[NEWS] DETIK - Darul Islam Khawatir Ada Peledakan Lagi

From: indonesia-p@indopubs.com
Date: Sun Nov 18 2001 - 15:20:10 EST


From: "Eskol" <eskol@mitra.net.id>
To: "Eskol-Net" <eskolnet-l@linux.mitra.net.id>
Subject: [Eskol-Net]- Hot Spot: "Darul Islam Khawatir Ada Peledakan Lagi"
Date: Sun, 18 Nov 2001 10:27:28 +0700
Organization: ICCF

`````````````````````````
H O T S P O T
eskol@mitra.net.id
^*^*^*^*^*^*^*^*

Darul Islam Khawatirkan Ada Peledakan Lagi
````````````````````````````````````````````````````````
Reporter: M. Rizal Maslan
detikcom - Jakarta, 7 Faksi Darul Islam mengkhawatirkan akan ada peledakan
bom di Indonesia dalam waktu dekat ini. Hal ini dilakukan sebagai protes
atas penyerangan Amerika Serikat dan sekutunya pada Afghanistan.

"Saya sangat khawatir menjelang Natal besok akan ada peledakan-peledakan
lagi di Indonesia, itu yang saya dengar bahwa mereka ini sudah sangat
emosional," jelas Jubir Darul Islam Al Chaidar kepada wartawan di Jl. Batu I
No. 26A Gg. Arab, Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2001).

Ketika ditanya siapa mereka yang akan melakukan itu? Al Chaidar mengatakan,
kemungkinan akan dilakukan oleh orang-orang dari faksi di Darul Islam
sendiri. Untuk mencegahnya, diupayakan agar AS menghentikan serangan
tersebut.

Menurut Chaidar, AS harus menghentikan serangan yang tidak sah tersebut.
Lebih baik AS melanjutkan tindakannya untuk mengadili Osama bin Laden ke
Pengadilan Internasional dengan membawa bukti, bukannya dipaksakan dengan
senjata. "Bila tidak terbukti bersalah, harus dipulihkan namanya. Kalau
bersalah, biar pengadilan yang memutuskan secara independen," kata dia.

Darul Islam sendiri menurut penulis sejumlah buku ini, sudah menjalin
hubungan dengan Afghanistan sejak tahun 1980 untuk mengusir Rusia. Banyak
anggota DI yang tinggal di sana untuk didik menjadi mujahidin nusatara.
"Darul Islam tidak ikut campur urusan dalam negeri Afghan, tapi siap
berjuang melawan kekuatan asing," kata Chaidar.

Sementara menyinggung aksi peledakan di Indonesia sendiri, menurut Chaidar,
sudah terjadi sejak tahun 1980-an hingga sekarang dan keduanya dilakukan
oleh dua faksi di DI. Untuk itulah dibuat Majalah Darul Islam untuk
mengkanalisasikan 2 faksi yang ada, sehingga kekuatan ini mau mengubah
konsep gerakannya seperti 7 faksi yang ada.

Untuk mentransformasikan gerakan Darul Islam menjadi Non Violence Movement
sangat dipengaruhi oleh iklim pemerintah di dalam negeri. "Dikhawatirkan
apabila Presiden Megawati menyudutkan Islam, kekuatan mereka akan semakin
besar dan kembali kepada gerakan bawah tanah dan memakan banyak korban yang
luar biasa," jelas Chaidar.

Ketika ditanya kenapa dirinya mengungkapkan ini? Chaidar mengatakan memang
apa yang dikatakannya memang berisiko tinggi. "Akan berisiko tinggi lagi
apabila ini tidak diungkapkan," kata dia.(zal) www.detik.com

----- End of forwarded message from Eskol -----