[REGS] PAPUA - OPM Bantah Terlibat Pembunuhan Theys Eluay

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Mon Nov 26 2001 - 17:30:11 EST


X-URL: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0111/27/daerah/opmb23.htm

>Selasa, 27 November 2001
   OPM Bantah Terlibat Pembunuhan Theys Eluay
   Jayapura, Kompas
   
   Organisasi Papua Merdeka (OPM) membantah terlibat dalam kasus
   penculikan dan pembunuhan Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo
   Eluay. OPM tidak memiliki keuntungan apa pun dengan membunuh Theys,
   apalagi PDP dengan OPM bersama-sama menuju kemerdekaan Papua.Demikian
   Juru Bicara OPM Saul Bomay di Kantor DPRD Irian Jaya di Jayapura,
   Senin (26/11). Pimpinan OPM dari setiap region telah menyatakan sikap
   resmi melalui Bomay bahwa mereka tidak terlibat baik secara langsung
   maupun tidak langsung dalam kasus penculikan dan pembunuhan Theys.
   
   "Pernyataan dari pimpinan aparat keamanan baik di provinsi maupun di
   tingkat pusat menyebutkan ada beberapa versi pelaku pembunuhan Theys,
   termasuk anggota OPM, sama sekali tidak benar. OPM jangan dijadikan
   kambing hitam dalam berbagai tindak kejahatan di tanah ini. OPM
   memahami siapa sebenarnya musuh mereka. Theys adalah warga asli Papua,
   tokoh besar bangsa Papua, dan pemersatu bangsa ini, tidak mungkin OPM
   membunuh Theys," kata Bomay yang mengaku pernah menjadi tahanan
   politik di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kali Sosok, Surabaya, dan LP
   Cipinang Jakarta.
   
   Lebih lanjut ditegaskan, perjuangan Theys selaku Ketua PDP yakni
   kemerdekaan Irja, sama dengan perjuangan OPM. Theys adalah suku bangsa
   asli Papua, tokoh yang lahir dari penderitaan dan kemiskinan rakyat
   Papua. Tidak mungkin OPM membenci cita-cita dan harapan bangsa Papua
   yang ingin membebaskan diri dari penderitaan.
   
   Perjuangan PDP bukan atas kehendak sendiri, tetapi melaksanakan mandat
   dari rakyat Papua yang diberikan dalam Kongres II Papua pada Mei-Juni
   2001. Apa yang dilakukan PDP merupakan penjabaran dari cita-cita
   perjuangan rakyat Papua.
   
   Kematian Theys adalah kematian politis. Theys menjadi sasaran
   pembunuhan karena dianggap berbahaya bagi kesatuan dan persatuan
   bangsa Indonesia. Aktivitas Theys dengan PDP dianggap sangat merugikan
   negara RI jika dibiarkan terus berkembang.
   
   Menurut Bomay, kemarahan terhadap Theys memuncak ketika otonomi khusus
   disahkan di Jakarta, 23 Oktober 2001. Theys memimpin pertemuan para
   PDP dan Panel PDP dari seluruh Irian Jaya yang melahirkan deklarasi
   menolak otonomi khusus. Theys mengirim utusan menemui sejumlah pejabat
   tinggi di Jakarta, menyampaikan sikap sesungguhnya dari PDP dan rakyat
   Irja, yakni menolak otonomi khusus.
   
   Sikap itu berlanjut dengan penurunan bendera Merah Putih di kediaman
   Theys, yang pada saat itu sedang berkibar bersamaan dengan bendera
   bintang kejora. Penurunan bendera Merah Putih di kediaman setiap ketua
   lembaga musyawarah adat (LMA) di Irja terjadi juga di setiap
   kabupaten. Kemudian dalam berbagai pernyataan kepada pers dan dialog
   mengenai Irja ke depan, Theys selalu mengeluarkan pernyataan penolakan
   terhadap otonomi khusus.
   
   "Karena itu, orang yang paling bertanggung jawab atas kematian Theys
   adalah pemerintahan Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati
   Soekarnoputri. Pemerintah tahu siapa sesungguhnya pelaku pembunuhan
   Theys. Pembunuhan itu sudah diatur secara profesional dan dikomandani
   dari Jakarta," tutur Bomay.
   
   Seruan pemerintah dari Jakarta agar pelaku pembunuhan segera diusut
   dan diproses sampai di pengadilan, sangat tidak mungkin. Pernyataan
   itu hanya untuk menunjukkan kepada dunia luar bahwa pemerintah tidak
   terlibat.
   
   Oleh karena itu, mengungkapkan pelaku pembunuhan Theys sangat sulit
   dan tidak mungkin terjadi. Pembunuhan itu menggunakan gaya dan
   perilaku peninggalan Orde Baru, tambahnya. (kor)