[L] URIEL - Kejahatan Laskar Jihad di Poso

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Sun Oct 28 2001 - 10:25:20 EST


From: "uriel manarang" <seruni@msn.com>
To: apakabar@radix.net dll
Subject: Kejahatan Laskar Jihad di Poso
Date: Sun, 28 Oct 2001 06:30:23 +0000

Mendung di Bulan Oktober 2001 di Kota Poso
------------------------------------------

Hampir sepanjang bulan Oktober 2001 ini, mendung menyelimuti Poso.
Beberapa desa yang penduduknya mayoritas Kristen diserang tanpa
alasan, terjadi penghadangan, pembantaian dan penculikan warga
Kristen, oleh jihad di Kabupaten Poso. Liputan berikut merupakan
rangkuman kejadian sampai dengan 24 Oktober 2001.

01 Oktober 2001 : PENYERANGAN DESA TOMATA

Sekitar pk. 01.30 dinihari desa kristen Tomata kebali diserang oleh
pasukan jihad dari Korontowu dengan menggunakan senjata api organik
dan rakitan serta Bom. 3 buah Bom diledakan Jihad ke sebuah gedung
Gereja sehingga hancur termasuk satu rumah Konsistori, satu buah
sekolah dan perumahan guru dibom dan dibakar habis, 66 rumah
penduduk dan 11 unit sepeda motor. Jihad menembak mati satu orang
warga atas nama Darma Monina (21), tewas di tempat akibat di tembak
pada bagian kepala dan dada. Yulius Wileliku (40) kena tembak pada
bagian kaki kanan dan Ester Paholagu (30) kena tembak pada bagian
tangan sebelah kanan. Korontowu adalah nama kawasan hutan yang
terletak dekat dari desa-desa Peleru, Era dan Mayumba Kecamatan Mori
Atas Kabupaten Morowali. Sedangkan Kabupaten Morowali adalah
pengembangan Kabupaten Poso dan Kecamatan Mori Atas berbatasan
dengan Kecamatan Pamona Timur Kabupaten Poso. Kawasan Hutan
Korontowu saat ini dijadikan basis dan markas Jihad melakukan
latihan militer dan operasi penyerangan ke desa-desa kristen
disekitarnya.

12 Oktober 2001 : BUS OMEGA DI BOM

Jumat, 12 Oktober 2001, sekitar jam 13.00 witeng siang bus penumpang
jurusan Tentena Palu (PO OMEGA)di hadang dan di lempari bom oleh
jihad di dusun Maranda desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir (40 Kilo
dari Poso). Akibatnya beberapa penumpang mengalami luka-luka dan
mobil mengalami kerusakan. Peristiwa ini adalah yang kedua kalinya
di alami PO OMEGA.

Sementara itu sampai dengan saat ini jihad terus melakukan berbagai
aksi penyerangan dan teror ke beberapa daerah kristen lainnya. Di
tetangga desa Peleru yaitu : desa Era dan Mayumba di Kecamatan Mori
Atas Kabupaten Morowali, jihad selalu meneror dengan cara melepaskan
tembakan kearah desa-desa tersebut dengan maksud menakut-nakuti
warga kristen.

14 Oktober 2001 : BUS ANTARIKSA DITEMBAK JIHAD, 1 TEWAS 7 LUKA.

Bus penumpang jurusan Tentena - Palu PO Antariksa DN 7725 A pada
hari Minggu, 14 Oktober sekitar pk. 15.00 witeng, dihadang dan di
tembaki jihad di sebuah pendakian antara desa Maleali dan Sausu
Kabupaten Donggala dalam perjalanannya ke Palu dari Tentena
Kabupaten poso, Sulawesi Tengah. Daerah ini adalah daerah perkebunan
dan hutan sehingga tidak ada pemukiman penduduk.

Puluhan jihad lengkap dengan senjata api organik otomatis
bersembunyi di kebun cokelat sebelah kanan jalan. Ketika sedang
mendaki melewati perkebunan cokelat bus Antariksa yang membawa
penumpang sekitar 30 orang tersebut tiba-tiba di hadang jihad
sambil melepaskan tembakan beruntun dengan senapan otomatisnya. Ban
mobil langsung kempes kena tembakan demikian juga seluruh kaca mobil
hancur berantakan dan badan mobil berlubang-lubang kena tembakan.
Bus tersebut juga dilempari bom namun jatuh sekitar 4 meter dari
badan bus. Akibat penyerangan ini satu orang penumpang tewas dan 8
orang luka-luka. Yang sudah teridentifikasi nama-namanya:

Nona (22) warga Desa Silanca Poso, tewas ditempat
Son (40) Sopir bus, luka tembak di telinga
Ny. Mangela (34) tertembak di lengan kanan dan pantat bagian kanan
(parah).
Ny. Wilhemina Manoreh (64) tertembak pada pantat bagian kiri
Ny. Yessy Gaibu Banjolu (42)
Ny.Djumiaty (30)
Tiga orang lainnya yang terluka tidak sempat teridentifikasi namanya
namun mereka sempat berobat di RSU Parigi, 100 Km. dari Palu.

16 Oktober 2001 : BARAK PENGUNGSI KRISTEN DI SERANG JIHAD

Salah satu barak pengungsi yang dihuni sekitar 30 KK atau 200 Jiwa
warga Kristen di desa Madale (4 Km dari Poso) diserang puluhan jihad
yang dilengkapi dengan senjata api otomatis, pada hari Rabu, 16
Oktober 2001 sekitar jam 03.00 subuh. Jihad menyerang dari arah
pohon-pohon kelapa yang berada di sekitar barak tersebut walaupun
ada pos penjagaan TNI. Di desa ini terdapat 3 barak pengungsi dimana
barak pengungsi kristen hanya satu dan diapit oleh barak pengungsi
muslim. Awal penyerangan jihad dimulai dengan membakar ujung barak
tersebut sehingga orang-orang keluar untuk mengetahui kebakaran
tersebut, namun pada saat yang bersamaan mereka diserang dengan
tembakan-tembakan mengakibatkan jatuhnya korban tewas dan luka-luka :

Yambi Pio (56) tewas tertembak pada dada.
Lukas Salimpa (70) luka berat, kedua paha tertembak.

Sebelum meninggal, Yambi Pio sempat di bawa ke Puskesmas Tagolu
namun nyawanya tidak tertolong. Sedangkan Lukas Salimpa dipindahkan
ke RSU Tentena dari Puskesmas Tagolu karena lukanya sangat parah.

Pihak Kapolres Poso via Kapolsek Tentena menghubungi Crisis Center
agar mengevakuasi warga kristen tersebut dan akan menjemput
pengungsi di desa Tagolu (8 Km dari Poso atau 50 Km dari Tentena).
Tetapi setelah tim tiba di Tagolu ternyata pengungsi Madale tidak
berada di desa tersebut. Oleh aparat di desa Tagolu mengatakan bahwa
pihak Kodim Poso menjamin keamanan di Madale.
Desa Madale adalah salah satu desa yang akan dijadikan percontohan
oleh Pemerintah Poso/Kodim Poso bahwa yang bertikai bisa hidup
bersama dalam satu desa.
Sementara pihak Crisis Center sangat menyesali sikap aparat keamanan
yang memberikan jaminan keamanan namun tidak becus di lapangan.
Mereka sudah korban, harta bendanya di jarah dan di bakar apakah
nyawa manusia harus dijadikan kelinci percobaan perdamaian.
Yang perlu menjadi perhatian, adalah kenapa ada senjata di dalam
barak ?????????????????

17 Oktober 2001 : BUS ALUGORO DIBAKAR

Berbagai peristiwa penyerangan-penyerangan desa-desa kristen dan
penghadangan bus membuat masyarakat kristen sangat gusar dan kecewa
terhadap pemerintah / aparat keamanan yang tidak mengambil tindakan
tegas terhadap jihad yang jelas di ketahui keberadaannya dan
penyerangan yang mereka lakukan. Mereka bukanlah penduduk Poso
melainkan pendatang yang semakin memperkeruh situasi di Poso.

Rabu 17 Oktober 2001 kelompok warga kristen melampiaskan
kegusarannya dengan mencegat bus penumpang Alugoro jurusan
Kolonedale-Palu di desa Kamba Kecamatan Pamona Timur. Seluruh
penumpangnya di suruh keluar lalu bus tersebut di bakar.

18 Oktober 2001 : SWEEPING KTP, 1 TEWAS
Sejak pagi hari massa muslim melakukan razia KTP di Poso. Mereka
mencegat setiap mobil yang lewat dan memeriksa KTP setiap
penumpangnya. Sekitar pk. 15.00 WITENG. Sebuah bus penumpang jurusan
Palu-Luwuk (PO Primadona) di cegat dan di temukan seorang pria yang
beragama kristen, langsung saja jihad membantai dan menembak
perutnya sehingga tewas. Korban dilarikan ke RSU Poso dan dimakamkan
di Kelurahan Kawua Kecamatan Poso Kota.

Dua bus jurusan Palu-Toraja yaitu PO Buntu Ria dan Batutumonga
dilempari massa muslim di dekat masjid Kelurahan Kayamanya yang juga
dekat dengan Pos penjagaan keamanan dari satuan Brimob.

Kaca- kaca bus hancur demikian juga dengan badan mobil rusak berat
namun mobil berhasil melanjutkan perjalanannya sampai ke tujuan di
Toraja Sulawesi Selatan.

Selain itu sebuah mobil kijang juga di cegat massa muslim namun
penumpangnya berhasil di selamatkan aparat keamanan. Sementara di
Tabalu Kecamatan Poso Pesisir, jihad mencegat sebuah HardTop milik
Bapak Tarima (kristen), mobil di bakar dan penumpangnya tidak
diketahui nasibnya.

Jihad masih terus melakukan sweeping di Kota Poso dan sekitarnya
sehingga hubungan darat dari Tentena ke Palu lewat Poso Kota untuk
sementara tertutup bagi warga kristen.

19 Oktober 2001 : POLISI MENANGKAP POLISI DAN JIHAD DARI AMBON

Pada hari Jumat, 19 Oktober 2001 aparat keamanan POLDA Sulteng
berhasil menangkap 15 anggota jihad dari Ambon yang dipimpin oleh
SERTU POL. ABDUL RAIS dari POLDA AMBON dengan dua senjata api dan
bom ketika mereka sedang mengisi air ke Kapal Motor Ikan di perairan
Balantak, Kabupaten Luwuk Sulawesi Tengah dalam perjalananya pulang
ke Ambon setelah menurunkan 30 jihad dengan ribuan amunisi dan
persenjataan di Poso.

20 Oktober 2001 : DESA BETALEMBA DISERANG JIHAD

Sabtu 20 Oktober jam 21.00 Witeng sampai dengan Minggu 21 Oktober
2001 jam 07.00 witeng ratusan jihad bersenjata api otomatis kembali
melakukan serangan ke daerah kristen di desa Betalemba Kecamatan
Poso Pesisir. Warga kristen melakukan pertahanan apa adanya. Aparat
TNI dan Brimob yang berjaga di desa tersebut ikut menjadi korban
tembakan jihad sehingga jatuh korban dua orang meninggal dunia.
Jihad berhasil membakar sekitar 30 rumah warga kristen dan menembak
mati dua orang aparat keamanan yaitu : Bripda Pol. (BRIMOB)
Ardiansyah dan satu anggota TNI AD yang belum teridentifikasi nama
dan kesatuannya. Bripda Ardiansyah di naikkan pangkatnya menjadi
Briptu. Dan sudah di kebumikan pada Minggu malam di pekuburan umum
Wani, Kabupaten Donggala setelah sebelumnya dilakukan upacara
pemakaman secara militer di markas Brimob Mamboro-Palu yang di
pimpimpin oleh Kapolda Sulteng Brigjen Zainal Abidin Ishak.

Sedangkan di pihak jihad 30 orang tewas dan 38 orang berhasil
ditangkap dan ditahan. Terlihat bahwa mereka yang tewas dan berhasil
ditangkap (kini ditahan di POLDA PALU)bentuk badan besar, berjenggot
panjang dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Akibat penahanan yang
dilakukan aparat keamanan di POLRES Poso masa jihad lainnya
melakukan demo ke Polres Poso pada Minggu siang 21 Oktober 2001
sampai sore untuk menuntut pembebasan 38 jihad yang di tangkap.
Massa jihad meledakkan bom di halaman Polres Poso kelurahan
Gebangrejo yang suara dan getarannya terasa sampai di kelurahan
Kawua Poso yang jaraknya sekitar 3 Km. Karena situasi tidak
mengijinkan maka ke 38 tahanan itu di bawa dan di tahan di POLDA
Palu.

21 Oktober 2001 : 3 WARGA TEWAS, 1 DICULIK JIHAD

Ambrosius Reakale (Kristen) dan Yono (anggota TNI) dari desa Watuawu
tewas ditembak jihad sekitar jam 10.00 witeng. Saat itu mereka
kembali dari mencari ikan di Kecamatan Tojo dan melintasi desa
muslim Toyado, tiba-tiba mereka di tembak jihad dari belakang
sehingga peluru tembus ke depan mengenai anggota TNI yang sedang
membonceng tersebut. Keduanya meninggal dan jenasahnya di evakuasi
ke puskesmas Tagolu oleh aparat TNI yang bertugas di Desa Tagolu.

Sementara pada hari yang sama jihad juga membunuh satu warga Kristen
peranakan china, bernama ONI PAKAIYA (50) dari desa muslim Ampana
yang akan mengambil hasil kebunnya (cengkeh, kelapa dan Kakao) di
desa muslim Toyado Kecamatan Poso pesisir, korban tewas penuh luka
bacokan karena dibantai jihad, terdapat luka menganga pada bagian
mata kanan korban.

Korban mengendarai mobil kijang warna merah melintasi desa muslim
Toyado bersama dua orang lainnya, Vanya dan Mokodongan, seorang
anggota TNI dari Kipan 711 Kawua. Mobil di cegat kemudian korban di
seret lalu dibantai sedangkan dua orang lainnya dibiarkan pergi
karena beragama islam.

Masih pada tanggal yang sama sebuah bus penumpang (PO Super Motor)
dari Luwuk tujuan Palu dihadang sekitar 50 orang jihad di desa
muslim Labuhan Kecamatan Lage. Mobil di hentikan, mereka mencari
penumpang warga kristen dan mereka menemukan seorang ibu dan anak
laki-lakinya berumur 8 tahun. Anak tersebut ditarik keluar dengan
sangat kasar dari pangkuan ibunya dan menyeretnya diaspal. Anak
tersebut menangis ketakutan dan menjerit memanggil-manggil ibunya,
jihad terus menyeretnya dan membawa lari anak itu ke dalam hutan
sementara ibunya hanya mampu menangis histeris hingga shock. Sampai
sekarang belum diketahui nasib anak itu.

----- End of forwarded message from uriel manarang -----