Date: Thu, 31 Jan 2002 10:52:50 +0000
Sobron Aidit :
KISAH SERBA-SERBI ( Nomor bonus - empat )
( Corat-Coret Selama
di Paris,- )
Sudah bulat di pikiran saya, keempat bilah keris itu akan saya buang ke
Sungai Seine. Tapi Sungai Seine itu besar dan panjang dan banyak cabangnya
di seluruh kota Paris ini. Lalu di mananya.Okey, tidak boleh berlama-lama
lagi, bisa keburu kemalaman. Pokoknya saya berangkat menuju ke arah Timur
lagi dari rumah saya. Ke arah Taman Disney-land. Di sana banyak
cabang-cabang Sungai Seine, termasuk yang dekat kendaraan umum seperti metro
- RER - bis. Tapi harus berhati-hati, sebab kalau ketahuan karena orang
curiga, bisa berabe, bisa jadi urusan panjang. Yang mau dibuang ini bukan
benda biasa, misalnya botol plastik, atau benda yang normal-normal saja. Ini
keris, senjata pembunuh, senjata pencabut nyawa, bukan pula pisau dapur
biasa.
Beberapa stasiun saya lewati. Ada sebuah stasiun yang sungainya cukup besar
dan mengalir panjang. Dan bisa turun ke bawah dan agak terlindung dari
pandangan mata umum. Ke sanalah saya menuju. Dan saya turun dengan mata awas
dan melirik kiri-kanan, muka-belakang, barangkali persis orang mau maling!
Rasanya cukup aman dan tak ada mata lain yang melihat ulah saya. Dan
plung.....bungkusan itu saya jatuhkan ke bawah jembatan yang agak
terlindung. Saya masih sempat melihatnya. Tapi setelah saya lihat dari agak
jauh, kenapa bungkusan benda itu agak menyolok. Kenapa warnanya cukup
menarik perhatian. Agak abu-abu kecoklatan. Lama juga saya perhatikan. Tidak
pula mau segera hanyut, dan timbul pula. Ada kekuatiran saya.
Sekiranya petugas kebersihan Balai Kota pas sedang membersihkan luapan
sampah yang mendek dekat mulut pintu-air, pastilah bungkusan itu akan
terlihat. Dan bagaimana sekiranya petugas sampah mengambilnya karena mau
tahu apa isinya, atau karena curiga. Lalu membukanya. Lalu dengan terkejut
dan sangat keheranan, mereka mengamati benda-benda senjata pembunuh itu. Dan
lalu ada secarik kertas yang bisa dibaca bahwa ada orang yang beralamatkan
di rumah saya. Karena saya tidak begitu teliti ketika membuangnya, kurang
periksa, lalu tertinggallah bekas pembungkus majalah yang beralamatkan rumah
saya. Sungguh gampang menandainya!
Saya sangat teringat akan bungkusan itu sekiranya ketahuan dan diperiksa,
dan ada alamat saya tertinggal karena suatu kecerobohan, karena
kekurangtelitian. Lalu bagaimana jadinya? Dan kalau sampai jadi urusan
bagian pihak keamanan, kepolisian, kejaksaan, dan saya diperiksa? Lalu
bagaimana jadinya. Lamunan dan berandai-andai ini jadi berkepanjangan dalam
otak saya. Takut akan bayangan sendiri! Dan berhari-hari pikiran kecemasan
dan kekuatiran ini menghantui saya. Berminggu-minggu lalu berbulan-bulan.
Akhirnya sudah satu tahun lebih. Syukurlah tak ada berita apa-apa. Dan
semoga bungkusan empat bilah keris-pusaka itu yang tadinya dihinggapi setan,
betul-betul tenggelam dalam Sungai Seine Paris. Dan saya agak merasa lega
dengan harapan, sudahlah, jangan sampai jadi urusan panjang!
Kisah tentang keris-pusaka itu malah cukup menyiksa saya. Yang saya herankan
benar, kenapa mantu saya itu mau-maunya membawa dan menyimpan keris, buat
apa, apa gunanya! Saya punya pengalaman dengan berbagai senjata perkelahian
dan pembunuhan itu. Kalau kita memiliki dia, kalau kita menyimpan dan
membawa-bawanya ke mana-mana, malah ada terasa pada saya, bahwa kita
seolah-olah memprovokasi perkelahian, permusuhan bahkan pembunuhan! Tetapi
kalau kita bahkan dengan tangan kosong, tidak membawa apa-apa buat
berkelahi, yang ada pada kita hanya rasa perdamaian dan persahabatan
semata-mata, malah sangat terasa bahwa kita ada dalam keadaan aman-aman
saja. Dan karena itu bukannya tidak pernah pada rentang hidup saya ketika
suatu masa, saya selalu membawa senjata, baik keris, pisau bahkan revolver -
pistol. Maksud utama tadinya, hanya buat berjaga-jaga hanya buat pertahanan
diri saja, membela-diri. Tetapi tetap saja ada perasaan, justru membawa
berjenis senjata perkelahian dan pembunuhan itu, membikin diri kita justru
tidak merasa aman. Selalu waswas dan curiga, yang padahal mungkin samasekali
tak ada apa-apanya dengan keadaan keselamatan diri kita.
Dan sejak itulah saya tidak pernah lagi membawa senjata apapun, walaupun
dalam tas saya penuh uang-kontan kepunyaan resto kami. Tapi saya
alhamdullillah selamat-selamat saja malam-malam pulang bahkan mendekati
pagi, yang tasnya banyak uang buat pembayar gaji pegawai kami.
Betul-betul saya merasa heran, kenapa sampai ke Eropa ini, kok membawa
berjenis keris, dan keris itu "penuh dengan setan" pula! Dan setan-setan
hantu itu selalu berbunyi menggangu saya malam-malam. Dan benarlah adanya,
setelah semua keris itu saya buang jauh-jauh dan dalam-dalam ke Sungai Seine
itu, bunyi-bunyian yang dulu itu tak ada lagi. Apakah benar karena
setan-hantunya sudah terusir dengan membersihkan bilahan keris-keris itu,
atau karena hal lainnya, saya tak dapat memastikannya. Yang penting segala
bunyi-bunyian yang sangat mengganggu saya itu sampai kini tak pernah ada
lagi. Dengan enak dan santainya saya tidur atau bangun atau bekerja membaca
dan menulis di ruangan mana saja yang saya mau di apartemen saya. Tak ada
lagi bunyi nafas orang, atau dengkur, atau orang sedang membaca dan membalik
helai-helai suratkabar atau majalah. Tak ada lagi terdengar orang menarik
kursi dan langkah-langkah orang sedang jalan di ruangan salon atau dapur.
Dan tak ada lagi bunyi piringmangkuk karena dicuci.
--------------Paris, januari 02------------------
----- End of forwarded message from Sobron Aidit -----