[L] IBRAHIM ISA - Apa Arti 'VOC' bagi Bangsa Kita?

From: apakabar@saltmine.radix.net
Date: Thu Jan 31 2002 - 17:16:13 EST


Kolom IBRAHIM ISA:
20 Desember 2001.
APA ARTI "VOC" BAGI BANGSA KITA?=20
<Tanggapan sehubungan rencana BELANDA akan MERAYAKAN 400 TH BERDIRINYA =
"VOC", 20 Maret 2002>
Tidak banyak orang Indonesia, mungkin juga termasuk para sejarawannya, =
yang mengetahui bahwa tahun depan ini, 20 Maret 2002, pihak Belanda =
(jangan kaget) . . . . . . . . . . . . akan memperingati, bahkan akan =
merayakan 400 TAHUN BERDIRINYA VOC.=20
Memang, menurut catatan sejarah (internasional) 400 tahun yang lalu, =
pada tanggal 20 Maret, di Amsterdam, Nederland, sebuah gabungan =
perusahaan perdagangan Belanda yang baru didirikan dengan nama =
Verenigde Oostindische Compagnie (VOC), Dutch United East India Company, =
memperoleh OCTROOY, dari STATEN GENERAAL (semacam Dewan Perwakilan) =
dari negara Belanda. Dengan izin/hak octrooy itu VOC memperoleh =
monopoli atas perdagangan, terutama rempah-rempah, dengan negeri-negeri =
dan wilayah di sebelah Timur dari Kaap de Goede Hoop dan Kaap Hoorn, =
Afrika Selatan. Octrooy tsb adalah hak monopoli perdagangan dengan =
seluruh Asia. Kecuali VOC, tidak satupun perusahaan dagang Belanda =
lainnya yang boleh berdagang dengan Timur. Tujuan negara Belanda ialah =
agar mereka bisa kiprah bersaing dengan lawan-lawan utamanya, Portugis =
dan Inggis, dalam memperrebutkan dan menguasai negeri-negeri penghasil =
rempah-rempah di Timur dan pasaran bagi komoditi yang mereka bawa dari =
Eropah.=20
Monopoli VOC tidak berhenti sampai disitu saja. Monopoli itu juga =
berarti bahwa negeri-negeri lainnya , saingan-saingan Belanda, seperti =
 Portugis dan Inggris (yang sebelumnya menjegal Belanda untuk melakukan =
perdagangan di wilayah tsb), dicegah berdagang di wilayah tsb. Sudah =
dengan sendirinya, Indonesia, khususnya daerah Indonesia Timur sebagai =
penghasil utama rempah-rempah ketika itu, kongkritnya Banda dan Maluku, =
DILARANG berdagang dengan bangsa dan perusahaan lain kecuali dengan =
VOC. Itulah hak octrooy, hak monopoli VOC, yang "diperolehnya" dari =
Staten Generaal di Amsterdam. Karena hak octrooy tsb begitu luasnya dan =
sampai menganggap dirinya berhak untuk memaksakan bangsa lain hanya =
boleh berdagang dengan VOC saja, maka VOC sebagai perusahaan dagang =
punya hak dan kedudukan istimewa. VOC diberi hak oleh negara Belanda =
untuk memiliki dan membawa senjata, mesiu dan serdadu. VOC punya hak =
untuk membangun benteng-benteng, melakukan perundingan dan persetujuan =
dengan negeri-negeri lain, memaklumkan dan melancarkan peperangan. =
Mereka menangkap dan menghancurkan kapal-kapal dagang lain yang =
merupakan saingannya.
Melalui perdagangan mopoli dan peperangan, lewat penindasan dan =
penguasaan, selama 200 tahun berdirinya, dengan menggunakan armada yang =
terdiri dari lebih 100 kapal dagang/perang yang dibangunnya sendiri =
dengan teknik pembangunan kapal yang canggih ketika itu dan bahan-bahan =
berkwalitas, VOC telah menjadi perusahaan dagang, yang berwajah ganda, =
yaitu sebagai perusahaan dagang dan sebagai negara. Pada zamannya VOC =
menjadi perusahaan dagang yang terbesar di dunia. VOC memiliki =
faktori-faktori, pangkalan dagang di mancanegara seperti di Deshima =
(Jepang), Mokhia (Yaman), Surat (Persia) dan B a t a v i a , Indonesia. =

Menuru lembaga atau yayasan yang khusus didirikan di Belanda untuk =
perayaan 400 th VOC, berdirinya VOC, 20 Maret 1602, merupakan pertanda =
dimulainya orientasi mencanegara dari Nederland, dan merupakan suatu =
periode dari pertumbuhan besar-besaran di bidang ekonomi dan kultur =
negeri Belanda. Yang disebut "GOUDEN EEUW", di Belanda, atau ZAMAN =
KE-EMASAN Belanda, zaman ketika Belanda mulai marak dengan berdirinya =
serta kegiatan usaha kultural teristimewa perubahan-perubahan sosial, =
semua itu tidak terpisahkan dari "jasa-jasa" VOC.=20
Tidak mengherankan bahwa tujuan dari perayaan 400 th VOC, menurut fihak =
Belanda, singkatnya ialah untuk:=20
Mencurahkan perhatian terhadap arti penting dari VOC untuk prakarsa =
orientasi internasional dan pertumbuhan ekonomi dan kebudayaan =
Nederland, ditinjau dari perspektif historis, tetapi dalam hubungannya =
dengan masa kini dan mendatang. Mereka hendak memberikan gambaran serta =
memberikan aksentuasi mengenai artipenting orientasi internasional, =
tentang kemahiran berusaha (enterpreneurship), ketrampilan =
(craftsmanship), serta inovasi untuk masadepan Nederland. Hendak =
mempresentasikan Nederland sebagai bangsa maritim, finansial dan =
pedagang dan sebagai negeri pintugerbang untuk masuk Eropah. Yah, itu =
dilakukan semua untuk kepentingan Belanda. Sepenuhnya bisa dimengerti, =
dari sudut pandangan kepentingan dunia bisnis Belanda.=20
Memang, pada saat ini, seluruh dunia, termasuk negeri-negeri seperti =
Belanda, untuk mempertahankan dan meningkatkan taraf hidupnya, harus =
mampu berhadapan dengan periode menumpuknya pelbagai soal-soal ekonomi, =
politik, sosial dll. Eropah a.l. mengambil langkah penyatuan mata uang =
12 negeri yang tergabung dalam Uni Eropah. Ini mereka lakukan =
sehubungan dengan digalakkannya globalisasi pada masa meningkatnya =
kegiatan kapitalisme dunia. Semua negeri dihadapkan pada situasi =
persaingan hidup-mati di kalanagan multi-nasional (menurut catatan di =
Belanda saja, tahun ini perusahaan yang failit karena persaingan =
jumlahnya 30% lebih banyak dari tahun lalu), baik itu di bidang =
industri, pertanian, teknik, perdagangan, perbankan, ilmu, =
industri-militer dll; masa pertarungan antara konsep ekonomi =
kapitalisme-liberal yang bertolak dari beleid memberikan kebebasan =
sepenuhnya pada ekonomi-pasar, versus konsep pembangunan ekonomi =
dimana tanggunjawab dan keterlibatan pemerintah masih tetap diperlukan =
bahkan adakalanya harus diperkuat, terutama mengenai masalah perumahan =
, kesehatan, pendidikan rakyat, komunikasi, masalah mengatasi =
pengangguran, dll bidang yang menyangkut kepentingan rakyat banyak, =
serta perlunya pemerintah mengekang persaingan bebas agar jangan sampai =
menuju pada pembentukan kartel-kartel terselubung yang melakukan =
monopoli demi mengejar keuntungan yan lebih besar ; pada saat dimana =
semakin besarnya arus pengungsi dari negeri-negeri dunia ketiga - dari =
negeri-negeri miskin yang terus-terusan dilanda perang dalam negeri dan =
bentrokan-bentrokan sosial yang berkepanjangan, ( atau yang disebabkan =
oleh pengekangan dan penindasan hak-hak demokrasi dan HAM oleh penguasa =
di pelbagai negeri asal pengungsi tsb ) menuju ke negeri-negeri yang =
kaya dan maju, dari Timur ke Barat, dari Selatan ke Utara, dll masalah =
mendesak dunia dewasa ini.=20
Dunia dihadapkan pada perjuangan antara negeri-negeri berkembang dari =
dunia ketiga di Selatan, versus negeri-negeri maju yang kaya di Utara , =
yang meneruskan praktek-praktek dominasi dan eksploitasi ekonomi dan =
finansial, melalui pelbagai usaha langsung ataupun lewat lembaga-lembaga =
 dunia seperti IMF, WTO, World Bank, dll. Perjuangan itu masih =
berlangsung terus dan tidak ada tanda-tanda akan mereda. Karena nafsu =
mengejar keuntungan dan kekayaan sebesar-besarnya dari negeri-negeri =
kaya tsb samasekali tidak mengendur. =20
Menghadapi problim-problim dunia tsb, tampaknya Belanda, mencari =
inspirasi a.l. dengan menengok kembali ke masa lampau Nederland, ke =
zaman jaya-jayanya VOC, ke De Gouden Eeuw van Nederland, juga untuk =
menarik pelajaran dari sejarah mereka, selanjutnya bagaimana mencari =
solusi terhadap soal-soal masa kini dan masadepan Nederland. Itulah =
a.l, sebabnya Belanda bikin rencana MEMPERINGATI DAN MERAYAKAN 400 TH =
BERDIRINYA VOC.
Yang jadi soal bagi saya ialah bahwa cara memandang fihak Belanda ke =
masa lampau, ke TEMPO DOELOE, ke kegiatan VOC dan pemerintahan Hindia =
Belanda sebelum Indonesia Merdeka, adalah BERAT SEBELAH. Mereka hanya =
melihat segi cerahnya saja dari fihak mereka, tidak melihat segi =
gelapnya. Hanya mau melihat peranan VOC yang menguntungkan negara =
Belanda, dan tidak mau mengemukakan bahkan menutupi segi-segi negatif =
dari peranan VOC terghadap bangsa dan negeri Indonesia. Inilah yang =
antara lain pernah dicanangkan oleh seorang pakar Belanda, Dr. Gerrit =
Knaap, yang dalam desertasinya pernah menulis tentang "CENGKEH D AN =
NASRANI, VOC DAN PENDUDUK AMBON". Dr. G Knaap yang menjabat sebagai =
Kepala Departemen Dokumentasi Sejarah dari KITLV dan lancar berbahasa =
Indnesia itu, mengemukakan a.l.:
Di kalangan orang-orang Belanda tidak sedikit yang punya "ideologi =
kolonial". Pandangan tsb berdominasi pada zaman kolonial. Tapi sampai =
sekarang juga masih ada yang masih mempertahankan "ideologi kolonial" =
tsb. Orang-orang sperti itu ia sebut orang-orang Belanda golongan =
"Generation of 49", atau "Angkatan 49". Mereka itu adalah orang-orang =
yang dilahirkan dan dibesarkan dalam tahun 1940-an atau sebelumnya, =
termasuk bekas-bekas KNIL ataupun KL, serta yang disebut kaum =
Indo-Belanda ataupun yang Belanda tulen. Mereka umumnya berpendapat =
bahwa pada masa "Tempo Doeloe" itu, Belanda datang dan ngendon di =
Indonesia, adalah dengan mengemban tujuan damai dan idealistik. Dan =
bahwa peperangan yang dilancarkan Belanda di Indonesia ketika itu, =
termasuk "Aksi Polisionil" pertama dan kedua sesudah 1945, dilakukan =
Belanda demi untuk menciptakan keadaan "damai dan ketertiban", sesudah =
mana keadaan penduduk (Indonesia) dapat ditingkatkan ke taraf sivililasi =
yang lebih tinggi, karena orang-orang Indonesia dianggap "primitif" dan =
hampir "tidak bisa maju".=20
Bagi mereka VOC itu semata-mata adalah suatu perusahaan dagang belaka =
dan bukanlah merupakan organisasi serupa kenegaraan yang bisa secara =
sistimatis melancarkan perang, perang penaklukkan terhadapbangsa-bangsa =
lain. Bagi mereka itu, tampaknya adalah tidak masuk diakal, bahwa =
orang-orang Belanda bisa mempraktekkkan kekuasaan penindasan dan =
kekejaaman terhadap rakyat Indonesia, seperti yang dilakukan oleh =
kekuasaan pendudukan Jerman atas rakyat Belanda dalam periode 1940 - =
1945.
Parahnya ialah, bahwa sesudah 1949, publik opini di Belanda banyak =
terpengaruh oleh pandangan tsb. Pengaruh itu bukan kecil dan sampai =
dewasa inipun masih ada di kalangan atas termasuk di Den Haag dan =
sementara lembaga kerajaan, seperti kongkritnya tampak pencerminannya =
pada ide dan acara untuk memperingati dan merayakan 400 tahun =
berdirinya VOC. Namun, harus dikemukakan bahwa di kalangan generasi =
baru sarjana ilmu sosial Belanda, khususnya para sejarawannya, para =
dosen dan guru-guru pandangan "ideologi kolonial" itu sudah tiada lagi. =
Hal mana bisa di lihat di dalam penyusunan buku sejarah untuk MAVO dan =
VWO anno 2001. Seperti kata Dr Gerrit Knaap, isinya sudah =
di"dekolonisasi". Buku-buku tsb secara terbuka mengutuk eksploitasi dan =
penindasan satu golongan nasion tertentu terhadap golongan bangsa =
lainnya. Isinya anti-imperialis dan bahkan "Kiri". Buku-buku tsb menilai =
perbuatan kolonialisme Belanda di Indonesia dengan standar-ukuran dan =
nilai-nilai deklarasi hak-hak azasi manusia dewasa ini. Ini segi positif =
yang mencerminkan kemajuan golongan generasi muda Belanda. Hal ini =
pulalah yang memberikan pengaruh terhadap KITLV dan Musium Leiden untuk, =
dalam rangka peringatan 100 th Bung Karno memeriahkannya dengan =
menerbitkan buku Prof Dr Bob Hering berjudul Sukarno, Architect of a =
Nation.
Tokh harus dicatat bahwa kemajuan pandangan seperti dikemukakan diatas =
tak sedikitpun tercermin pada organisator peringatan-perayaan 400 tahun =
berdirinya VOC. Hal ini sedikit banyak disadari oleh sementara pers =
Belanda.=20
Dua orang wartawan Belanda dari suatu stasiun TV non-komersial baru-baru =
ingin melakukan wawancara dengan saya dalam rangka perayaan berdirinya =
VOC. Sementara teman memperingatkan saya, agar siap-siap bahwa apa yang =
saya kemukakan di dalam wawancara nanti, bila itu tidak berkenan di =
fikiran mereka, akan dihilangkan, diedit sedemikian rupa, sehingga =
nantinya dari wawancara saya itu, bahwa saya "menyambut" perayaan 400 =
th berdirinya VOC. Saya perhatikan canang kawan tsb. Kepada wartawan =
Belanda itu saya katakan, bahwa pandangan saya mengenai VOC bertolak =
belakang dengan pandangan para organisator peringatan 400 th VOC. Bagi =
saya dan semua orang Indonesia yang cinta-tanah airnya, yang patriotik =
dan jujur, apalagi yang pernah ambil bagian langsung dalam perjuangan =
kemerdekaan, VOC ITU ADALAH VOORLOPER, ADALAH PASUKAN PERINTIS SEKALIGUS =
STOOTTROEP DARI KOLONIALISME BELANDA. Bahwa politik dan tindakan =
pemerintah kolonial Hindia Belanda, tidak lain melanjutkan politik dan =
praktek kolonial dari VOC.=20
Kemudian saya sampaikan kepadanya bahwa dari pelajaran sejarah yang saya =
peroleh di bangku sekolah sesudah Belanda ditaklukkan oleh Jepang, =
kemudian dari penelitian sementara literatur sejarah, saya dapati bahwa, =
 dalam rangka memaksakan monopolinya atas hasil tanaman buah pala di =
pulau Banda, VOC di bawah J.P.Coen telah mengirimkan 2000 serdadu plus =
sejumlah pembunuh sewaan dari golongan Samurai Jepang, dan telah =
membantai 15.000 rakyat Banda serta memotong kepala 33 kepala suku di =
pulang Banda. Sehinga penduduk Banda samasekali punah. Belum lagi HONGI =
TOCHTEN, yaitu tindakan penghukuman VOC atas penduduk Maluku, termasuk =
Banda, dimana VOC melakukan pembakaran dan pemusnahan atas tanaman =
rempah-rempah disitu, serta melakukan teror terhadap penduduk di =
wilayah tsb untuk membikin stabil harga rempah-rempah di pasaran =
Amsterdam, jangan sampai merosot disebabkan oleh "overpruduksi" di =
Indonesia Timur.=20
Demi keuntungan yang melimpah-ruah VOC tidak segan-segan untuk melakukan =
tindakan kekerasan, melakukan pembunuhan, penindasan dan melancarkan =
perang. Belum lagi penggunaan orang Indonesia, untuk dipekerjakan =
sebagai budak-budak di pelbagai perkebunan pala, cengkeh, merica dll. =
Begitu menuoloknya tindakan biadab yang dilakukan oleh VOC, =
sampai-sampai salah seorang gubernur VOC di Maluku, bernama Laurens =
Reael, karena tidak tahan melihat kebiadaban tindakan VOC terhadap =
rakyat Maluku, beberapa bulan saja sessudah diangkat menjadi pejabat, =
segera minta keluar. Ia melakukan kecaman keras terhadap pemerintah =
Belanda. Mantan gubernur Laurens Reael adalah pejabat tinggi Belanda =
pertama yang menentang praktek jahat VOC. Praktek-praktek VOC menurut =
Rick van de Broeke, salah seorang keturunan dari kekuasaan VOC dulu, =
merupakan lembaran hitam dalam sejarah Belanda. Menurut mantan gubernur =
Laurens Reael dalam suratnya kepada direksu VOC di Holland ketika itu, =
tindakan-tindakan VOC yang melakukan perampokan, penyiksaan dan =
pembunuhan terhadap orang-orang Indonesia, telah membikin orang-orang =
Belanda terkenal di seluruh Hindia (Indonesia) sebagai bangsa yang =
paling kejam di seluruh dunia.
Atas beberapa pertanyaan kongkrit yang diajukan oleh wartawa TV Belanda =
itu saya jelaskan bahwa sementara orang Belanda masih melakukan =
penggelapan terhadap sejarah VOC, masih berusaha untuk menyembunyikan =
hal-hal yang gelap dari sejarah VOC.=20
Ketika wartawan tsb menanyakan kepada saya, apakah Belanda harus minta =
maaf kepada rakyat Indonesia atas masa lampau kolonialismenya di =
Indonesia, saya jawab: =20
Absoluut!

***