceh, aktifitas masyarakat kota
Banda Aceh terhenti. Toko-toko tertutup rapat.tak ada
kendaran umum yang beroperasi, yang ada hanya aparat
keamanan berjaga-jaga di sepanjang kanan-kiri
jalan-jalan protokol. Di setiap simpang – simpang
sepanjang jalan konsentrasi pasukan tampak lebih
diutamakan. Ini juga terjadi di sepanjang perjalanan
menuju bandara Blang Bintang.

Menurut informasi yang kami terima, untuk mengamankan
iring-iringan rombongan Presiden RI dari Lapangan
Terbang Iskandar Muda menuju Pendopo Gubernur saja
(±20 Km), ratusan aparat dari berbagai kesatuan
dikerahkan. Dalam iringan itu, dua truk reo penuh
pasukan berada di depan dan dua panser di belakang.
Pengawalan ini ditambah dengan sekitar limapuluhan
kendaran roda dua jenis trail, mengiringi sisi kanan
dan kiri rombongan. Sedangkan Megawati menumpangi
mobil Mercedes Benz anti peluru. Tidak cukup dengan
itu, dua helikopter jenis Puma yang mengawal
iring-iringan rombongan Presiden dari udara siap
menyelamatkan Megawati bila tejadi sesuatu.

 Sedangkan Mesjid Raya Baiturrahman sebagai tempat
Presiden menyampaikan pidato politiknya pada rakyat
Aceh juga dijaga dengan ketat. Jalan-jalan menuju
Mesjid Raya diblokir oleh aparat sampai acara selesai.
Setiap orang lalu lalang yang dicurigai aparat
diperiksa dan diinterogasi. Bahkan salah seorang
wartawan FPDRA.com juga sempat diinterrogasi intel
dalam perjalanan dari Darussalam menuju pusat kota.

Suasana tegang memang menyelimuti kota Banda Aceh
sejak kedatangan Megawati. Hal ini menyebabkan
jalan-jalan protokol sepi, karena rakyat cemas andai
terjadi hal yang tak diinginkan. “seperti mau kiamat
saja hari ini ya,” ujar Sutriadi (30), masyarakat
kota, mengomentari ketegangan kota. (stj)

----- End of forwarded message from FPDRA ATJEH NEWS -----